Peluang Hidup Korban Luka Bakar Dipengaruhi 5 Hal Ini

Oleh Ayu Maharani pada 27 Aug 2019, 16:40 WIB
Meski sudah ditangani tim medis, peluang hidup korban luka bakar belum tentu 100 persen. Kesembuhannya dipengaruhi hal-hal ini.
Peluang Hidup Korban Luka Bakar Dipengaruhi 5 Hal Ini (PrasongTakham/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Seorang korban luka bakar sering menghadapi situasi kritis. Walaupun sudah mendapatkan perawatan medis, tetapi peluang hidup korban luka bakar, khususnya yang tergolong parah, belum tentu 100 persen. Faktanya, kesembuhan pasien luka bakar turut dipengaruhi oleh beberapa faktor.

Berdasarkan jurnal medis “Scandinavian Journal of Trauma, Resuscitation and Emergency Medicine”, ada beberapa hal yang bisa memengaruhi peluang hidup pasien luka bakar.

  • Kondisi kesehatan korban dan keparahan luka

Biasanya, semakin tua usia korban, maka kondisi kesehatan tubuhnya secara menyeluruh juga kurang baik. Alhasil, itu juga yang akhirnya memengaruhi proses penyembuhan luka bakar.

Lalu, semakin parah dan luas luka bakar yang dimiliki, bahkan sampai memengaruhi sistem pernapasan korban (cedera inhalasi), semakin kecil pula kemungkinan dia untuk bertahan hidup.

Dikatakan oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc(Hons), dari KlikDokter, cedera inhalasi bisa sangat berbahaya karena bisa membuat penderitanya kesulitan dalam bernapas.

“Kondisi ini bisa terjadi ketika asap kebakaran menyebabkan luka akibat panas pada saluran pernapasan seseorang yang terpapar, sehingga mengakibatkan saluran pernapasan menjadi bengkak dan jalan napas menjadi tertutup,” dr. Jesslyn menjabarkan.

Gejalanya meliputi batuk suara serak, nyeri dada, batuk darah, sesak napas, bunyi saat bernapas, nyeri kepala, hingga nyeri ulu hati. Selain itu korban luka bakar juga mengalami mual, nyeri pada mata atau gangguan penglihatan, pingsan, kebingungan, bahkan koma.

Penyakit yang sebelum diderita juga turut berkontribusi, misalnya penyakit kronis. Kombinasi antara luka bakar dan penyakit tersebut bisa sangat sulit untuk ditangani.

  • Komplikasi infeksi

Tentu ada alasan mengapa infeksi menjadi salah satu hal yang sangat diperhatikan pada pasien luka bakar. Kondisi tubuh yang dipenuhi luka menjadi tempat yang sangat digemari oleh berbagai kuman penyakit.

Apabila kuman penyakit itu masuk melalui luka yang sudah infeksi dan menyebar ke aliran darah, maka itu sangat berbahaya. Dua kondisi infeksi yang paling sering menyebabkan kematian pada korban luka bakar adalah pneumonia dan sepsis.

Sebagai tambahan, menurut sebuah studi di Turki yang dimuat dalam “Journal of Clinical and Experimental Investigations” tahun 2015, penyebab kematian pada pasien luka bakar selain sepsis adalah gagal jantung kongestif.

  • Kondisi mental

Kondisi mental korban sangat berkontribusi terhadap proses penyembuhan luka. Jika kejadian yang mengakibatkan luka bakar tersebut membuatnya mengalami trauma hebat sehingga mengguncang kondisi psikisnya, itu bisa berdampak pada kemampuan fisiknya untuk pulih. Bahkan, pasien bisa makin drop.

  • ● Waktu operasi

Waktu operasi untuk mengangkat jaringan mati ternyata bisa memengaruhi peluang bertahan hidup korban luka bakar. Makin cepat dilakukan operasi, maka peluang hidupnya semakin tinggi. Jika operasi ditunda, jaringan yang mati tersebut bisa menjadi sarang kuman yang mudah menyerang pasien.

Meski demikian, faktor tersebut hanya berlaku untuk pasien yang berusia 17-30 tahun. Penurunan angka kematian secara signifikan pasca operasi terjadi apabila diterapkan pada pasien muda. Bila diterapkan pada korban luka bakar yang sudah cukup tua, penurunan angka kematian tidak terlalu signifikan.

  • Tempat perawatan

Intensive care unit (ICU) khusus untuk perawatan luka bakar mungkin akan memberikan peluang lebih baik dibandingkan ICU umum. Sebab, ICU khusus luka bakar memiliki koordinasi terapi yang lebih memadai, isolasi pasien yang lebih baik, dan menyediakan pembedahan rekonstruktif.

Pada dasarnya peluang hidup untuk korban luka bakar tidak bisa dipastikan begitu saja tanpa melihat kondisi yang dialaminya. Kondisi pasien luka bakar dan kemungkinannya untuk sembuh – terutama dengan derajat luka bakar parah – dipengaruhi oleh kelima faktor di atas.

Untuk memperbesar peluang hidup korban luka bakar sangat diperlukan koordinasi tim medis, baik penanganan secara fisik maupun psikis, metode perawatan yang tepat, serta dukungan dari orang-orang di sekitar pasien. Dengan kesiapan dan kesigapan semua tim medis yang terlibat dan fasilitas pengobatan yang ada, peluang untuk pulih akan makin besar.

(RN/ RVS)