Kiat Mendeteksi Tanda Autisme pada Anak Sejak Dini

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 26 Aug 2019, 15:40 WIB
Anak autis lahir ke dunia dengan tanda dan ciri khusus. Kenali tanda austisme pada anak sejak dini, agar bisa segera dilakukan penanganan.
Kiat Mendeteksi Tanda Autisme pada Anak Sejak Dini (Altanaka/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Setiap anak memiliki fase tumbuh kembang yang berbeda-beda. Sayangnya, tak semua anak bisa melewati fase tersebut dengan sempurna, khususnya bagi anak berkebutuhan khusus, misalnya anak autis. Mendeteksi tanda autisme pada anak tidaklah mudah., karena mereka mengalami kondisi tertentu sehingga tidak benar-benar mampu mengikuti fase tumbuh kembang seperti anak normal seusianya.

Autisme itu sendiri adalah gangguan perkembangan fungsi otak yang membuat seseorang tidak dapat membentuk hubungan sosial atau berkomunikasi dengan baik. Penyebab yang mendasari terjadinya kondisi ini masih belum diketahui secara pasti. Para peneliti menduga bahwa autisme berkaitan dengan faktor genetik dan lingkungan. Ini artinya, anak yang memiliki saudara kandung ataupun anggota keluarga dengan autisme berisiko lebih besar untuk mengalami kondisi yang sama.

Mengenali autisme pada anak sejak dini

Autisme biasanya baru diketahui ketika anak sudah berusia lebih dari 2 tahun. Meski demikian, tanda autisme pada anak sebenarnya bisa dideteksi sejak dini, sebelum anak menginjak usia tersebut.

“Tanda autisme sebenarnya bisa diketahui sebelum anak menginjak usia 2 tahun. Dengan mengetahui kondisi ini sedari dini, berbagai terapi bisa diterapkan agar anak dengan autisme bisa beraktivitas dan berkomunikasi layaknya anak normal,” kata dr. Nadia Octavia dari KlikDokter.

Tanda dan ciri anak autisme yang bisa dideteksi sejak dini, yaitu:

  • Tanda pada fase usia 6 bulan

Pada fase ini, anak autisme cenderung jarang tersenyum, tertawa, atau menunjukkan ekspresinya. Anak autisme juga tidak berekspresi bila diajak bicara oleh orang terdekatnya.

Selain itu, bila mainan kesukaan anak digerakkan ke sana dan kemari, ia tidak mampu mempertahankan kontak mata dengan mainan tersebut. Sebaliknya, anak sering bereaksi berlebihan bila mendengar suara berisik, misalnya menjadi ketakutan atau menutup telinganya.

Anak autisme pun tidak pernah atau jarang berteriak maupun menimbulkan suara tertentu untuk menarik perhatian orang tua atau orang lain di sekitarnya. Mereka juga tidak pernah atau jarang merentangkan tangan untuk minta digendong atau dipeluk oleh orang-orang yang dikenali.

  • Tanda pada fase usia 12 bulan

Pada fase ini, anak autisme belum bisa mengucapkan kata “baba, dada, mama” atau sejenisnya. Anak juga tidak melambaikan tangan bila orang terdekatnya pergi, dan tidak menunjuk benda-benda yang menarik perhatiannya.

Tak cuma itu, anak autisme yang ada di rentang usia ini umumnya tidak merespons apabila namanya dipanggil. Mereka juga belum bisa menyebutkan satu kata meski telah menginjak usia 16 bulan atau 1,5 tahun. Di rentang usia ini, anak autisme biasanya hanya akan terpaku pada objek tertentu yang “tidak biasa”, seperti lantai, pola tertentu pada dinding, kipas angin, dan sejenisnya.

Sejatinya, banyak tingkah berbeda yang dilakukan anak autisme sejak dirinya dilahirkan ke dunia. Jika Anda mendapati bahwa si Kecil memiliki tanda-tanda serupa, jangan sungkan untuk membawanya berobat ke dokter spesialis anak. Hal ini dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya autisme pada si Kecil. Jika terbukti positif autisme, tindakan penanganan bisa segera dilakukan dan si Kecil diharapkan bisa menjalani fase tumbuh kembang layaknya anak normal seusianya.

(NB/ RVS)