Benarkah Durian Bisa Menyebabkan Keguguran?

Oleh dr. Reza Fahlevi pada 28 Aug 2019, 10:00 WIB
Salah satu buah favorit masyarakat Indonesia, durian, sering disebut bisa menyebabkan keguguran. Mitos atau fakta?
Benarkah Durian Bisa Menyebabkan Keguguran? (GOLFX/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ada banyak mitos dan fakta mengenai kehamilan yang beredar di tengah masyarakat. Sayangnya, tidak semua orang mengetahui dengan pasti mana yang mitos dan mana yang fakta. Salah satunya adalah mengenai konsumsi buah durian pada masa kehamilan yang disebut dapat menyebabkan keguguran. Apakah itu memang fakta? 

Durian merupakan salah satu buah khas dari negara-negara tropis, termasuk Indonesia. Sebagian besar penduduk Indonesia pun tergila-gila dengan durian, meski sebagian lagi sangat tidak menyukainya. Bagi yang menyukainya, tidak memakan buah durian selama 9 bulan saat hamil merupakan ujian berat.

Kandungan nutrisi buah durian

Durian bukanlah makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi selama masa kehamilan. Akan tetapi, hingga saat ini belum ada juga penelitian yang menyebutkan bahwa konsumsi durian dapat menyebabkan keguguran.

Anda tidak dianjurkan mengonsumsi durian selama masa kehamilan karena buah tersebut mengandung kadar gula dan karbohidrat yang sangat tinggi. Hanya lima butir durian (bukan lima buah durian) mengandung sekitar 160 kalori. Jumlah ini bahkan lebih tinggi dari 330 ml minuman bersoda.

Selain kalori dan gula, durian juga merupakan salah satu buah yang dapat mengandung senyawa alkohol jika sudah sangat matang. Itulah sebabnya, jika Anda memakan durian yang sudah terlalu matang, Anda dapat merasakan sedikit rasa pahit dan bau alkohol. 

Mengapa durian tidak baik Anda konsumsi selama masa kehamilan?

Kandungan gula dan kalori yang tinggi dalam durian tersebut dapat mencetuskan diabetes selama masa kehamilan. Sementara kandungan senyawa alkohol yang terdapat pada durian yang sangat matang, tentu akan akan sangat berbahaya bagi janin di dalam kandungan Anda.

Akan tetapi, ada kondisi yang bisa jadi pengecualiaan. Pada ibu hamil dengan ukuran janin yang terlalu kecil, mengonsumsi durian boleh dilakukan untuk menambah berat badan janin. 

Namun ingat, itu bukan berarti si ibu hamil hanya mengonsumsi durian saja. Untuk meningkatkan berat badan janin, ibu hamil juga harus mengonsumsi makanan yang tinggi protein seperti daging, telur, ayam, dan susu. 

Deretan makanan yang perlu Anda hindari selama masa kehamilan?

Selain durian, ada beberapa makanan lain yang juga perlu Anda hindari selama masa kehamilan, antara lain:

  1. Daging dan sayuran mentah karena berpotensi menularkan kuman toksoplasma yang dapat menyebakan infeksi pada mata dan otak janin.
  2. Ikan dengan kandungan merkuri tinggi seperti ikan hiu, makerel, tuna besar, dan ikan-ikan besar lainnya. Kandungan merkuri tinggi bisa berbahaya bagi perkembangan sistem saraf janin. 
  3. Telur mentah karena mengandung kuman Salmonella yang dapat menyebabkan masalah saluran cerna pada ibu hamil.
  4. Susu segar yang belum dipasteurisasi karena berpotensi mengandung berbagai kuman, salah satunya adalah kuman TBC yang terdapat pada sapi, sehingga dapat meningkatkan risiko terjadinya TBC usus.
  5. Kopi secara berlebih karena konsumsi kafein berlebih dapat mencetuskan keguguran pada kehamilan muda akibat efek kontraksi rahim yang dapat ditimbulkannya. Akan tetapi, satu cangkir kopi per hari masih aman dikonsumsi oleh ibu hamil.
  6. Alkohol karena berpotensi menimbulkan kelainan bawaan pada janin.

Nah, kini Anda telah mengetahui fakta bahaya durian bagi kehamilan, meski tidak terbukti bisa sampai menyebabkan keguguran. Namun tidak hanya durian, ternyata banyak makanan lain yang juga perlu Anda hindari selama masa kehamilan karena berpotensi mengganggu proses kehamilan dan berdampak buruk terhadap janin. 

[MS/ RVS]