Kapan Anak Boleh Ikut Olahraga Bela Diri?

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 09 Sep 2019, 08:00 WIB
Sebenarnya usia berapa anak bisa mengikuti olahraga bela diri? Simak ulasannya berikut ini agar Anda tak salah langkah.
Kapan Anak Boleh Ikut Olahraga Bela Diri? (Sony Herdiana/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sebagian orang tua ingin anaknya berlatih bela diri dengan tujuan agar anak dapat melindungi dirinya sendiri. Ya, berlatih olahraga bela diri sejak kecil memang baik untuk mengajarkan kedisiplinan pada anak. Selain untuk melindungi diri, olahraga bela diri juga terbukti meningkatkan kebugaran fisik, menjaga berat badan ideal, dan baik untuk kesehatan mental. 

Menyambut Hari Olahraga Nasional yang jatuh pada hari ini (9/9), mengajak anak untuk mulai berolahraga dengan latihan bela diri bisa membentuk pola hidup sehat si Kecil sejak dini. Namun usia berapa yang aman untuk anak berlatih bela diri?

Anak dan olahraga bela diri

Sebenarnya tidak ada aturan baku mengenai mulai usia berapa anak dapat mengikuti olahraga bela diri. Namun demikian, kebanyakan ahli berpendapat bahwa olahraga bela diri mulai bisa diikuti si Kecil sejak usia 6 tahun.

Pada usia tersebut, sebagian besar anak sudah dapat mengikuti instruksi dengan baik, serta sudah mulai bisa berpikir kritis. Selain itu, umumnya anak usia enam tahun ke atas sudah dapat berlatih secara disiplin.

Selain faktor usia, hal penting lain yang perlu dipertimbangkan sebelum anak mengikuti olahraga bela diri adalah pemilihan jenis olahraga bela diri dan aspek keamanannya.

Jenis olahraga bela diri untuk anak sebaiknya memiliki nilai-nilai positif atau filosofis, serta tidak menekankan pada duel.

1 of 3

Pilihan olahraga bela diri untuk anak

Berikut ini adalah beberapa jenis olahraga bela diri yang dapat Anda perkenalkan kepada si Kecil. Pilihlah yang sesuai dengan kondisi anak agar saat menjalaninya ia pun tak merasa terpaksa.

  1. Taekwondo

Olahraga bela diri asal Korea ini populer di Indonesia sejak lama. Olahraga ini menekankan pada teknik gerakan tangan dan kaki yang dapat digunakan untuk melindungi diri dari bahaya.

Selain manfaat tersebut, beberapa studi melaporkan manfaat lain dari taekwondo seperti meningkatkan daya konsentrasi anak dan menumbuhkan rasa percaya diri.

  1. Pencak silat

Seni bela diri asli Indonesia ini bisa menjadi salah satu alternatif yang baik bagi si Kecil. Pencak silat tak hanya melatih aspek fisik tetapi juga mental. Dari sisi fisik, kekuatan otot lengan dan tungkai dilatih dengan optimal.

Dari aspek mental, latihan pernapasan dan sisi filosofis dari pencak silat membantu si Kecil lebih tenang dalam menghadapi tekanan.

  1. Aikido

Olahraga bela diri asal Jepang ini menekankan pada perlindungan diri tanpa melakukan tindakan agresif pada orang lain. Fokus aikido adalah untuk mempelajari gerakan untuk ”mengunci” lawan, bukan untuk melakukan perlawanan.

Tak seperti olahraga bela diri lainnya, aikido bukanlah seni bela diri yang dipertandingkan dan tidak ada duel yang dilakukan.

  1. Karate

Karate merupakan jenis bela diri lain dari Jepang. Dari asal katanya, karate berarti tangan kosong. Artinya, bela diri ini menekankan pada melatih gerakan untuk melindungi diri tanpa menggunakan senjata. Setiap gerakan dalam yang diajarkan dalam karate memiliki nilai moral yang baik untuk diajarkan pada anak.

2 of 3

Perhatikan aspek keamanan

Selain jenis olahraga bela dirinya, aspek keamanan juga merupakan hal esensial yang dipertimbangkan. The American Academy of Pediatrics (AAP) memberikan rekomendasi mengenai beberapa aspek keamanan yang harus diperhatikan sebelum si Kecil berlatih bela diri, yaitu:

  • Pelatih yang berpengalaman

Pastikan bahwa pelatih bela diri untuk si Kecil berpengalaman dalam mengajar anak-anak. Selain itu, pelatih bela diri harus bisa mengajarkan bela diri dengan cara yang menyenangkan. 

Untuk mengetahui hal ini tidaklah mudah. Anda perlu melakukan survei ke beberapa klub bela diri dan melakukan observasi terhadap pelatih dahulu sebelum mendaftarkan si Kecil.

  • Teknik yang tepat

Untuk menghindari keseleo atau cedera lainnya, pelatih harus bisa memastikan bahwa anak melakukan latihan bela diri dengan teknik yang benar. Tidak boleh ada gerakan yang berpotensi menyebabkan benturan di kepala.

  • Gunakan alat pelindung diri

Tanyakan pada pelatih bela diri mengenai alat pelindung diri apa yang bisa dipakai. Misalnya saja helm, pelindung siku, pelindung lutut, atau pelindung dada. Sebisa mungkin, sebaiknya lantai tempat latihan bela diri dialasi dengan matras atau alas yang aman untuk menghindari cedera jika terbentur lantai.

Jika anak menunjukkan minat dan kesiapan mengikuti olahraga bela diri, pastikan Anda sebagai orang tua memilih olahraga bela diri yang tepat dan yang memiliki fasilitas yang aman, ya. 

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓