Vitamin Neurotropik, Apa Itu?

Oleh KlikDokter pada 03 Sep 2019, 13:15 WIB
Untuk menjaga kesehatan saraf, ada jenis vitamin yang berperan penting, yaitu vitamin neurotropik. Apa itu? Yuk, kenali lebih jauh!
Vitamin Neurotropik, Apa Itu? (Maryna Olyak/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Beragam faktor seperti usia, merokok, konsumsi alkohol, diabetes, melakukan gerakan berulang berdurasi lama, dan kekurangan vitamin B12 bisa sebabkan kerusakan saraf tepi (neuropati). Kondisi ini bisa dicegah dengan konsumsi vitamin neurotropik. Apa, sih, vitamin neurotropik itu?

Sistem saraf dalam fungsi tubuh sehari-hari membuat tubuh merasakan (sensorik) dan bergerak (motorik). Selain itu, sistem saraf juga menjaga tubuh tetap bernapas atau menjaga tekanan darah (tanpa disadari atau autonomik) serta membuat tubuh merasakan dan bergerak (disadari atau somatik).

Waspada neuropati

Sebelum membahas apa itu vitamin neurotropik, pertama-tama mari kenali dulu hal-hal seputar neuropati. Neuropati adalah gangguan atau kerusakan pada saraf, pusat dan/atau perifer.

Ada beberapa jenis neuropati, tetapi yang paling umum terjadi adalah neuropati perifer atau gangguan saraf tepi. Gangguan ini ditandai dengan kesemutan, kaku, kram, sensasi terbakar, atau mati rasa pada bagian tubuh tertentu.

Sekilas gejala yang disebutkan tadi terdengar sepele, ya, karena mungkin biasa diatasi pakai balsam atau obat gosok. Padahal, kerusakan saraf tepi dapat memengaruhi kualitas hidup dan mengurangi kemampuan Anda beraktivitas. Selain itu, juga bisa mengakibatkan gangguan sensorik, motorik, dan penurunan kualitas hidup pasien.

Nah, kerusakan saraf tepi ini bisa dihindari dengan perubahan pola hidup yang lebih sehat dan dioptimalkan dengan konsumsi vitamin neurotropik.

Apa itu vitamin neurotropik?

Vitamin neurotropik adalah golongan vitamin yang bermanfaat untuk kesehatan sistem saraf. Kelompok vitamin ini terdiri dari B1, B6, dan B12. Selanjutnya akan dijelaskan secara lengkap masing-masing fungsinya.

  • Vitamin B1

Vitamin B1 (tiamina atau thiamine) berperan memetabolisme karbohidrat—menggunakannya menjadi energi. Selain itu, vitamin B1 juga baik untuk saraf.

Kekurangan vitamin B1 dapat menyebabkan penyakit beri-beri (gangguan pada saraf perifer), kebingungan, dan kehilangan memori jangka pendek.

Vitamin B1 banyak terdapat pada daging sapi, babi, kacang-kacangan, biji-bijian, buah dan sayur seperti jeruk, kentang, asparagus dan kale.

Penelitian menunjukkan, suplemen yang mengandung vitamin B1 bisa membawa manfaat pada penyakit Alzheimer, katarak, dan ginjal pada penderita diabetes.

  • Vitamin B6

Vitamin B6 (piridoksina atau pyridoxine) juga baik untuk kesehatan saraf, yaitu membantu pembentukan mielin (selubung saraf) dan transmisi saraf pada otak.

Beberapa penelitian membuktikan bahwa orang-orang yang mengonsumsi suplemen vitamin B6 memiliki fungsi memori yang lebih baik. Vitamin B6 pada orang tua juga dapat menurunkan risiko demensia.

Sumber vitamin B6 termasuk hati sapi, ikan, ayam, pisang, tahu, alpukat, wortel, kacang-kacangan, bayam, dan bjii-bijian. Kekurangan vitamin B6 dapat menyebabkan neuropati perifer, anemia, kejang, depresi, kebingungan, dan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

  • Vitamin B12

Vitamin B12 (kobalamin) perannya penting dalam pembentukan mielin. Selubung mielin melindungi serat saraf dan memengaruhi kecepatan transmisi sinyal.

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan jaundice (penyakit kuning), lemah, gangguan keseimbangan dan koordinasi tubuh, sesak, pusing, penglihatan kabur, dan perubahan mood.

Dalam jangka lama, kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kerusakan saraf dan memberikan sensasi pins and needles (ditusuk-tusuk). Kebas dan kesemutan merupakan gejala defisiensi vitamin B12.

Sumber vitamin B12 antara lain: daging, ikan, ayam, telur, dan produk susu.

Anda tak perlu repot-repot membeli tiga jenis vitamin tersebut, karena sekarang sudah ada vitamin neurotropik hemaviton Neuro Forte. Kandungan utama vitamin ini adalah vitamin B1 (100 mg), vitamin B6 (100 mg), dan vitamin B12 (5.000 mcg)—ketiganya bekerja optimal dalam memelihara kesehatan sistem saraf.

Mencegah neuropati

Selain dengan mengonsumsi vitamin neurotropik hemaviton Neuro Forte, neuropati juga bisa dicegah dengan menjalani gaya hidup sehat, memastikan asupan gizi lengkap seimbang, termasuk mengendalikan faktor risiko sebelum kerusakan saraf terjadi.

Langkah-langkah pencegahan tersebut bisa sangat bermanfaat, khususnya pada kondisi yang berisiko lebih tinggi mengalami gangguan saraf seperti: penderita diabetes, lansia, penyalahgunaan alkohol, defisiensi vitamin B, dan kondisi medis lainnya seperti gangguan ginjal, pasien gagal ginjal yang sedang cuci darah, trauma fisik, faktor genetik, dan sebagainya.

Neuropati sering disepelekan, bahkan banyak yang belum tahu, dan dianggap sebagai kondisi umum. Padahal, bila dibiarkan dapat terjadi kerusakan pada saraf yang lebih berat, sehingga mengganggu pergerakan dan mobilitas. Nyeri yang muncul pun bisa menimbulkan ketidaknyamanan, fisik maupun psikis.

Sekarang Anda sudah tahu apa itu vitamin neurotropik. Supaya kesehatan saraf selalu terjaga, jalani gaya hidup sehat; pola makan sehat dan seimbang, olahraga teratur, tidur cukup, jauhi stres, cek kesehatan secara berkala, serta penuhi kebutuhan vitamin B1, B6, dan B12 lewat makanan. Bila perlu tambah dengan konsumsi hemaviton Neuro Forte satu hari sekali setiap habis makan.

(RN/RH)