Persendian Sering Sakit, Sudah Pasti Asam Urat?

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 02 Sep 2019, 11:00 WIB
Asam urat memang menyebabkan persendian sakit. Namun, persendian sering sakit tidak selalu berarti asam urat. Lalu kondisi apa itu?
Persendian Sering Sakit, Sudah Pasti Asam Urat? (Syda Productions/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Penyakit asam urat sering dijadikan kambing hitam untuk setiap keluhan nyeri sendi yang dialami. Padahal, persendian sering sakit ada banyak penyebabnya. Yuk, kenali penyebab nyeri sendi sering kambuh!

Nyeri sendi dan asam urat

Tulang manusia dihubungkan satu sama lain dengan sendi. Ketika mengalami nyeri sendi, tentu aktivitas sehari-hari Anda dapat terganggu. Nyeri sendi yang terjadi dapat beragam, mulai dari yang hanya sebentar dan jarang, serta sering dan lama hingga bertahun-tahun. 

Asam urat memang merupakan salah satu penyebab dari gejala sering nyeri sendi. Asam urat atau gout ini disebabkan oleh kadar asam urat yang tinggi pada tubuh. Kristal asam urat pun dapat menumpuk pada sendi, terutama sendi kecil, seperti jari kaki dan tangan. Selain sering nyeri sendi, gejala lain yang dapat terjadi berupa bengkak dan timbulnya tofus (benjolan).

Penyakit asam urat behubungan erat dengan diet sehari-hari. Untuk menghindari terjadinya serangan penyakit ini, penderita harus menghindari makanan yang tinggi kandungan purin. Contoh makanan yang harus dihindari adalah jeroan, sarden, kerang, ikan herring, kacang-kacangan, bayam, udang, dan juga daun melinjo.

Nyeri sendi bukan cuma karena asam urat

Selain asam urat, masih ada beberapa penyakit lain yang juga menyebabkan gejala sering nyeri sendi, yaitu:

  1. Osteoarthritis

Osteoarthritis sering dialami oleh orang tua sekitar usia 40-50 tahun. Gejala utama merupakan nyeri sendi pada lutut. Akan tetapi, osteoarthritis dapat terjadi pada sendi seluruh tubuh, tapi paling sering menyerang tangan, pergelangan tangan, punggung, lutut, dan pinggang.

Osteoarthritis adalah peradangan sendi yang dapat disebabkan oleh penuaan, cedera, dan obesitas. Gangguan ini memberikan gejala nyeri sendi dan kekakuan sendi. Nyeri awalnya terjadi cukup ringan dan semakin memberat. Nyeri biasanya diperberat oleh aktivitas dan menghilang setelah beristirahat. 

Jika sudah parah, pergerakan penderita dapat menjadi terbatas dan disertai bunyi gemeretak ketika sendi bergerak. Jika penderita memiliki berat badan berlebih, menurunkan berat badan dapat mengurangi gejala osteoarthritis.

  1. Rheumatoid arthritis 

Rheumatoid arthritis juga biasanya dialami oleh orang tua usia 40-60 tahun. Gangguan sendi ini juga lebih sering terjadi pada wanita atau ketika memiliki riwayat keluarga dan merokok atau perokok pasif. 

Nyeri sendi pada rheumatoid arthritis awalnya tidak terlalu dirasakan mengganggu. Namun, penderita makin lama aka  makin merasakan nyeri sendi di lebih banyak bagian tubuh karena peradangan kian menyebar dan terasa makin hebat. 

Rheumatoid arthritis adalah penyakit peradangan sendi yang disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh menyerang bagian tubuh sendiri. Sendi yang biasanya diserang adalah tangan, pergelangan tangan, dan lutut. 

Biasanya, rheumatoid arthritis menyerang kedua sisi tubuh. Kesimetrisan inilah yang membedakan rheumatoid arthritis dengan tipe arthritis lainnya. Selain menyerang sendi, rheumatoid arthritis juga menyerang jaringan sekitar sendi dan organ tubuh, seperti kulit, mata, paru-paru, jantung, dan saraf. 

  1. Infeksi

Infeksi juga dapat menyebabkan peradangan sendi, terutama infeksi virus seperti demam berdarah, chikungunya, dan rubella. Selain nyeri sendi, biasanya gejala yang timbul lainnya adalah demam. Nyeri sendi yang timbul dapat menyerang seluruh sendi tubuh dan menyerupai rasa pegal-pegal.

Jika persendian Anda sering sakit, itu bukan berarti selalu disebabkan oleh asam urat. Diperlukan pemeriksaan oleh dokter terkait kondisi, gejala, dan nyeri yang Anda derita. Nah, daripada menebak-nebak atau bahkan salah pengobatan, lebih baik Anda segera berkonsultasi kepada dokter. 

[HNS/ RVS]