Homeschooling Bisa Mengatasi Autisme pada Anak?

Oleh Tamara Anastasia pada 27 Aug 2019, 17:00 WIB
Menurut sebagian kalangan masyarakat, metrode homeschooling bisa dipakai untuk mengatasi autism pada anak. Benarkah?
Homeschooling Bisa Mengatasi Autisme pada Anak? (Natalia-Lebedinskaia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Homeschooling merupakan salah satu metode pembelajaran yang cukup banyak dipilih sebagian masyarakat. Bukan hanya bagi anak dengan tumbuh kembang normal, anak berkebutuhan khusus juga bisa masuk homeschooling. Bahkan, homeschooling disebut-sebut bisa mengatasi kondisi autisme pada anak.

Autisme sendiri merupakan bagian dari gangguan perkembangan anak. Austisme adalah gangguan perkembangan fungsi otak yang mencakup berbagai bidang, mulai dari sosial, emosional, dan komunikasi.

Penyebab yang mendasari terjadinya autisme masih belum diketahui secara pasti. Namun, para peneliti menduga bahwa autisme berkaitan dengan faktor genetik dan lingkungan.

Pengobatannya sendiri pun ada berbagai macam cara. Mengajak anak untuk homeschooling dinilai sebagian kalangan bisa mengatasi autisme pada anak. Namun apakah cara ini bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi tersebut?

Autisme pada anak bisa diatasi dengan homeschooling?

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, homeschooling memang bisa menjadi satu metode untuk mengatasi permasalahan autisme pada anak. Namun, homeschooling juga harus dibantu dengan kegiatan multidisiplin lainnya.

“Kalau hanya disekolahkan tanpa adanya kegiatan lain, seperti terapi, ya tidak akan efektif. Kan cara belajar anak autisme dengan anak normal itu berbeda. Dari segi pelajaran, guru dan lingkungannya pasti sudah berbeda,” tutur dr. Sepri.

Pemilihan homeschooling memang boleh dilakukan, tapi jangan sampai lupa untuk memilih guru dan metode pembelajaran yang benar. “Cari guru yang memang sudah menjadi terapis, cari juga nutrisionis agar tahu anak harus diberi asupan apa dan pola makannya seperti apa,” ujar dr. Sepriani.

Metode pengobatan lain yang juga bisa dicoba untuk mengatasi masalah autisme pada anak adalah dengan cara terapi perilaku. Terapi perilaku dipercaya sebagai cara penting untuk mendukung kesembuhan anak autis.

Dokter Sepriani menjelaskan, terapi perilaku diperlukan untuk mengontrol atau membentuk perilaku yang diinginkan dan tidak diinginkan lewat sistem reward dan punishment. Pemberian hadiah (reward) akan meningkatkan munculnya perilaku yang diinginkan, sedangkan hukuman (punishment) akan menurunkan perilaku yang tidak diinginkan.

Keluarga juga harus diedukasi

Selain metode homeschooling, edukasi pada keluarga tentang autisme itu sendiri juga harus ditingkatkan. Menurut dr. Sepri, keluarga memiliki peran yang sangat penting dalam membantu perkembangan anak dengan autisme.

“Autisme selalu dikaitkan dengan julukan yang bernada negatif. Banyak orang tua yang justru malu dan jadi tidak peduli karena anaknya mengidap autisme. Alhasil, pengobatan autisme pun jadi tidak efektif karena tidak adanya dukungan dari orang tua dan keluarga,” tuturnya.

Bagaimanapun juga, orang tua adalah orang terdekat yang dapat membantu anak untuk belajar berkomunikasi, berperilaku terhadap lingkungan dan orang sekitar. Bisa dibilang, keluarga adalah jendela bagi penderita autisme untuk masuk ke dunia luar. Meski perlu diakui bahwa ini bukanlah hal yang mudah dan butuh kesabaran yang sangat tinggi.

Cara lain yang bisa dicoba untuk mengatasi autisme pada anak adalah dengan memberikannya obat-obatan tertentu. “Penggunaan obat-obatan pada penderita autisme harus di bawah pengawasan dokter. Beberapa obat bisa memberikan efek samping yang mengganggu pusat emosi dari penderita autis,” kata dr. Sepri.

Hal ini sering kali membuat anak jadi lebih emosi, hiperaktif, dan agresif. Jadi, sebelum memberikan obat pada anak autisme, pastikan obat yang diberikan telah dianjurkan oleh dokter.

Metode homeschooling bisa membantu mengatasi autisme pada anak. Akan tetapi, metode ini tidak bisa berdiri sendiri. Anak autis tetap perlu didukung dengan cara-cara lain, seperti terapi dan asupan nutrisi yang tepat.

[HNS/ RVS]

Irvi YantiIrvi Yanti

dokter anak saya umur 6 tahun 10 bulan.dia mengidap autis sekarang dok.tapi kalau anak autis apa bisa sembuh dok...dan obat nya apa dok..

Mhea AninMhea Anin

halo dok.....saya sudah 7 tahun mnikah tpi blum jga hamil..sdgkan siklus haid saya lancar...trima kasih