10 Penyebab Anda Sering Sesak Napas

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 09 Sep 2019, 12:00 WIB
Sesak napas sering kali hanya dikaitkan dengan masalah pernapasan. Padahal, ada hal lain yang mungkin menyebabkannya.
10 Penyebab Anda Sering Sesak Napas (DimaBerlin/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sesak napas merupakan keluhan umum dari saluran pernapasan yang banyak dikeluhkan orang. Bentuk sesak napas yang terjadi dapat bersifat ringan atau bahkan sampai yang mengancam jiwa.

Oleh karena itu, penting sekali mengetahui penyebab utama dari sesak napas. Berikut ini merupakan beberapa kondisi yang sering menyebabkan keluhan sesak, antara lain :

  1. Asma

Asma merupakan salah satu penyebab seseorang mengalami serangan sesak napas. Biasanya asma terjadi apabila seseorang memiliki faktor keturunan dan ada riwayat alergi (atopi).

Serangan sesak napas pada penderita asma bervariasi, ada yang bersifat ringan hingga berat. Biasanya serangan sesak napas yang terjadi harus dipicu oleh sesuatu hal seperti paparan asap, debu, perubahan suhu, atau adanya infeksi di saluran pernapasan.

  1. Alergi

Bentuk alergi tidak hanya menunjukkan ruam merah atau gatal di seluruh tubuh. Pada beberapa orang, alergi dapat muncul dalam bentuk sesak napas.

Sesak yang muncul pada penderita alergi dapat mengarah juga ke kondisi syok yang mengancam jiwa. Kondisi ini biasanya disertai keringat dingin, penurunan kesadaran dan turunnya tekanan darah. Sehingga, bagi Anda yang memiliki riwayat alergi, sebaiknya berhati-hati apabila muncul keluhan sulit bernapas.

1 of 3

Selanjutnya

  1. Infeksi saluran pernapasan

Keluhan sesak napas tidak lepas kaitannya dengan adanya infeksi saluran napas.

Kondisi ini paling sering dialami oleh orang-orang yang gemar merokok, sering terpapar oleh asap atau polusi dan yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah, misalnya pada orang yang sedang menjalani kemoterapi, HIV/AIDS, atau penggunaan obat kortikosteroid dalam jangka panjang. 

Bronkitis, pneumonia, penyakit paru obstruksi kronik (PPOK), dan sinusitis adalah kondisi yang berkaitan dengan infeksi pada saluran pernapasan. Selain keluhan sulit bernapas, biasanya muncul gejala penyerta lainnya seperti demam, batuk pilek, dan nyeri dada.

  1. Gastroesophageal reflux (GERD)

Sesak napas tidak hanya berhubungan dengan saluran napas saja, tetapi juga dapat berhubungan dengan saluran pencernaan. Salah satu kondisi yang paling sering menyebabkan sesak napas pada orang dewasa muda adalah GERD.

GERD adalah kondisi di mana daerah esofagus mengalami iritasi akibat asam lambung yang naik.  Penyakit ini khas ditandai dengan adanya rasa terbakar pada dada yang menjalar  hingga ke kerongkongan.

Namun pada kondisi kronik, keluhan sesak napas menjadi lebih dominan dibandingkan rasa terbakar.

Sesak yang terjadi pada penyakit GERD disebabkan oleh adanya aspirasi asam lambung di paru-paru dan terstimulasinya saraf vagus. Akibatnya, terjadilah penyempitan pada cabang-cabang batang tenggorokan (bronkus) yang menyebabkan muncul keluhan sesak napas. 

  1. Gagal jantung

Masalah jantung seperti gagal jantung sering dikaitkan dengan orang-orang usia tua. Padahal, kenyataannya saat ini banyak juga orang dewasa muda yang mengalami gagal jantung akibat irama jantung yang tidak beraturan, serangan jantung dan tekanan darah tinggi yang tak terkontrol.

Pada kondisi gagal jantung, sesak napas terjadi pada saat istirahat maupun beraktivitas dan disertai juga dengan adanya pembengkakan pada kedua kaki.

  1. Gagal ginjal

Kondisi gagal ginjal tidak hanya menunjukkan penurunan jumlah urine, tetapi juga dapat disertai dengan keluhan sesak napas. Hal ini terjadi karena terjadi penumpukan cairan di dalam tubuh terutama di paru-paru yang tidak dapat dikeluarkan oleh organ ginjal.

2 of 3

Selanjutnya (2)

  1. Anemia

Penyakit anemia sering kali diremehkan, padahal kondisi ini apabila tidak ditangani dapat menyebabkan masalah kesehatan lebih lanjut. Anemia umumnya ditandai dengan gejala 5 L (lemah, letih, lesu, lunglai, dan lalai).

Tetapi, pada keadaan anemia yang berat, sesak napas dapat terjadi. Hal ini terjadi karena jantung bekerja lebih berat dibandingkan pada normalnya untuk memompa darah ke seluruh tubuh, padahal jumlah darah yang membawa oksigen dan nutrisi berkurang.

  1. Gangguan hormon tiroid

Ketidakseimbangan hormon tiroid dalam tubuh rupanya juga dapat menimbulkan masalah sering sesak napas. Baik kondisi hipertiroid dan hipotiroid, otot pernapasan menjadi lemah sehingga fungsi paru-paru menurun.

Selain sesak napas, pada kondisi hipertiroid biasanya disertai gejala peningkatan metabolisme tubuh seperti mudah berkeringat, sulit berkonsentrasi, rambut rontok, irama jantung tidak beraturan dan peningkatan tekanan darah.

Sedangkan pada kondisi hipotiroid, disertai gejala mudah lelah, sering merasa kedinginan, sulit BAB, kondisi kulit yang kering, dan obesitas.

Kurangnya pengetahuan tentang penyakit ini sering kali menyebabkan penanganannya terlambat, sehingga tak mengherankan apabila terjadi komplikasi tiroid yang dapat mengancam jiwa.

  1. Kegemukan

Tanpa disadari berat badan yang berlebihan merupakan salah satu sumber penyebab seseorang mengalami sesak napas. Kegemukan menyebabkan penumpukan lemak di seluruh tubuh, terutama di dinding dada, perut dan saluran pernapasan atas yang menyebabkan peradangan.

Akibatnya, orang yang memiliki berat badan berlebih akan mudah mengalami sesak karena pengembangan dada tidak maksimal dan penurunan fungsi dari paru-paru.

  1. Kecemasan

Kecemasan akan suatu hal dapat memicu Anda merasakan sesak napas. Saat Anda mengalami serangan panik atau kecemasan, tanpa disadari terjadi pola pernapasan yang cepat dan pendek.

Akibatnya, kadar karbondioksida di dalam darah meningkat dan menyebabkan keluhan sesak napas yang disertai dengan rasa tidak nyaman di dada, kesemutan, nyeri dada, dan bibir kering.

Sesak napas yang dialami setiap orang dapat berbeda-beda penyebabnya. Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk memeriksakan diri pada dokter spesialis penyakit dalam apabila keluhan sesak ini sering terjadi dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Jadi, jangan takut untuk mendapatkan pemeriksaan. Karena dengan pemeriksaan yang baik, pengobatan sesak napas dapat dilakukan dengan tepat.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓