Awas, Kurang Vitamin Bisa Bikin Fungsi Otak Menurun

Oleh Tamara Anastasia pada 03 Sep 2019, 15:00 WIB
Tidak hanya membuat tubuh jadi lemas, ternyata kurang vitamin juga membuat fungsi otak menurun. Simak penjelasannya di sini.
Awas, Kurang Vitamin Bisa Bikin Fungsi Otak Menurun (Viacheslav-Nikolaenko/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Vitamin merupakan salah satu senyawa yang diperlukan oleh tubuh setiap hari. Vitamin digunakan tubuh untuk berbagai proses biologis, seperti pertumbuhan, pencernaan, dan juga fungsi saraf. Maka tak heran jika kurangnya vitamin dalam tubuh bisa menyebabkan beberapa komplikasi kesehatan, salah satunya menurunkan fungsi otak.

Menurunnya fungsi otak tak hanya akan membuat Anda jadi sulit berpikir, tapi juga membuat Anda jadi lebih mudah lupa alias pikun. Dalam dunia medis, pikun adalah salah satu gejala penyakit demensia dan Alzheimer.

Vitamin yang penting untuk fungsi otak

Dikutip dari laman Livestrong, salah satu vitamin yang berperan penting untuk menjaga fungsi otak manusia adalah vitamin B12. Vitamin ini merupakan salah satu jenis vitamin B yang paling dibutuhkan oleh tubuh.

Kebutuhan akan vitamin B12 bisa didapatkan melalui makanan maupun suplemen yang dijual di apotek. Jika Anda tak mampu memenuhi kebutuhan vitamin B12, maka tubuh akan mengalami berbagai masalah kesehatan, termasuk menurunnya fungsi otak.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, vitamin B12 berhubungan erat dengan proses metabolisme di otak manusia. Jika sampai kekurangan, maka bisa menyebabkan menurunnya daya ingat yang merupakan gejala awal demensia.

“Vitamin B6, B9, dan B12 bekerja bersama untuk mengatur homocysteine asam amino dalam darah Anda, sehingga tak diproduksi secara berlebih. Kekurangan vitamin-vitamin ini meningkatkan risiko homocysteine tingkat tinggi, yang terkait dengan permulaan awal demensia dan Alzheimer,” ujar dr. Sepriani.

Selain itu, kekurangan vitamin B1 atau yang disebut dengan tiamin juga dapat memengaruhi sistem kerja fungsi saraf pada otak. Menurut hasil penelitian yang ditulis Linus Pauling Institute, tiamin yang tinggi dapat membantu enzim untuk menghasilkan neurotransmiter yang tepat untuk berpikir, bergerak, mengatur suasana hati, dan meningkatkan memori dalam otak.

Meskipun tiamin mudah ditemukan dalam makanan seperti ayam, biji-bijian, dan kacang-kacangan, tapi jika Anda minum alkohol secara berlebih, maka penyerapan tiamin bisa terhambat, sehingga menyebabkan defisiensi tiamin.

Defisiensi tiamin yang kronis dapat menimbulkan Wernicke-Korsakoff. Ini adalah kondisi di mana terjadinya gangguan neurologis, yang ditandai dengan gejala kebingungan serta kehilangan memori jangka pendek dan jangka panjang.

Tak hanya dengan vitamin B, tapi ternyata kekurangan vitamin D juga bisa memengaruhi sistem kerja otak Anda. Penelitian yang dilakukan oleh Institusi Kesehatan Nasional dan Exeter University melaporkan bahwa kekurangan vitamin D mungkin terkait dengan penurunan kognitif dalam bentuk penyakit demensia.

Meski vitamin D sering dikaitkan dengan kesehatan tulang, tapi studi yang dipublikasikan dalam Scientific American tersebut menyimpulkan, bahwa lebih dari setengah peserta studi dengan demensia juga ditemukan kekurangan vitamin D.

Hasil ini penting, sebab vitamin D tak mudah diperoleh dari sumber makanan. Penelitian lebih lanjut untuk menemukan hubungan yang tepat antara kekurangan vitamin D dan penurunan kognitif pun sedang berlangsung.

1 of 2

Gejala Anda kekurangan vitamin

Menurut dr. Sepriani, kekurangan setiap jenis vitamin memiliki gejalanya masing-masing. Jika Anda kekurangan vitamin B, maka tubuh akan terasa lebih lemas dan sering merasa lelah. Ini dikarenakan adanya megaloblstik, yakni penyakit yang terjadi jika tubuh Anda kekurangan hemoglobin.

Selain itu, kulit pucat atau kekuning-kuningan juga mungkin Anda alami ketika kekurangan vitamin B, terutama B12.

“Jika sel dalam tubuh tidak membawa oksigen dan darah dengan benar, maka yang terjadi adalah kulit tubuh Anda akan terlihat lebih pucat dan tak berwarna,” ujar dr. Sepriani.

Berbeda lagi gejala pada kekurangan vitamin D. Umumnya, orang yang kekurangan vitamin D, tulangnya akan lebih mudah terasa nyeri dari biasanya.

Orang dewasa yang tidak mendapatkan cukup vitamin D sering mengalami sakit dan nyeri pada otot dan tulang mereka, terutama saat cuaca dingin. Sendi orang yang kekurangan vitamin D juga akan sedikit kaku di pagi hari.

Lalu, jika Anda kekurangan zat besi, maka gejala yang paling umum terjadi adalah anemia. Sebab, zat besi berfungsi membantu tubuh dalam memproduksi sel darah merah.

Oleh sebab itu, bila kadar zat besi dalam tubuh terlalu rendah, maka oksigen tak akan terangkut secara menyeluruh ke bagian tubuh. Alhasil, tekanan darah Anda jadi rendah dan menyebabkan tubuh lemas dan pusing.

Untuk terhindar dari risiko-risiko di atas, dr. Sepriani menyarankan agar Anda memenuhi asupan nutrisi dengan baik setiap harinya. Untuk semakin memenuhi kebutuhan vitamin, Anda juga bisa mengonsumsi suplemen.

“Jika memang diperlukan, minumlah suplemen vitamin untuk membantu tubuh menyerap vitamin lebih banyak. Minumlah vitamin yang telah direkomendasikan oleh dokter dan imbangi dengan pola makan yang sehat,” tutup dr. Sepriani.

Kurang vitamin memang akan mengganggu kesehatan, termasuk menyebabkan fungsi otak menurun. Namun, solusi untuk memenuhi kebutuhan vitamin pun sebenarnya tak rumit. Memiliki pola makan sehat merupakan solusi paling cerdas yang bisa dilakukan. Selain itu, olahraga dan berjemur di bawah matahari juga mampu meningkatkan jumlah vitamin di dalam tubuh.

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓