Kenali Kapan Anak Perlu Operasi Amandel

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 04 Sep 2019, 14:00 WIB
Anak-anak cukup rentan terkena masalah radang amandel. Jika demikian, kenali tanda kapan anak perlu operasi amandel.
Kenali Kapan Anak Perlu Operasi Amandel (Erica-Smit/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu gangguan kesehatan infeksi saluran pernapasan yang kerap terjadi adalah radang amandel. Tapi, umumnya gangguan ini terjadi pada anak-anak karena daya tahan tubuhnya yang masih rendah. Sebagai orang tua Anda peru mengenali waktu yang tepat kapan anak perlu operasi amandel.

Radang amandel sendiri dalam bahasa medisnya disebut dengan tonsilitis. Radang amandel kerap dikeluhkan oleh beberapa orang tua karena membuat anak menjadi demam, nyeri tenggorokan, sulit menelan, batuk, dan pilek.

Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, radang amandel bisa disebabkan oleh virus atau bakteri. Pada peradangan akut, biasanya anak akan mengalami gejala-gejala yang telah disebutkan di atas.

"Namun, jika infeksi terjadi berulang kali dan bersifat kronis, pembesaran amandel dapat menyumbat jalan napas. Pada sebagian kasus, pengobatan dengan antiobiotik mampu menyembuhkan radang amandel. Meski demikian, pada sebagian kasus lainnya, tindakan operasi perlu dilakukan," ujar dr. Reza.

Kapan amandel pada anak perlu dioperasi?

Lalu, kapan saatnya amandel si Kecil perlu dioperasi? Berikut adalah tanda-tandanya yang perlu Anda ketahui:

1. Peradangan sudah terjadi berulang sampai tiga kali

Anak-anak yang mengalami radang amandel bisa sangat terganggu. Hal ini akibat demam dan kesulitan makan yang mereka alami. Jika ini sampai terjadi berulang pada si Kecil, tentu artinya radang amandel sudah perlu tindakan yang segera dan operasi adalah salah satu jalannya.

Cirinya menurut dr. Reza adalah ketika radang amandel sudah muncul sebanyak tiga kali dalam satu tahun. Jika sudah menemui kondisi tersebut, artinya harus segera dioperasi.

"Itulah mengapa si Kecil yang mengalami radang amandel berulang, lebih dari tiga kali dalam satu tahun, perlu menjalani operasi amandel," ujar dr. Reza.

1 of 2

Selanjutnya

2. Radang amandel sudah memasuki tahap kronis

Radang amandel terdiri atas 2 jenis, yakni akut dan kronis. Untuk yang akut, biasanya akan membaik di bawah dua minggu dengan obat-obatan yang diberikan dokter. Akan tetapi, ada beberapa kasus khusus di mana radang amandel bisa menetap sampai berminggu-minggu. Inilah yang disebut sudah kronis.

"Terapi obat-obatan saja terkadang tidak mampu mengatasi radang amandel kronis. Pada kondisi ini, operasi amandel perlu dilakukan untuk menyembuhkan radang amandel yang dialami si Kecil," jelas dr. Reza.

3. Gejala sudah mengganggu tidur anak

Radang amandel yang berulang dan bersifat kronis bisa menyebabkan pembesaran amandel secara menetap. Jika sudah begitu, oleh karena lokasi amandel berada di sekitar tenggorokan, maka pembesaran amandel tersebut dapat menghambat aliran udara pernapasan, terutama saat anak tidur. Hal ini disebut dengan istilah obstructive sleep apneu syndrome (OSAS).

"Si Kecil yang mengalami OSAS sering kali mengorok saat tidur dan sering terbangun. Hal ini menyebabkan kualitas tidur si Kecil tidak baik, sehingga mereka akan mengantuk pada pagi harinya. Pada kondisi ini, si Kecil juga harus menjalani operasi amandel untuk memperbaiki kualitas tidurnya," ungkap dr. Reza.

Selain tanda-tanda di atas, ada indikasi lain yang bisa dijadikan pertimbangan untuk segera mengoperasi amandel si Kecil. Menurut dr. Nitish Basant Adnani, BMedSC, MSc dari KlikDokter, indikasi yang dimaksud adalah:

  • Bau mulut yang tidak menunjukkan perbaikan dengan pengobatan.
  • Radang amandel kronis berulang akibat infeksi kuman Streptococcus yang tidak membaik dengan pemberian antibiotik.

Itulah tanda-tanda yang menunjukkan kapan anak Anda perlu operasi amandel. Sebaiknya Anda perlu mengonsultasikannya terlebih dahulu dengan dokter supaya semakin jelas. Tidak perlu khawatir jika memang harus dioperasi, toh, karena tindakan operasi ini juga demi kesehatan si Kecil.

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓