Insomnia Pada Bayi, Mungkinkah Terjadi?

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 30 Aug 2019, 11:00 WIB
Gangguan tidur dapat dialami oleh siapa saja, termasuk bayi. Kenali tanda-tanda insomnia pada bayi berikut ini.
Insomnia Pada Bayi, Mungkinkah Terjadi? (Maria Masarykova/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Insomnia merupakan salah bentuk gangguan tidur yang dapat dialami oleh setiap orang, tak terkecuali bayi dan anak-anak. Jika insomnia terjadi pada bayi, yang perlu diwaspadai adalah kondisi ini bisa memengaruhi pertumbuhan dan perkembangan si Kecil.

Masalah insomnia – baik yang terjadi pada orang dewasa, anak maupun bayi –sebenarnya tidak hanya persoalan kesulitan untuk mulai tidur. Gangguan tidur ini juga memengaruhi bagaimana agar tetap bertahan dalam tidur. 

Siklus tidur bayi

Dalam 1 tahun pertama kehidupannya, seorang bayi akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Setidaknya, bayi baru lahir membutuhkan sekitar 16 jam per hari untuk tidur. Waktu tersebut terbagi sekitar 8 jam untuk tidur pada siang hari dan 8-9 jam tidur pada malam hari. Lama waktu tidur ini pun juga akan berubah seiring bertambahnya usia. 

Bayi memiliki siklus tidur yang sedikit berbeda dengan orang dewasa. Pada bayi, siklus REM atau rapid eye movement (gerakan mata cepat) dan NREM atau non-rapid eye movement (gerakan mata lambat) berjalan lebih pendek dibandingkan pada orang dewasa. Biasanya satu siklus tidur diselesaikan dalam waktu 50 menit. 

Pada fase tidur REM, otak bayi mengalami perkembangan, pematangan kognitif dan kemampuan fisik. Sedangkan pada orang dewasa, fase tidur REM memproses segala kejadian yang terjadi sepanjang hari, membuat memori dan melepaskan hormon serotonin. 

Pada bayi baru lahir, jam tidurnya akan lebih teratur dibandingkan usia lainnya. Tetapi, pada kenyataannya banyak bayi baru lahir yang tidur sepanjang hari, namun terbangun pada malam hari. Perasaan lapar dan posisi tidur bayi sering kali menimbulkan masalah kualitas tidur bayi.

Tak hanya itu, perasaan lapar juga dapat memicu bayi terbangun dan menangis. Karena itu, jangan lupa untuk memperhatikan jam makan bayi agar si Kecil dapat tenang saat tertidur.

1 of 2

Berkembang seiring bertambahnya usia

Sebagian besar bayi cenderung lebih senang tidur dalam posisi tengkurap, tetapi posisi ini dapat meningkatkan risiko sindrom kematian bayi mendadak jika tidak diawasi dengan baik.

Oleh sebab itu, sebagai orang tua Anda dapat menyiasatinya dengan membungkus bayi menggunakan selimut. Dengan demikian bayi akan merasa lebih nyaman dan nyenyak seperti sedang dipeluk. 

Mulai di usia 6 bulan ke atas, gangguan tidur dapat lebih terlihat dibandingkan sebelumnya. Pada usia ini, bayi dapat menunjukkan kegelisahannya melalui tindakan seperti tiba-tiba terbangun dan menangis di malam hari, menolak untuk tidur padahal sudah jam tidur (terutama malam hari), maupun menunjukkan sikap tidak bisa lepas dari kedua orang tua atau pengasuh.

Kondisi ini masih dalam batas normal pada tahap perkembangan seorang anak. Hal ini diperkirakan terjadi karena adanya kecemasan akan berpisah dengan orang tua maupun dengan pengasuh. 

Mengatasi insomnia pada bayi

Sebenarnya gangguan tidur pada bayi dapat diatasi dengan memperbaiki pola tidur pada bayi. Oleh sebab itu, apabila Anda sudah mengetahui tanda–tanda bayi mengantuk seperti sering menguap, mengucek mata, dan mulai rewel, segera tidurkan bayi Anda dan buat suasana yang nyaman juga saat Anda membangunkannya. 

Tidak hanya memperbaiki pola tidur pada bayi untuk mengatasi masalah gangguan tidur, tetapi peran orang tua juga diikutsertakan.

Kesabaran dan kedisiplinan orang tua memengaruhi tingkat keberhasilan mengubah pola tidur bayi. Misalnya, meletakkan si Kecil pada ranjang bayi dan menemani hingga bayi tertidur tanpa bersuara.  

Insomnia pada bayi dapat terjadi karena banyak faktor, seperti karena kondisi lapar, tidak nyaman dengan lingkungan tempat tidur, maupun saat keadaan sakit. Gangguan tidur ini dapat berlanjut menjadi masalah kesehatan karena dapat mengganggu tahapan pertumbuhan dan perkembangan bayi serta mengganggu keseimbangan sistem kekebalan tubuh si Kecil.

Masalah insomnia pada bayi bisa terjadi dalam beragam bentuk seperti adanya perubahan pola tidur, sulit tidur, maupun sering terbangun pada malam hari. Jika si Kecil mengalami masalah gangguan tidur semacam itu, segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.  

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓