Waspadai 5 Tanda Kekurangan Yodium Ini

Oleh Ayu Maharani pada 30 Aug 2019, 12:00 WIB
Yodium adalah jenis mineral esensial yang dibutuhkan tubuh. Apa tanda-tanda kekurangan yodium, dan apakah ini berbahaya?
Waspadai 5 Tanda Kekurangan Yodium Ini (Thunderstock/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Yodium memiliki peran yang esensial, yaitu menjaga metabolisme tubuh dengan memengaruhi kinerja kelenjar tiroid. Lalu jika kekurangan yodium, apakah berbahaya? Apa saja tanda-tandanya?

“Yodium merupakan salah satu mineral esensial yang dibutuhkan untuk menunjang fungsi dari kelenjar tiroid. Selain membantu meningkatkan energi, yodium juga dikenal dapat menunjang daya pikir dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak. Beberapa sumber alami dari yodium adalah garam dan seafood,” ujar dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc, MSc, dari KlikDokter.

Sayangnya, berdasarkan studi dalam jurnal medis “Nutrients” tahun 2017, hingga sepertiga populasi dunia berisiko mengalami kekurangan yodium. Mereka yang lebih berisiko mengalami defisiensi yodium antara lain:

  • Ibu hamil.
  • Orang-orang yang tinggal di negara-negara yang tanahnya memiliki sedikit yodium, termasuk Asia Selatan, Asia Tenggara, Selandia Baru, dan negara-negara Eropa.
  • Orang-orang yang tidak mengonsumsi garam beryodium.
  • Orang-orang dengan pola makan vegetarian atau vegan.

Kadar yodium yang diperlukan tubuh

Tubuh tidak memproduksi mineral yodium sendiri. Oleh karena itu, sumbernya adalah dari makanan yang sehari-hari Anda konsumsi. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan asupan yodium sehari-harinya sebagai berikut:

  • Bayi: 90-120 mcg yodium per hari
  • Anak-anak: 120 mcg yodium per hari
  • Remaja dan orang dewasa: 150 mcg yodium per hari
  • Ibu hamil: 220 mcg yodium per hari
  • Ibu menyusui: 250 mcg yodium per hari

Yodium tak hanya bersumber dari garam atau makanan laut, tetapi juga lewat susu, keju, telur, rumput laut, serta aneka sayuran yang ditanam di tanah yang kaya akan yodium.

Kehadiran garam beryodium sebenarnya sudah menurunkan angka defisiensi yodium, tetapi menurut American Thyroid Association (ATA), defisiensi yodium masih berisiko menyerang 30 persen populasi dunia. Itu berarti, masih cukup banyak orang yang berisiko terkena gondok dan hipotiroid.

1 of 2

Tanda-tanda kekurangan yodium

Untuk mencegah kekurangan yodium, Anda perlu mengenali apa saja tanda-tandanya seperti yang dijelaskan di bawah ini.

  1. Selalu merasa lelah dan penat

Mikronutrien esensial seperti yodium ditemukan di setiap jaringan dalam tubuh. Apabila sampai kekurangan zat tersebut, maka Anda berpotensi mengalami hipotiroid. 

Menurut dr. Alvin Nursalim, SpPD, dari KlikDokter, hipotiroid adalah kondisi kelenjar tiroid yang tidak memproduksi hormon tiroid dalam jumlah yang cukup. Sehingga, gejala khas mudah lelah muncul.

  1. Ada benjolan besar di leher 

Kalau sudah memiliki benjolan besar di leher bagian depan alias gondok, kemungkinan besar Anda mengalami defisiensi yodium.

Umumnya, untuk mangatasi kondisi tersebut kebanyakan orang langsung mencari makanan asin. Tak tanggung-tanggung, makanan yang dikonsumsi pun berupa makanan olahan yang cenderung tak sehat. Padahal, tak semua makanan asin mengandung yodium. 

Bukannya memenuhi kebutuhan penting tersebut, justru masalah kesehatan lainlah yang datang, misalnya saja radang tenggorokan hingga tekanan darah tinggi alias hipertensi. 

  1. Sering merasa tersedak ketika berbaring

Adanya benjolan di bagian leher depan dapat menyebabkan Anda kesulitan bernapas dan menelan. Tak cuma itu, menurut ATA, tanda lainnya adalah Anda akan sering merasa tersedak ketika berbaring.

  1. Kulit kering dan sensitif terhadap rasa dingin

Tanda-tanda lain dari hipotiroid adalah kulit kering, mudah kedinginan, dan kelemahan otot. Wanita memiliki risiko delapan kali lebih besar untuk terkena masalah ini ketimbang pria. Biasanya, wanita yang terkena hipotiroid adalah yang sudah memasuki masa menopause. 

  1. Mengalami keguguran 

Saat hamil, tubuh membutuhkan hormon tiroid. Itu berarti, tubuh membutuhkan lebih banyak lagi asupan yodium untuk memproduksi hormon tersebut. 

Hormon tiroid membuat mielin, sebuah lapisan yang mengelilingi sel saraf sekaligus menjaga kondisi janin. Apabila ibu hamil kekurangan yodium, risiko mengalami keguguran dan melahirkan bayi mati akan besar. 

Selain itu, rambut rontok, adanya peningkatan berat badan tanpa sebab yang jelas, sering mengalami gangguan menstruasi, dan menurunnya daya ingat serta kemampuan berpikir juga menjadi tanda kekurangan yodium.

Kekurangan yodium sangat sering terjadi. Sehingga, dengan mengetahui tanda-tandanya, diharapkan Anda dapat mencegah defisiensi mineral penting tersebut. Kekurangan yodium bisa dengan mudah dicegah dengan menambahkan garam beryodium dalam menu makan sehari-hari, sehingga kebutuhan yodium harian bisa terpenuhi. Jika sudah terlanjur mengalami defisiensi yodium, sebagiknya tangani dengan bantuan dokter.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓