Akibat Kanker Kambuh, Aktris Ria Irawan Dirawat Lagi

Oleh Ayu Maharani pada 09 Sep 2019, 13:00 WIB
Sempat dinyatakan sembuh, kanker getah bening Ria Irawan kambuh lagi, bahkan mengalami metastasis. Ria tengah menjalani perawatan kembali.
Akibat Kanker Kambuh, Aktris Ria Irawan Dirawat Lagi (Foto kiri: Liputan6, kanan: @riairawan/Instagram)

Klikdokter.com, Jakarta Sempat dinyatakan “sembuh” dari kanker getah bening pada Maret 2019 lalu, kini Ria Irawan harus dirawat lagi karena kankernya “kambuh”, bahkan dikabarkan mengalami metastasis.

Kini, wanita kelahiran 24 Juli 1969 ini dirawat di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk kembali menjalani terapi kanker getah bening. Pihak keluarga juga memberi pernyataan kepada media bahwa sel kankernya telah menjalar ke otak dan paru-paru (metastasis).

Metastasis adalah penyebaran sel kanker dari satu organ atau jaringan ke organ atau jaringan lainnya. Penyebaran sel kanker dapat menyebar ke bagian tubuh mana saja, tergantung dari lokasi pertama sel kanker berasal.

Perlu juga diketahui bahwa istilah “sembuh” pada kasus kanker disebut sebagai remisi, yaitu kondisi ketika sel-sel kanker sudah tak terdeteksi lagi. Ini bukan berarti sel kanker sudah hilang sepenuhnya, karena kemampuan dokter mendeteksi sel-sel kanker yang tersembunyi juga ada batasnya.

Perjalanan diagnosis kanker Ria Irawan

Tahun 2009 silam, putri aktris senior Ade Irawan ini mengetahui ada masalah pada rahimnya. Namun saat itu, ia tak ingin menerima tindakan yang dianjurkan oleh dokter, yaitu operasi pengangkatan rahim. Sampai akhirnya, Ria terdiagnosis kanker endometrium.

Tahun 2014, pemeran Sri dalam film “Berbagi Suami” ini akhirnya menjalani operasi pengangkatan rahim. Dari situlah diketahui bahwa kanker yang ada di tubuhnya telah menjalar ke kelenjar getah bening bagian panggul, stadium 3C. 

Dilansir dari berbagai sumber, Ria dikatakan pantang patah semangat dalam menjalani pengobatan kanker. Baik kemoterapi, radiasi, hingga operasi semua ia jalani untuk menhentikan penyebaran kanker. Meski sudah mengalami kebotakan, ia tetap percaya diri untuk berkarya di dunia hiburan yang membesarkan namanya.

Apa yang menyebabkan kanker yang sempat hilang kembali lagi?

Ketua Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik, Prof. Dr. dr. Arry H. Reksodiputro, SpPD-KHOM, mengatakan kepada Liputan6.com, ada kemungkinan bahwa 70 persen kanker kelenjar getah bening akan kambuh lagi alias relaps. Kemungkinan besar penyebabnya adalah faktor usia. Semakin tua, semakin besar kemungkinan relaps karena daya tahan tubuh makin menurun.

Pendapat tersebut juga diiyakan oleh dr. Devia Irine Putri dari KlikDokter. Menurutnya, kanker, apa pun jenisnya itu, termasuk kelenjar getah bening, memang memiliki kemungkinan untuk kambuh lagi. Mengingat usia Ria yang tak lagi muda, daya tahan tubuhnya yang menurun meningkatkan risiko relaps.

“Apalagi kalau Ria aktif bekerja dan mengalami kelelahan. Kelelahan yang dikombinasikan dengan faktor usia memperbesar kemungkinan kanker untuk kambuh,” jelas dr. Devia. 

Tak cuma itu, dr. Devia juga mengungkapkan bahwa kembalinya kanker juga bisa tergantung pada stadium seseorang ketika terdiagnosis. Jika sedari awal diagnosis kanker sudah stadium lanjut dan tumor berukuran besar, risiko untuk mengalami kekambuhan juga meningkat.

Deteksi dini adalah kunci

Pada kanker kelenjar getah bening, terjadi pertumbuhan sel-sel ganas yang terkendali di salah satu atau beberapa kelenjar getah bening dalam tubuh. Akibatnya, kelenjar getah bening tak mampu berfungsi menjaga daya tahan tubuh sebagaimana mestinya.

Dari KlikDokter, dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, mengatakan bahwa diagnosis kanker getah bening sedini mungkin sangat penting, karena akan memengaruhi keberhasilan pengobatan.

“Kanker kelenjar getah bening yang ditemukan pada stadium awal memiliki peluang yang tinggi untuk sembuh. Sebaliknya, semakin terlambat terdiagnosis, kanker pada satu kelenjar akan menyebar ke kelenjar getah bening lain secara perlahan. Tak hanya itu, penyebaran juga mencapai organ tubuh lain, sehingga peluang untuk sembuh akan lebih kecil,” kata dr. Resthie.

Sebagai langkah deteksi dini, Anda juga perlu mengetahui beberapa gejala kanker getah bening.

“Salah satu gejala yang paling awal dikenali oleh penderitanya adalah timbulnya benjolan di bawah kulit akibat pembesaran kelenjar getah bening. Paling sering dijumpai di leher, ketiak, atau lipat paha, benjolan tersebut biasanya teraba kenyal, tidak nyeri, dan warnanya sama dengan kulit di sekitarnya,” jelas dr. Resthie.

Selain itu, penderita kanker getah bening juga umumnya mengalami:

  • Demam tak terlalu tinggi yang berkepanjangan (lebih dari dua minggu)
  • Banyak keringat khususnya pada malam hari
  • Mudah lelah
  • Kehilangan nafsu makan
  • Berat badan turun secara drastis.

Tak hanya itu, dr. Resthie juga menambahkan bahwa orang yang mengalami kanker kelenjar getah bening juga akan lebih rentan tertular infeksi dibandingkan orang yang sehat. Hal ini karena kelenjar getah beningnya tak mampu menjaga daya tahan tubuh. Lebih lanjut, jika penderitanya mengalami infeksi, umumnya bisa sangat mudah menjadi infeksi yang berat dan membahayakan.

Meski dirawat lagi karena kanker kambuh lagi, bahkan sudah alami metastasis, tetapi aktris Ria Irawan tetap terlihat semangat lewat video yang diunggah sang suami, Mayky Wongkar. Semoga terapi yang dijalani aktris yang beberapa kali menyabet penghargaan Festival Film Indonesia ini berjalan lancar.

(RN/ RVS)