Kenali 6 Jenis Penyakit Kulit yang Sering Dialami Anak

Oleh Hotnida Novita Sary pada 28 Aug 2019, 16:20 WIB
Enam jenis penyakit kulit ini rentan menyerang anak dan bayi. Lakukan pencegahan sejak dini agar kesehatan kulit si Kecil selalu terjaga.
Kenali 6 Jenis Penyakit Kulit yang Sering Dialami Anak (MIA-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kulit anak dan bayi yang masih sensitif lebih rentan terkena beragam jenis penyakit kulit. Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, kulit anak-anak memang masih dalam masa perkembangan dan tak jarang memerlukan perawatan khusus. Menurutnya, ada beberapa hal yang menyebabkan kulit bayi dan anak cenderung lebih sensitif.

“Faktor pertama, kulit bayi dan balita lebih cepat menyerap air, tapi cepat juga kehilangan air. Karena itu, kulit mereka sangat mudah kering. Faktor kedua adalah karena pelembap alami (natural moisturizing factor/NMF) pada kulit bayi dan balita masih rendah,” tutur dr. Sepriani.

Sedangkan faktor terakhir, lapisan kulit mereka masih tipis bila dibandingkan dengan kulit orang dewasa.

“Selain itu, selubung asam yang berfungsi untuk menjaga minyak alami kulit juga masih belum sepenuhnya terbentuk sehingga menjadi lebih mudah kering, terutama setelah mandi,” dr. Sepri menjelaskan.

Jenis penyakit kulit yang mengintai anak Anda

Kulit anak masih sangat sensitif karena masih dalam masa perkembangan. Oleh karena kondisi tersebut, kulit anak sangat mudah mengalami infeksi akibat munculnya penyakit kulit.

Berikut beberapa jenis penyakit kulit yang rentan mengintai si Kecil:

1. Kurap

Kurap disebabkan oleh jamur yang hidup dari kulit mati, rambut, dan jaringan kuku. Ini dimulai sebagai bercak merah, bersisik, atau benjolan. Selanjutnya, akan muncul cincin merah gatal. Cincin ini bengkak, melepuh, atau bersisik.

Kurap ditularkan melalui kontak kulit dengan penderita lain atau melalui binatang. Anak-anak juga bisa mendapatkannya dari barang yang dipakai bersama, seperti handuk atau perlengkapan olahraga. Penyakit kulit ini dapat diobati dengan krim antijamur.

2. Impetigo

Jenis penyakit kulit lainnya pada anak adalah impetigo disebabkan oleh bakteri staphylococcus dan streptococcus yang dapat menciptakan luka merah atau lepuh pada permukaan kulit. Luka akibat impetigo dapat membuka, mengeluarkan, dan mengembangkan kerak berwarna kuning kecokelatan. Luka ini dapat muncul di seluruh tubuh, tetapi sebagian besar di sekitar mulut dan hidung.

Sama seperti kurap, impetigo dapat disebarkan melalui kontak dekat penderita atau melalui barang yang dipakai bersama, seperti handuk dan mainan. Menggaruk dapat menyebarkan luka ke bagian tubuh lain. Impetigo dapat diobati dengan salep antibiotik atau antibiotik oral.

1 of 2

Selanjutnya

3. Kutil

Virus menyebabkan pertumbuhan kulit berupa benjol kecil, tapi tidak berbahaya. Kutil dapat menyebar dengan mudah dari orang ke orang. Mereka juga menyebar dengan menyentuh suatu objek yang digunakan oleh penderita.

Kutil paling sering ditemukan di jari dan tangan. Untuk mencegah kutil menyebar, beri tahu anak untuk tidak mengopeknya. Tutupi kutil dengan perban. Sebagian besar kutil hilang dengan sendirinya.

4. Biang Keringat

Biang keringat disebabkan oleh saluran keringat yang tersumbat. Ruam biang keringat terlihat seperti jerawat kecil merah atau merah muda. Anda biasanya melihatnya di kepala, leher, dan bahu bayi.

Ruam sering datang ketika orang tua memakaikan terlalu banyak pakaian pada anak. Mungkin maksudnya baik, tapi hal tersebut dapat membuat anak kepanasan – terutama  di cuaca panas – dan akhirnya menyumbat saluran keringat.

5. Eksim

Anak-anak yang rentan terhadap eksim, atau disebut juga dermatitis atopik, biasanya memiliki alergi. Penyebab pastinya memang belum jelas, tapi anak dengan eksim cenderung memiliki sistem kekebalan tubuh yang sensitif.

Gejala eksim pada umumnya meliputi munculnya ruam kemerahan, kulit kering, dan gatal-gatal hebat. Bila anak Anda memiliki eksim, segera konsultasikan dengan dokter.

6. Jerawat

Jerawat adalah salah satu masalah kulit yang paling umum. Pada anak, jerawat umumnya muncul menjelang usia remaja, yakni 12 tahun, akibat perubahan hormon. Selain karena hormon, jerawat disebabkan oleh kebersihan dan pola makan yang buruk. Meski biasanya membaik seiring bertambahnya usia, anak pra-remaja tetap membutuhkan perawatan agar jerawat tidak memburuk dan meninggalkan bekas.

Untuk mencegah jerawat datang, dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, menyarankan Anda untuk memperhatikan kebersihan anak. “Pastikan anak setidaknya mandi dua kali sehari – terutama setelah beraktivitas – dengan menggunakan sabun bayi (bukan sabun antiseptik). Biasakan anak mencuci tangan untuk menjaga kebersihan secara keseluruhan,” kata dr. Nadia.

Enam jenis penyakit kulit di atas rentan menyerang anak dan bayi. Anda bisa mencegahnya dengan selalu menjaga kebersihan tubuh anak. Mandikan anak setidaknya dua kali sehari dengan sabun khusus bayi. Jangan lupa juga untuk mengoleskan pelembap agar kulit tidak kering dan pecah-pecah.

[RVS]

Lanjutkan Membaca ↓