Apakah Remaja Perlu Diet Karbo?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 31 Aug 2019, 16:30 WIB
Salah satu metode menurunkan berat badan yang banyak dilakukan kaum remaja adalah diet karbo. Apa kata medis terkait fenomena ini?
Apakah Remaja Perlu Diet Karbo? (Dragana Gordic/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Tubuh sedang mengalami pertumbuhan yang sangat pesat di masa remaja. Namun, demi mendapat bentuk tubuh yang ideal, tak sedikit remaja yang menerapkan metode diet tertentu. Salah satu metode diet yang paling poluler dilakukan remaja adalah diet karbo.

Diet karbo itu sendiri dilakukan dengan membatasi konsumsi karbohidrat dalam sehari. Ini artinya, orang-orang yang melakoni diet karbo mesti membatasi konsumsi beras, gandum, umbi-umbian, buah, sayur dan asupan lain yang mengandung senyawa karbohidrat. Jumlah karbohidrat harian biasanya dibatasi menjadi hanya 60–130 gram.

Sebagai pengganti karbohidrat yang dibatasi, pelaku diet karbo mesti meningkatkan konsumsi makanan yang mengandung protein dan lemak. Sumber protein yang umumnya dijadikan pilihan adalah daging, ikan, telur, kacang-kacangan, biji-bijian, sayur dan buah,. 

Kepada KlikDokter, dr. Rio Aditya mengatakan bahwa tujuan diet karbohidrat memang untuk mengurangi berat badan. Tak hanya itu, metode diet ini juga bisa dilakukan demi mengurangi risiko penyakit diabetes mellitus.

Diet karbo pada remaja, perlukah?

Apakah remaja perlu menerapkan metode diet karbo agar memiliki bentuk badan yang ideal? Bukankah remaja sedang dalam masa pertumbuhan? Terkait ini, dr. M. Dejandra Rasnaya dari KlikDokter mengatakan bahwa medis sebenarnya tidak melarang remaja untuk melakukan diet karbo. Asalkan, dirinya mengalami obesitas dan sudah berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter sebelumnya.

"Sebenarnya tergantung kebutuhan remaja itu sendiri. Kalau memang masih remaja tapi sudah obesitas dan sedang diprogramkan untuk menurunkan berat badan, menurut saya tidak apa-apa melakukan diet karbo,” tutur dr. Dejandra.

“Tapi, kalau bobot tubuhnya normal, sebaiknya remaja tidak diet karbo. Lebih baik terapkan diet lengkap dan seimbang yang meliputi konsumsi karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin. Dikatakan seimbang ketika yang disebutkan itu tadi tidak ada yang lebih menonjol dari yang lain," tambahnya.

Lebih lanjut, dr. Dejandra mengatakan bahwa pola diet lengkap dan seimbang yang dilakukan remaja juga perlu diiringi dengan aktivitas seperti olahraga. Ini supaya tubuh tetap fit dan berat badan tidak melonjak secara berlebihan.

1 of 2

Diet sehat untuk remaja

Bila ingin mengatur pola makan untuk menurunkan atau menjaga berat badan di rentang optimal, para remaja perlu melakukannya dengan berpegangan pada prinsip di bawah ini:

  • Jumlah kalori

Berdasarkan penuturan dr. Alvin Nursalim, SpPD dari KliKDokter, salah satu kunci diet sehat ialah kandungan kalori yang seimbang. Ingat, remaja membutuhkan jumlah kalori yang cukup untuk menunjang pertumbuhan. Karena itu, hindari pembatasan kalori, termasuk memasok kalori ke dalam tubuh, secara berlebihan.

"Jangan makan dalam jumlah porsi yang terlalu sedikit, karena dapat mengganggu pertumbuhan. Acuannya, Anda dapat membagi diet menjadi 3 porsi makan besar, dan 2 camilan porsi kecil. Jika terbiasa makan secara berlebihan, Anda dapat mengurangi porsinya sedikit demi sedikit," saran dr. Alvin.

  • Kandungan nutrisi

Jangan melupakan makanan yang kaya protein dan kalsium, seperti daging, susu, dan telur. Pilihlah sumber karbohidrat yang lebih baik untuk kesehatan, misalnya gandum dan nasi merah. Selain itu, Anda juga disarankan untuk mengonsumsi berbagai buah dan sayuran dalam porsi cukup setiap hari.

  • Berolahraga

Diet tidak akan berlangsung dengan optimal jika tidak disertai dengan olahraga. Karenanya, agar kesehatan tetap terjaga dan laju pertumbuhan juga optimal, diet sehat mesti disandingkan dengan olahraga secara teratur.

"Pilihlah olahraga dengan komposisi yang tepat, yaitu kombinasi aerobik dan angkat beban. Olahraga aerobik berguna untuk membakar kalori dan melatih fungsi jantung. Sedangkan olahraga beban berfungsi mengoptimalkan otot dan menambah kekuatan tulang," kata dr. Alvin.

Pada dasarnya, remaja tidak dianjurkan untuk melakoni diet karbo jika tidak ada keadaan atau anjuran khusus oleh dokter. Anda yang masih remaja sebaiknya menerapkan pola diet seimbang yang diiringi dengan olahraga secara rutin dan teratur. Dengan gaya hidup seperti ini, kesehatan akan terjaga dan pertumbuhan akan berlangsung secara optimal.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓