9 Kebiasaan Sehari-hari untuk Meningkatkan Kemampuan Otak

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 09 Sep 2019, 14:40 WIB
Usia bertambah, otak perlu tetap diasah. Coba, deh, terapkan kebiasaan sehari-hari ini untuk meningkatkan kemampuan otak.
9 Kebiasaan Sehari-hari untuk Meningkatkan Kemampuan Otak (Ermolaev-Alexander/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Makin bertambahnya usia, kemampuan otak juga bisa menurun, apalagi pada usia senja. Untuk mencegahnya, ada kebiasaan sehari-hari yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan otak.

Salah satu tanda dari menurunnya kemampuan otak berkaitan dengan daya ingat—Anda jadi sering lupa. Meski sepele, tetapi gangguan daya ingat yang ditandai dengan keluhan lupa bisa jadi tanda awal dari demensia, lo! Demensia terjadi akibat dari menurunnya fungsi daya ingat.

Faktor usia diketahui menjadi faktor utama menurunnya kemampuan otak, meski bisa juga dipengaruhi faktor lainnya seperti gaya hidup dan lingkungan.

Untuk menjaga kemampuan otak, khususnya daya ingat, Anda harus tetap mengasahnya. Selain dengan metode mengingat mnemonik, tapi yang paling penting adalah kebiasaan gaya hidup yang baik dan strategi untuk memproses informasi baru dapat meningkatkan cara kerja memori.

“Jangan jadikan mengingat hal-hal sebagai gol,” kata Jennifer Zientz, MS, dari Center for BrainHealth di Universitas Texas, Amerika Serikat (AS), seperti dikutip di The Health.

“Menggunakan apa yang Anda ingat—mengombinasikan memori dengan pengetahuan lainnya untuk membentuk ide-ide baru dan membuat pilihan—adalah cara yang lebih sehat untuk menggunakan otak, dan lebih meningkatkan kualitas hidup ketimbang khawatir dengan kemampuan Anda untuk mengingat,” lanjutnya.

Kebiasaan sehari-hari untuk meningkatkan kemampuan otak

Untuk bisa menjaga dan meningkatkan kemampuan otak, Anda bisa mulai menerapkan hal-hal di bawah ini sebagai kebiasaan.

1. Tidur cukup tiap malam

Menurut sebuah penelitian dalam “Journal of the American Geriatric Society” tahun 2014, orang yang tidur minimal 7 jam setiap harinya memiliki ingatan yang lebih baik daripada mereka yang kurang dari 7 jam. Ini mungkin jumlah yang tepat bagi otak untuk melalui perubahan kimia yang diperlukan untuk mengintegrasikan keterampilan atau fakta baru ke dalam memori jangka panjang.

“Terdengar klise, tetapi waktu tidur yang demikian sangat penting untuk daya ingat,” kata dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid, dari KlikDokter membenarkan.

“Saat tidur malam, tubuh memproduksi hormon yang berfungsi meregenerasi sel, termasuk di otak. Pada saat yang sama, otak juga ‘merapikan’ dan ‘mengelompokkan’ memori dari kejadian yang dialami sepanjang hari, sehingga memori tersebut bertahan lama di otak,” jelasnya.

1 of 3

Selanjutnya

2. Tidur siang

Bukan cuma tidur malam yang bisa membantu memperkuat ingatan. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal “Sleep” tahun 2008 membuktikan bahwa tidur siang singkat bisa meningkatkan daya ingat.

Selain itu, penelitian dalam jurnal “Neurobiology of Learning and Memory” tahun 2015 juga punya hasil serupa. Partisipan diberikan kata-kata yang tak berhubungan untuk diingat, dan setelahnya, satu grup tidur siang dan grup lainnya menonton video. Hasilnya, grup yang tidur siang memiliki peningkatan lima kali lipat dalam memori asosiatif (kemampuan untuk mengingat hubungan antara hal-hal yang tidak berkaitan) dibandingkan dengan grup yang menonton video.

3. Olahraga rutin

Fisik dan mental sangat terhubung, sehingga olahraga dapat menjaga otak tetap tajam dengan cara mencegah penyakit-penyakit yang berdampak pada daya ingat seperti tekanan darah tinggi dan diabetes.

Studi dalam jurnal “Frontiers in Aging Neuroscience” tahun 2013 menemukan peningkatkan dalam proses belajar, daya ingat, dan konsentrasi secara langsung setelah olahraga aerobik.

"Olahraga yang baik untuk meningkatkan daya ingat jenis aerobik seperti jalan cepat, joging, berenang, dan senam," kata dr. Resthie.

4. Meditasi

Juga dari KlikDokter, dr. Dyan Mega Inderawati ikut menambahkan bahwa meditasi rutin mampu meningkatkan daya ingat dan mengusir potensi pikun pada usia senja.

Pada sebuah studi, sekelompok lansia dengan demensia atau pikun diminta untuk melakukan meditasi secara rutin, juga dibarengi dengan diet sehat, olahraga, stimulasi mental, dan aktivitas sosialisasi. Hasilnya, partisipan melaporkan adanya peningkatan daya ingat. Secara ilmiah, meditasi yang dilakukan ternyata juga mampu menambah panjang telomerase DNA hingga 43 persen.

“Telomerase ini merupakan suatu struktur di DNA manusia yang berperan dalam menentukan usia sel. Semakin panjang telomerase, semakin muda usia sel seseorang. Menakjubkan, bukan?” kata dr. Dyan.

5. Mengobrol dengan teman

"Mengobrol dengan teman, baik secara langsung atau melalui telepon, sangat bermanfaat untuk melatih otak. Sebuah studi di AS menemukan bahwa lansia yang memiliki komunitas untuk berkomunikasi lebih jarang mengalami demensia," kata dr. Resthie.

2 of 3

Selanjutnya

6. Menikmati alam

Nasihat untuk lebih sering piknik di alam terbuka ternyata bukan tanpa alasan. Ternyata menikmati alam dapat meningkatkan memori hingga 20 persen.

Mirip dengan meditasi, berjalan-jalan menikmati pemandangan alam dapat meredakan kecemasan dan pikiran-pikiran mengganggu yang dapat mengacaukan ingatan, serta memberikan otak waktu untuk “beristirahat” dari multitasking untuk meningkatkan kinerjanya di kemudian hari.

Studi dalam jurnal “Landscape and Urban Planning” tahun 2015 menyebut, partisipan yang jalan-jalan di alam terbuka memiliki kerja memori yang lebih baik dibandingkan orang-orang yang lebih banyak berjalan di perkotaan.

7. Konsumsi makanan yang baik untuk otak

“Nutrisi berperan penting karena merupakan bahan bakar untuk proses metabolisme di dalam otak. Selain itu, proses pembentukan dan penyimpanan memori juga dipengaruhi oleh komponen nutrisi seperti lemak, protein, vitamin, mineral dan antioksidan,” jelas dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter.

Dikatakan oleh dr. Reza, jika ingin daya ingat lebih tajam, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi makanan seperti ikan salmon karena kaya akan omega-3, alpukat karena adanya lemak tunggal tak jenuh, biji-bijian dan kacang-kacangan yang tinggi akan vitamin E, blueberry karena tinggi antioksidan, serta teh, cokelat, dan kopi mengandung antioksidan dan kafein jika dikonsumsi dalam jumlah sesuai anjuran.

8. Jangan multitugas (multitasking)

Ketika perhatian terbagi atau terpecah, daya ingat jadi terdampak. Studi dalam jurnal “Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America” tahun 2018 menyebut, jika sering multitugas, ingatan jadi makin dangkal. Dengan menerima lebih sedikit informasi, Anda bisa lebih mampu memaknai, mengembangkan pengetahuan, dan membangun jaringan otak.

9. Menghubungkan satu dengan lain hal

Sementara Anda sedang memproses informasi baru, Anda bisa memperkuat peluang Anda terus mengingatkan dengan membentuk asosiasi dengan hal-hal yang sudah Anda ketahui. Misalnya, ketika Anda berkenalan dengan seseorang yang mengingatkan Anda kepada sosok terkenal yang Anda tahu, gunakan itu untuk mengingat nama.

Penurunan kemampuan otak seiring dengan pertambahan usia memang sangat umum terjadi. Meski demikian kondisi ini bisa diperlambat dengan melakukan hal-hal yang bisa menstimulasi kerja otak.

Beberapa kebiasaan sehari-hari yang disebutkan di atas, bisa mulai Anda terapkan untuk meningkatkan kemampuan otak Anda. Daya ingat yang baik berarti kualitas hidup juga akan terjaga sekaligus mencegah demensia.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓