7 Cara Mencegah SIDS atau Kematian Mendadak Bayi
searchtext customer service

Cara Mencegah SIDS atau Kematian Mendadak Pada Bayi

Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) menjadi penyebab kematian yang paling sering menimpa bayi. Simak cara mencegah SIDS pada bayi di sini.
Cara Mencegah SIDS atau Kematian Mendadak Pada Bayi

Klikdokter.com, Jakarta Sudden Infant Death Syndrome (SIDS) menjadi penyebab kematian yang paling sering menimpa bayi usia satu bulan hingga satu tahun. Sindrom ini dapat terjadi secara tiba-tiba, bahkan pada bayi yang terlihat sehat sekalipun.

Data yang ada menyebutkan, SIDS menjadi penyebab kematian paling umum pada bayi dengan usia di bawah satu tahun di Amerika Serikat. Bahkan pada tahun 2015, keadaan ini menyebabkan sekitar 1.600 bayi meninggal di negara tersebut.

Hingga saat ini, penyebab terjadinya SIDS masih belum diketahui secara pasti. Bahkan, SIDS pun tidak memberikan gejala yang spesifik.

Maka dari itu, mengetahui faktor risiko SIDS adalah cara terbaik untuk mencegah kematian mendadak akibat kondisi ini. Adapun beberapa faktor risiko SIDS di antaranya seperti bayi berat badan lahir rendah (BBLR), lahir prematur, dan infeksi pernapasan.

Artikel Lainnya: Amankah Jika si Kecil Tidur Tengkurap?

Di samping itu, ada beberapa tips yang dapat Anda lakukan agar si kecil tidak mengalami keadaan mengerikan tersebut. Berikut adalah cara mencegah SIDS pada bayi:

1 dari 5

1. Lakukan Pemeriksaan Prenatal

Lakukan Pemeriksaan Prenatal
loading

Pemeriksaan prenatal alias sebelum kelahiran (saat bayi masih dalam kandungan) sangat baik dilakukan guna mengetahui kesehatan janin di dalam kandungan.

Seperti telah disebutkan sebelumnya, beberapa faktor risiko SIDS berhubungan dengan kondisi bayi seperti BBLR dan kelahiran prematur.

Dengan melakukan pemeriksaan prenatal rutin, risiko bayi mengalami keadaan yang berhubungan dengan SIDS, seperti BBLR atau lahir prematur, bisa dideteksi dan ditindak sedini mungkin.

2. Jauhi Rokok dan Alkohol Selama Kehamilan

Jauhi kebiasaan merokok dan minum alkohol selama hamil. Ingat, kedua hal tersebut merupakan faktor risiko SIDS.

Paparan kedua hal itu dapat menurunkan daya tahan tubuh anak dan meningkatkan risiko gangguan saluran pernapasan, seperti infeksi dan radang akibat paparan polutan.

Selain itu, pastikan lingkungan sekitar bayi benar-benar terbebas dari asap rokok maupun zat iritan lainnya.

Artikel Lainnya: Bayi Lebih Baik Tidur Tanpa Bantal, Benarkah?

2 dari 5

3. Tidurkan Bayi dengan Posisi Telentang

Tidurkan Bayi dengan Posisi Telentang
loading

Bayi yang diposisikan tidur tengkurap memiliki kemungkinan tinggi untuk mengalami gangguan saat bernapas. Bayi juga berisiko menghirup kembali udara yang baru dikeluarkan, sehingga pasokan oksigen yang didapat menjadi lebih sedikit.

Oleh karena itu, untuk memperkecil risiko SIDS, Anda dianjurkan untuk menidurkan bayi pada posisi telentang. Jika hendak memosisikannya secara tengkurap, Anda dapat melakukannya saat bayi terjaga.

4. Berikan ASI Eksklusif

ASI yang diberikan pada enam bulan pertama kehidupan bayi (ASI eksklusif) mampu menurunkan risiko terjadinya SIDS hingga separuhnya.

ASI sangat bermanfaat untuk mendukung daya tahan tubuh anak. Pemberian ASI secara langsung juga akan melatih otot-otot oromotor anak.

Oleh karena itu, pastikan Anda menyusui bayi, khususnya saat enam bulan pertama kehidupannya.

Artikel Lainnya: Posisi Tidur Bayi yang Benar agar Terhindar dari Segala Risiko

3 dari 5

5. Pilih Tempat Tidur Bayi yang Baik

Pilih Tempat Tidur Bayi yang Baik
loading

Pilihlah tempat tidur dengan permukaan yang datar dan rata. Hindari menidurkan si kecil di kasur yang terlalu empuk, kasur air, atau sofa. Hindari pula penggunaan pelindung di sisi kasur (baby box) karena membuat sirkulasi udara kurang baik dan menyebabkan gangguan pada jalan napas bayi.

Jika bayi tidur bersama Anda, hendaknya berikan ruang gerak yang cukup untuk mengurangi risiko anak tertimpa atau tersenggol oleh orangtua.

6. Hindari Banyak Benda di Tempat Tidur Bayi

Hindari meletakkan terlalu banyak pernak-pernik di tempat tidur anak, seperti bantal, guling, selimut, dan boneka. Tak sedikit kasus SIDS terjadi akibat jalur napas anak tertutup bantal atau selimut saat ia mengubah posisi tidurnya.

Selain itu, anak secara alami tidak membutuhkan bantal dan selimut untuk dapat tertidur nyenyak. Lebih baik sesuaikan suhu ruangan dengan suhu idealnya daripada menyelimuti anak.

4 dari 5

7. Lakukan Vaksinasi Lengkap

Lakukan Vaksinasi Lengkap
loading

Pastikan bayi mendapatkan setiap vaksinasi yang direkomendasikan pemerintah. Dengan demikian, risiko SIDS bisa berkurang hingga 50 persen. Jadi, patuhi setiap jadwal vaksinasi yang ada dan jangan pernah melewatkan salah satunya, ya!

Jangan biarkan Sudden Infant Death Syndrome atau SIDS merenggut masa depan si kecil. Lakukan tindakan pencegahan sekarang juga. Lalu, jangan ragu untuk segera membawa bayi ke dokter jika sakit atau mengalami masalah pada kesehatannya.

Baca Juga

Apabila memiliki pertanyaan mengenai cara mencegah SIDS atau kondisi kesehatan bayi lainnya, Anda bisa bertanya kepada dokter spesialis anak melalui layanan Live Chat di aplikasi Klikdokter.

(OVI/JKT)

KONSULTASI LEBIH LANJUT

avatar

dr. Nofiyanty Nicolas, Sp.A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Ifrah Ayuna Siregar, M. Ked(Ped), Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000
avatar

dr. Lianto Kurniawan Nyoto, Sp. A

Spesialis Anak
wallet
Rp. 50.000

ARTIKEL TERKAIT

Tips Membersihkan Daki di Tubuh Bayi

Info Sehat
08 Apr

Hati-hati, Ini Dia Tanda Ubun-ubun Bayi yang Tidak Normal!

Info Sehat
05 Apr

Bayi Tidur dengan Mulut Terbuka, Waspadai dan Kenali Penyebabnya

Info Sehat
01 Apr

Berbagai Masalah Kulit yang Sering Dialami Bayi

Info Sehat
27 Mar

Ini Tanda Bayi Kebanyakan Minum Susu

Info Sehat
26 Mar

REAKSI ANDA

1 KOMENTAR

Avatar
aulia
2 Tahun Lalu

kalau mastrubasi saat hamil umur 8 bulanan lebih apa gpp?

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk
livechat