Tips Menyapih Anak agar si Kecil Merasa Nyaman

Oleh dr. Astrid Wulan Kusumoastuti pada 07 Sep 2019, 16:30 WIB
Akan tiba saatnya anak harus berhenti konsumsi ASI. Agar si Kecil bisa nyaman dengan hal tersebut, simak tips menyapih di artikel ini.
Tips Menyapih Anak agar si Kecil Merasa Nyaman (Solis Images/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Menyapih adalah sebuah lompatan fase dalam hubungan ibu dan anak yang sering kali tak mudah untuk dilakukan. Sebab, menyusui bukan sekadar proses memenuhi nutrisi si Kecil, namun juga sebuah proses membangun ikatan batin. Namun, pasti akan tiba saat si Kecil harus berhenti konsumsi Air Susu Ibu (ASI) dan beralih ke makanan yang lebih kompleks. Agar bisa berlangsung nyaman bagi si Kecil, masa menyapih tentu membutuhkan persiapan khusus. 

Bayi manusia sesungguhnya menjalani masa pertumbuhan yang sangat lambat jika dibandingkan dengan bayi mamalia. Bayi manusia hidup bergantung pada orang tuanya dalam waktu yang cukup panjang, terutama dalam pemenuhan kebutuhan gizinya, yaitu dengan ASI.

ASI adalah makanan alami yang paling bisa memenuhi segala kebutuhan bayi. Namun, saat usianya mulai bertambah, maka tubuh si Kecil pun akan membutuhkan nutrisi yang lebih kompleks, sehingga si Kecil harus mulai belajar beralih dari ASI ke makanan yang lebih beragam. 

Proses peralihan itulah yang disebut sebagai menyapih. Proses ini pun harus dilakukan dengan hati-hati untuk memastikan bahwa si Kecil dapat tumbuh dan berkembang secara sehat dan maksimal.

Siapkah Anda menyapih?

Di sisi lain, menyapih juga tidak hanya menuntut kesiapan dari si Kecil, tapi juga dari sang ibu. Sebelum melakukannya, tanyakan terlebih dahulu pada diri Anda, siapkah Anda untuk mulai menyapih? Jika sudah, maka mulailah lakukan secara bertahap dan tentunya dengan cinta kasih.

Ada banyak manfaat dan hal-hal yang dapat dihindari dengan menyapih secara bertahap, salah satunya adalah menghindari payudara yang bengkak akibat menyapih secara mendadak dan total. 

Hal ini tentu akan membuat Anda merasa tidak nyaman. Si Kecil juga akan mengalami kesulitan untuk menerima bahwa ia langsung kehilangan kehangatan khas yang ia dapat saat menyusui, sehingga ia akan menolak untuk beralih ke tahap berikutnya.

Oleh karena itu, penting untuk menyapih secara bertahap. Sehingga, proses ke tahapan makan berikutnya pun akan terasa lebih mudah dan menyenangkan bagi Anda dan si Kecil.

1 of 2

Tips menyapih dengan cinta

Sebenarnya, tidak ada usia tertentu yang ditetapkan sebagai saat dimulainya proses penyapihan. Namun, biasanya ASI tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan si Kecil setelah berusia lebih dari 2 tahun. Maka dari itu, 2 tahun, dengan 6 bulan pertama secara eksklusif, sering disebut sebagai durasi pemberian ASI yang terbaik. 

Saat Anda sudah memutuskan untuk mulai menyapih, atau justru si Kecil yang sudah mulai menyapih dengan sendirinya, berikut ini adalah beberapa tips yang dapat Anda lakukan:

  • Lakukan “sounding”. Tidak ada salahnya untuk mulai memberitahukan rencana menyapih si Kecil sejak dini. Meski si Kecil belum bisa bicara, tapi sesungguhnya ia bisa mengerti dengan apa yang Anda sampaikan. 

Sampaikan rencana menyapih padanya, misalnya dengan mengatakan, “Adek, nanti menyusunya sampai 2 tahun, ya. Setelah itu, makan bersama mama dan papa. Nanti adek juga jadi punya lebih banyak waktu untuk bermain dan belajar.”

  • Susui si Kecil saat ia meminta saja, jangan tawarkan saat ia tidak bertanya. Hal ini dapat meminimalkan adanya sensasi penolakan yang dirasakan oleh si Kecil, namun lambat laun frekuensi menyusu memang akan berkurang. Lakukan ini seiring dengan menambah frekuensi makan utama dan camilan.
  • Ubah rutinitas harian Anda bersama si Kecil. Hindari tempat atau kondisi yang mengingatkannya pada jam menyusu, misalnya dengan lebih banyak mengajaknya bermain atau bepergian ke tempat yang baru.
  • Beri si Kecil distraksi atau pengalih perhatian di waktu ia biasa menyusu. Misalnya, di waktu menyusui sore hari, ajak ia bermain, menyanyi, atau tawarkan camilan.
  • Perpendek durasi menyusui untuk melatihnya menyusu lebih sebentar. Agar si Kecil tidak bingung, ajak ia bermain permainan sederhana, seperti menyanyikannya lagu, lalu sudahi sesi menyusu setelah lagu tersebut selesai.

Menyapih pada malam hari sering kali lebih sulit dibanding pada siang hari. Sebab, biasanya si Kecil sudah terbiasa jatuh tertidur sambil menyusu, dan menjadikan sesi menyusu sebagai aktivitas untuk membantunya kembali tertidur jika terbangun di malam hari.

Berikut adalah beberapa tips untuk menyapih anak pada malam hari.

  • Jika Anda menerapkan co-sleeping, di mana si Kecil tidur seranjang dengan Anda, coba berikan ia tempat tidur atau kamarnya sendiri. Tawarkan hal ini dengan lembut dan tanpa paksaan.

Hindari melakukan sleep-training secara ekstrem, seperti membiarkannya menangis di malam hari dalam durasi yang panjang, tanpa datang untuk menenangkannya. Sebab, hal ini justru bisa menjadi pengalaman traumatis yang berdampak negatif pada proses menyapih.

  • Minta bantuan anggota keluarga lain untuk bergantian mengantarkannya tidur pada malam hari. Dengan begini, si Kecil dapat terbantu dalam menghilangkan anggapan bahwa tidur sama dengan menyusu bersama Anda.
  • Jika si Kecil mengeluh haus atau lapar saat mau tidur atau sedang terbangun di malam hari, tawarkan air putih atau sedikit camilan.
  • Ubah rutinitas pengantar tidur, misalnya dengan menyanyikannya lagu atau membacakan buku. Hal ini mungkin tidak bisa langsung diikuti dengan baik, tapi tetap coba terus setiap hari agar si Kecil sedikit demi sedikit mulai mengerti.

Menyapih bukanlah proses yang mudah untuk anak maupun sang ibu. Oleh sebab itu, Anda harus melakukannya secara lembut dan bertahap seperti tips di atas, agar si Kecil bisa merasa nyaman dengan perubahan yang harus dihadapinya. Nikmati prosesnya dan anggap ini sebagai bagian dari perkembangan si Kecil. 

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓