Doyan Ngemil? Pilih Camilan Rendah Kalori agar Tubuh Sehat

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 05 Sep 2019, 09:00 WIB
Doyan ngemil sah-sah saja, asalkan Anda pilih camilan rendah kalori yang tentunya lebih menyehatkan tubuh.
Doyan Ngemil? Pilih Camilan Rendah Kalori agar Tubuh Sehat (Michaeljung/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Camilan identik dengan makanan ringan yang minim nutrisi, tapi kaya kalori. Akibatnya, berat badan akan mudah melonjak kalau terlalu banyak ngemil. Nah, dengan camilan rendah kalori, Anda bisa tetap ngemil sekaligus tetap sehat. 

Hal itu pun diamini dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc Hons dari KlikDokter. Menurutnya, mengemil tidaklah selalu buruk dan berhubungan dengan obesitas selama Anda memilih kudapan yang tepat.

Tak cuma itu, dijelaskan dr. Jesslyn, beberapa kalangan dengan kondisi tertentu, seperti orang dengan berat badan kurang, anak-anak, dan lanjut usia, juga perlu ngemil. Terutama mereka yang tidak dapat mengonsumsi makanan dengan porsi yang cukup pada makan besar.

Perhatikan jenis camilan Anda

Namun begitu, jenis camilan yang Anda konsumsi sangatlah berpengaruh. Disampaikan dr. Raissa Edwina Djuanda, M.Gizi.,SpGK, seorang ahli nutrisi, kegemukan bisa terjadi dari aktivitas ngemil karena kalori yang masuk melebihi pengeluaran. 

"Anggapan bahwa ngemil menyebabkan kegemukan adalah benar apabila camilan yang dikonsumsi berkalori tinggi dengan jumlah yang banyak. Contoh camilan yang sering dikonsumsi orang Indonesia dan dapat membuat tubuh gemuk adalah kue tar, minuman manis, martabak, bakso, dan gorengan,"  ujar dr. Raissa.

"Kebiasaan ngemil sah-sah saja dilakukan, tapi sebaiknya pilih camilan yang rendah kalori. Biasakan membaca nutrition fact dari setiap label makanan yang akan dikonsumsi," kata dr. Raissa lagi.

Pilih camilan rendah kalori

Meski tidak selalu buruk, nyatanya banyak camilan yang memiliki kalori tinggi. Apalagi jika Anda makannya secara berlebihan sehingga berisiko menyebabkan kegemukan. Oleh karena itu, memilih camilan rendah kalori adalah kunci. 

Sayangnya, menurut dr. Raissa, sampai saat ini di Indonesia belum ada pedoman yang untuk mengonsumsi camilan yang tepat. "Oleh karena pedoman itu belum ada, sebaiknya Anda cerdas dalam memilih camilan," kata dr. Raissa.

"Contoh camilan yang rendah kalori adalah buah-buahan, sayuran, gandum, biji-bijian utuh, yogurt, dan produk susu tanpa lemak. Sebagai gambaran, buah 1 porsinya 50 kkal, 2 lembar roti gandum utuh 175 kkal, 1 cup yogurt 150 kkal, sementara 1 gelas susu 200 kkal," ungkap dr. Raissa.

Sekarang juga lagi menjadi tren bahwa banyak orang mengonsumsi gandum utuh dan biji-bijian sebagai camilan. Terkait hal ini, dr. Raissa pun tak masalah. Dia justru menyarankan Anda untuk mengonsumsi makanan jenis tersebut karena menyehatkan. Camilan jenis ini baik dikonsumsi karena dapat membuat rasa kenyang lebih lama dan membantu melancarkan pencernaan.

“Selain itu, kudapan dari bahan gandum dan biji-bijian biasanya memiliki nilai indeks glikemik (kecepatan karbohidrat diubah menjadi gula di dalam tubuh) yang rendah. Dengan demikian, ini tidak akan meningkatkan gula darah di dalam tubuh secara cepat," dr. Raissa menjelaskan.

Untuk itu, Anda yang punya kebiasaan ngemil sebaiknya mulai memilih camilan rendah kalori agar tubuh tetap sehat. Selain itu, perhatikan juga waktu ideal untuk mengonsumsi kudapan, biasanya 3-4 jam setelah makan utama. Batasi mengudap makanan 2-3 kali dalam sehari di antara jam makan utama Anda. Hal ini terutama berguna untuk menjaga pasokan energi tubuh Anda untuk beraktivitas lebih semangat lagi.

[HNS/ RVS]