Cara Mengatasi Turun Berok pada Ibu Hamil

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 29 Aug 2019, 16:00 WIB
Turun berok sangat identik dengan pria. Tapi ternyata, ibu hamil juga bisa mengalaminya. Bagaimana cara mengatasi masalah ini?
Cara Mengatasi Turun Berok pada Ibu Hamil (RossHelen/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tak sedikit yang berpikir bahwa turun berok hanya bisa dialami oleh pria. Padahal, menurut fakta medis yang sebenarnya, kondisi ini juga bisa dialami oleh ibu hamil. Turun berok pada kehamilan dikenal dengan sebutan peranakan turun alias prolaps uteri. Lalu bagaimana mengatasi kondisi ini jika menimpa pada ibu hamil?

Dikatakan dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, turun berok pada pria biasanya terjadi akibat kebiasaan mengangkat benda berat atau adanya cedera di daerah selangkangan. Namun pada wanita, turun berok biasanya berkaitan dengan usia tua atau terlalu sering melahirkan.

"Wanita dikatakan mengalami turun berok apabila otot dasar panggulnya lebih fleksibel atau longgar sehingga menjadi turun ke bawah, ke saluran pencernaan. Kondisi ini paling sering terjadi pada wanita lanjut usia, mereka yang sering mengangkat benda berat, sedang hamil atau terlalu sering melahirkan," lanjut dr. Sepriani.

Mengatasi turun berok pada ibu hamil

Berkaitan dengan turun berok pada ibu hamil, dr. Sepriani mengatakan bahwa kondisi ini bisa terjadi karena pengaruh kenaikan berat badan selama kehamilan. Hanya saja, kenaikan berat badan yang bisa menyebabkan turun berok pada ibu hamil adalah yang terjadi secara mendadak atau dalam waktu singkat.

"Setiap ibu hamil pasti akan mengalami kenaikan berat badan, karena ada janin di dalam perutnya. Pada kebanyakan kasus, berat badan akan bertambah perlahan dan kekuatan panggul bisa menyesuaikan. Namun pada kasus tertentu, berat badan malah bertambah signifikan dan panggul tidak kuat untuk menahan beban. Alhasil, terjadilah turun berok,” kata dr. Sepri.

"Ibu hamil yang berisiko turun berok biasanya mengalami kenaikan bobot tubuh yang mendadak dan secara signifikan, cairan ketubannya banyak. Ibu hamil kembar juga bisa turun berok, begitu pula yang hamil untuk kesekian kalinya," kata dokter yang akrab disapa Sepri ini. 

Dikatakan oleh dr. Sepri, ibu hamil yang mengalami turun berok harus segera berobat ke dokter. Tindakan ini bertujuan agar ibu hamil bisa segera mendapatkan tindakan penanganan yang tepat, sehingga risiko terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan bisa diminimalkan.

Jika turun berok pada ibu hamil tidak segera mendapat penanganan, risiko terjadinya infeksi bisa meningkat sangat tinggi. Infeksi bisa terjadi karena pembuluh darah mengalami gangguan, yang bisa memicu terjadinya kematian jaringan jika dibiarkan.

"Jaringan yang mati bisa menjadi media bertumbuhnya kuman-kuman penyebab infeksi. Satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan tindakan operasi," tegas dr. Sepriani.

Turun berok pada ibu hamil adalah kondisi yang harus diwaspadai dan segera diobati. Jika terlambat diobati, ibu hamil lebih berisiko untuk mengalami hal-hal yang tidak diinginkan. Karenanya, jika Anda curiga adanya keluhan turun berok atau turun peranakan alias prolaps uteri – dan tidak tahu bagaimana mengatasi kondisi ini – segera periksakan diri ke dokter sebelum terlambat.

(NB/ RVS)