Efektifkah Mengatasi Jerawat dengan Blue Light Therapy?

Oleh Ayu Maharani pada 02 Sep 2019, 14:40 WIB
Mengatasi jerawat membandel dengan blue light therapy katanya lebih efektif ketimbang cara lain. Benarkah demikian?
Efektifkah Mengatasi Jerawat dengan Blue Light Therapy? (LTim/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Ketika ditanya soal bagaimana cara mengatasi jerawat, mungkin yang terpikirkan oleh sebagian orang adalah memakai krim khusus atau sering-sering mencuci wajah. Bahkan, ada pula yang mengatasi jerawat secara instan dengan cara memencetnya hingga pecah. Bagaimana dengan Anda?

Ketimbang memencet hingga pecah atau gonta-ganti perawatan kulit yang belum tentu sesuai untuk wajah, ada satu solusi yang katanya lebih efektif untuk mengatasi permasalahan jerawat, yakni dengan blue light therapy. Tahukah Anda tentang metode terapi yang satu ini?

Mengenal blue light therapy

Dilansir dari Medical News Today, blue light therapy adalah pengobatan non-invasif dengan menggunakan cahaya untuk membunuh bakteri di kulit. Cahaya tersebut mampu membunuh Propionibacterium acnes (P. acnes) yang menyebabkan jerawat, dengan efek samping yang relatif sedikit. 

Kabar baiknya lagi, blue light therapy sudah mendapat persetujuan oleh Food and Drug Administration (FDA) sehingga bagi yang punya jerawat batu dan belum pernah mendapatkan terapi lain, Anda bisa melakukannya dengan tenang. Anda yang hendak mencoba metode ini untuk pertama kali disarankan untuk melakukannya secara langsung di dokter kulit, meski saat ini sudah ada yang menjual alat blue light therapy di pasaran.

Dikatakan oleh American Academy of Dermatology, blue light therapy memang menunjukkan “janji besar” untuk mengobati jerawat. Orang-orang yang sudah mencoba mengaku mengalami peningkatan kesehatan kulit yang signifikan setelah menjalani beberapa sesi terapi.

Lebih lanjut, blue light therapy tidak seperti photodynamic therapy. Sebab, pada blue light therapy, tidak ada persyaratan untuk menghindari sinar matahari setelah perawatan, tidak meninggalkan jaringan parut, dan tanpa rasa sakit.

1 of 2

Efektivitas blue light therapy untuk atasi jerawat

Sebuah studi dengan sampel orang-orang yang memiliki jerawat ringan hingga sedang diobati dengan blue light therapy sebanyak dua kali dalam seminggu. Hasilnya, masalah jerawat yang dialami oleh partisipan berkurang hingga 64 persen.

Lalu, ada lagi sebuah studi yang dilakukan pada 28 orang dewasa. Partisipan diberi terapi sebanyak delapan sesi selama empat minggu berturut-turut dan memberikan hasil yang kurang lebih sama seperti hasil penelitian sebelumnya. Bonusnya lagi, partisipan juga tidak mendapatkan efek samping yang merugikan. 

Kali ini, blue light therapy dilakukan dengan pemakaian produk perawatan kulit tertentu. Terapi diberikan dua kali sehari selama delapan minggu dan hasilnya pun sangat memuaskan. Partisipan yang sebelumnya punya masalah jerawat kini telah mengalami perbaikan kondisi hingga 90 persen berkat perpaduan blue light therapy dan skin care yang sesuai.

Kontradiksi blue light therapy

Bagi orang dengan kulit yang benar-benar sensitif, blue light therapy bisa memberikan sedikit efek samping. Dilaporkan bahwa terapi ini bisa menyebabkan kulit kering dan kemerahan pada orang-orang dengan kondisi kulit demikian.

Selain itu, orang dengan kondisi penyakit yang langka, seperti kelainan darah yang menyebabkan sensitivitas terhadap cahaya (porfiria), juga harus menghindari terapi ini. Lebih lanjut, orang yang menderita penyakit lupus atau alergi terhadap porfirin juga sebaiknya tidak mendapatkan blue light therapy.

Itulah mengapa, Anda sangat dianjurkan untuk menjalani terapi di dokter kulit bersertifikat dan tepercaya agar terapi yang Anda dapatkan bisa lebih maksimal.  Jikapun kondisi kulit Anda tidak memenuhi syarat untuk menjalani blue light therapy, dokter bisa memberikan terapi alternatif untuk mengatasi permasalahan kulit tanpa harus bikin penyakit Anda kambuh atau semakin parah. 

Mencegah jerawat kembali muncul

Apabila blue light therapy sudah diterapkan dan hasilnya memuaskan, Anda juga mesti memelihara kondisi wajah supaya jerawat tak balik lagi. Berikut beberapa cara mencegah jerawat kembali muncul yang direkomendasikan dr. Fiona Amelia MPH dari KlikDokter:

  • Cukupi waktu istirahat Anda.
  • Kelola stres dengan baik.
  • Batasi konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, terlalu berminyak, dan terlalu pedas.
  • Jangan lupa cuci wajah setelah beraktivitas. 
  • Tingkatkan konsumsi asupan yang mengandung asam lemak omega-3, seperti alpukat, tuna dan salmon.
  • Bersihkan secara rutin barang-barang yang kerap menempel ke wajah. Misalnya, helm, brush atau spons make up, dan layar ponsel. 

Blue light therapy terbukti dapat menjadi pengobatan yang efektif untuk mengatasi jerawat, khususnya jerawat batu yang sulit hilang. Bagi Anda yang tertarik, lakukan terapi ini di dokter kulit atau klinik tepercaya agar hasil yang didapatkan sesuai dengan harapan.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓