Ancaman Polusi Udara terhadap Kesehatan Jantung

Oleh dr. Nabila Viera Yovita pada 31 Aug 2019, 14:00 WIB
Indonesia sempat menempati peringkat atas negara dengan ancaman polusi udara yang berbahaya terhadap kesehatan jantung. Berikut adalah faktanya.
Ancaman Polusi Udara terhadap Kesehatan Jantung (New Africa/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Polusi udara tak hanya menyebabkan ancaman pada pernapasan dan paru-paru, namun ternyata juga berdampak terhadap kesehatan jantung. Udara yang berpolusi dapat bersumber dari berbagai hal seperti pembakaran kayu, sisa pembakaran mobil dari diesel, maupun dari produk industri.

Berbagai sumber polusi udara tersebut mengandung partikel kecil dan gas yang berbahaya jika Anda menghirupnya, misalnya:

  • Gas nitrogen oksida, ozon, sulfur dioksida, dan karbon monoksida
  • Particulate matter (PM), yang terbentuk dari partikel padat maupun cair seperti jelaga dan debu

Berbagai partikel tersebut bisa amat berbahaya hingga menyebabkan penyakit yang menyerang kesehatan jantung.

Dampak polusi udara

Penelitian telah membuktikan bahwa polusi udara memberi dampak negatif pada jantung dan peredaran darah dengan cara:

  • Merusak dinding dalam pembuluh darah, sehingga mengeras dan menyempit.
  • Membatasi pergerakan pembuluh darah, sehingga meningkatkan tekanan darah dan memberi beban lebih pada jantung.
  • Membuat darah yang menggumpal lebih mudah membeku.
  • Memengaruhi fungsi listrik normal pada jantung, sehingga menyebabkan irama jantung menjadi tidak teratur. 
  • Menyebabkan perubahan kecil pada struktur jantung, seperti yang terlihat pada fase awal gagal jantung.

Kerusakan di atas dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, atau membuat individu yang sudah mengalami masalah pada jantung dan peredaran darah memiliki risiko tinggi terhadap serangan jantung atau stroke.

Contohnya, jika sudah ada kondisi aterosklerosis atau penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah arteri, akan memicu masalah ketika polutan udara menyebabkan terbentuknya plak dan memicu pecahnya arteri Kondisi ini tentu saja rentan memicu serangan jantung.

Ditemukan bahwa terjadi peningkatan kematian di Los Angeles ketika terdapat konsentrasi tinggi kabut campur asap di udara, dan hal ini terbukti terjadi di negara lain pula.

Karena ukurannya yang kecil, polutan udara tidak mudah dideteksi dan lebih mudah masuk ke dalam tubuh. Proses dimulai ketika masuk dan mengiritasi paru-paru, serta pembuluh darah di sekitar jantung.

Seiring dengan bertambahnya waktu, polutan meningkatkan proses penyakit yang sudah ada pada pembuluh darah arteri. Diketahui bahwa kualitas udara yang buruk bertanggung jawab akan 36.000 kematian per tahunnya di Inggris, dengan dampak yang signifikan terhadap kesehatan jantung dan peredaran darah. Sebagian besar kematian yang ditemukan akibat polusi udara adalah penyakit jantung dan stroke.

1 of 2

Cara melindungi diri dari ancaman polusi udara

Beberapa penelitian menyebutkan bahwa diet sehat dan seimbang dengan jumlah buah dan sayuran yang cukup sangat bermanfaat untuk melindungi tubuh dari dampak negatif polusi udara. Bergerak aktif, dan memantau level polusi udara di area tinggal dan bekerja juga bisa dilakukan.

Selain itu, hindari berjalan maupun bersepeda pada area yang memiliki kualitas udara yang jelek, terutama jika sudah memiliki gangguan kesehatan spesifik seperti jantung dan peredaran darah.

Hingga kini memang belum terdapat bukti yang cukup bahwa penggunaan masker untuk menutup hidung dan mulut cukup efektif untuk mengatasi efek polusi udara. Namun, berikut ini adalah beberapa kiat agar Anda lebih nyaman beraktivitas meskipun terdapat ancaman polusi udara:

  1. Jika memiliki kondisi khusus pada jantung dan atau pembuluh darah, rutinlah periksakan diri ke dokter.
  2. Hindari terlalu lama terpapar polusi udara yang tinggi, termasuk di jalan raya yang ramai atau di sekitar kawasan industri yang terdapat banyak pabrik.
  3. Jika Anda harus bepergian ke tempat dengan polusi udara yang tinggi, kurangi paparan polusi udara dengan tidak mengunjunginya pada waktu jam sibuk.
  4. Pilih rute perjalanan yang jauh dari keramaian.
  5. Berolahraga di dalam ruangan jika polusi udara sedang pada tingkat sedang, tinggi, atau sangat tinggi. Olahraga membutuhkan udara yang sehat karena jantung memompa lebih cepat, sehingga berbahaya jika menghirup udara berpolusi.

Selain menghindari polusi udara, kurangi “kontribusi” Anda dalam menyebarkan gas polutan akibat memakai mobil pribadi. Solusinya gunakanlah transportasi umum. Dengan berbagai upaya, Anda dapat mengurangi ancaman kesehatan akibat polusi udara terhadap kesehatan jantung serta paru.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓