Ini Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil setelah Melahirkan

Oleh Ayu Maharani pada 30 Aug 2019, 15:20 WIB
Bolak-balik ke toilet itu cukup merepotkan. Bagaimana ya cara mengatasi sering buang air kecil setelah melahirkan tanpa harus menahannya?
Ini Cara Mengatasi Sering Buang Air Kecil setelah Melahirkan (VGstockstudio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Wanita yang baru saja melahirkan bukan cuma berurusan dengan bayi dan ASI. Kondisi sering buang air kecil setelah melahirkan juga sering kali harus dihadapi. Akibatnya, sang ibu mesti bolak-balik ke toilet di tengah aktivitas mengasuh bayi.

Mengapa bisa terjadi?

Sebenarnya, kondisi bolak-balik ke toilet itu wajar. Dijelaskan dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, sering buang air kecil setelah melahirkan disebabkan oleh otot-otot dasar panggul yang melemah pasca melahirkan. 

Apabila Anda bukan wanita hamil atau wanita baru saja melahirkan, tetapi memiliki frekuensi kencing yang cukup sering, bisa jadi itu disebabkan beberapa faktor lain. Misalnya saja, karena alami infeksi saluran kemih, memang memiliki ukuran kandung kemih yang kecil, sedang mengonsumsi obat diuretik, hingga kemungkinan Anda punya diabetes. 

Dalam dunia medis, kondisi di mana wanita yang baru melahirkan sulit untuk menahan kencing sehingga frekuensi berkemihnya menjadi sering disebut inkontinensia postpartum. Selain dipicu lemahnya otot dasar panggul, adanya sayatan pada perineum (bagian antara vagina dan anus) saat persalinan untuk melebarkan jalan lahir, juga bisa memicu kondisi tersebut. 

Bagaimana cara mengatasinya?

Kabar baiknya, inkontinensia postpartum akan menghilang beberapa minggu hingga satu tahun setelah melahirkan. Kalau begitu, cara pertama yang dapat Anda lakukan adalah sabar dan tak perlu diambil pusing. Namun, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasinya, yaitu:

  • Lakukan senam Kegel

Dikatakan dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, senam Kegel dapat memperkuat otot-otot yang berada di sekitar saluran kemih sehingga efektif untuk mencegah beser. 

Hamil, melahirkan, dan adanya peningkatan berat badan dapat membuat seorang wanita mengalami penurunan kekuatan otot di daerah kewanitaan. Selain tidak bisa menahan buang air kecil, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan vagina kendur. 

“Untuk itu, lakukanlah senam Kegel setidaknya tiga kali sehari secara rutin,” kata dr. Dyan Mega. Sekadar tambahan, senam ini dapat dilakukan dengan berbaring atau duduk dan Anda dapat melihat tutorialnya di kanal-kanal Youtube. 

  • Terapi stimulasi listrik 

Selain senam Kegel, Anda juga bisa mendapatkan terapi stimulasi listrik untuk mengurangi frekuensi buang air kecil. Terapi ini dilakukan dengan cara mengalirkan listrik berkekuatan rendah ke otot dasar panggul. Otot pun berkontraksi seperti saat melakukan senam Kegel. 

  • Cincin pencegah kehamilan

Alat pencegah kehamilan yang berbentuk cincin dan terbuat dari silikon dapat digunakan untuk meredakan gejala sering buang air kecil. Setelah dipasang, biasanya keinginan kencing akan lebih terkontrol. 

  • Suntikan kolagen

Cara yang satu ini hanya bisa dilakukan oleh wanita yang sudah tidak ingin memiliki anak lagi. Suntikan kolagen berfungsi untuk memperkuat jaringan di sekitar kandung kemih. 

  • Operasi 

Tindakan ini hanya dilakukan apabila metode-metode di atas tidak berhasil. Tindakan yang dilakukan adalah memasang alat bantu atau menyuntikkan obat pada saluran kemih dan otot dasar panggul. Gunanya, untuk meningkatkan kekuatan otot panggul agar bisa menahan diri dalam hal berkemih.

  • Turunkan berat badan Anda

Peningkatan berat badan saat hamil bisa membuat otot dasar panggul melemah. Oleh sebab itu, lakukan diet sehat dan lakukan olahraga secara teratur agar berat badan kembali normal. Jika berat badan masih di angka yang tinggi, menguatkan otot dasar panggul juga akan lebih sulit.

Beberapa cara yang diuraikan di atas, bisa Anda lakukan untuk mengatasi sering buang air kecil setelah melahirkan. Selama menerapkan salah satu cara di atas, akan lebih baik lagi jika Anda mengurangi konsumsi minuman kafein, seperti kopi dan teh, karena keduanya bersifat diuretik dan bisa memicu untuk terus berkemih.

[HNS/ RVS]