Waspada, Jarang Sarapan Bisa Memicu Sakit Mag

Oleh dr. Dyah Novita Anggraini pada 09 Sep 2019, 16:00 WIB
Tak hanya lebih berisiko mengalami berat badan berlebih, kebiasaan jarang sarapan juga bisa memicu penyakit mag. Ini fakta medisnya!
Waspada, Jarang Sarapan Bisa Memicu Sakit Mag (napatsorn-aungsirichinda/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sarapan adalah waktu makan paling penting dalam satu hari. Meski begitu, tak sedikit orang yang masih abai dan jarang sarapan. Apakah Anda salah satunya? Awas, sering melewatkan sarapan bisa memicu penyakit mag, lho!

Faktanya, saat bagun tidur di pagi hari, kondisi perut Anda benar-benar kosong. Ini karena tubuh telah mencerna habis sisa-sisa makanan untuk diubah menjadi energi, yang Anda gunakan untuk tidur selama kurang lebih 8 jam.

Nah, apabila setelah bangun tidur Anda malah melewatkan waktu sarapan, produksi asam lambung akan meningkat. Hal inilah yang pada akhirnya bisa memicu terjadinya perut kembung, rasa panas seperti terbakar di dada, dan nyeri perut di sekitar ulu hati.

Tetap harus perhatikan menu sarapan

Tidak sarapan bisa meningkatkan risiko terjadinya mag. Begitu pula apabila Anda sarapan, namun dengan menu yang tidak tepat. Dengan kata lain, meski rutin sarapan pagi, Anda tetap berisiko terkena mag apabila mengonsumsi menu yang tidak tepat.

Menu sarapan tidak tepat yang dapat memicu terjadinya mag, antara lain:

  • Makanan berlemak. Makanan tinggi lemak sulit dicerna oleh tubuh, sehingga proses pengosongan lambung menjadi lebih lambat dan mudah memicu peningkatan asam lambung.
  • Makanan pedas. Makanan pedas dapat memicu peningkatan asam lambung. Bagi orang yang sudah mag, konsumsi makanan pedas saat sarapan dapat memperparah kondisi yang sudah ada.
  • Minuman mengandung kafein dan soda. Minuman mengandung kafein atau soda dapat memcu produksi asam lambung, apalagi bila dikonsumsi saat kondisi perut sedang kosong.
  • Susu tinggi lemak. Bukannya baik, konsumsi susu tinggi lemak saat sarapan justru bisa memicu terjadinya penyakit mag. Hal ini terjadi karena susu tinggi lemak banyak memiliki kandungan laktosa. Pada beberapa orang, laktosa dapat memicu perut kembung dan memicu terjadinya peningkatan asam di lambung.
1 of 2

Menu sarapan yang dianjurkan

Supaya Anda tidak mengalami mag, kebiasaan untuk sarapan pagi tidak boleh Anda lewatkan. Berikut beberapa menu sarapan yang bisa Anda jadikan pilihan:

1. Bubur

Bubur adalah makanan paling baik untuk dikonsumsi saat sarapan. Ini karena bubur tidak memberatkan kerja saluran cerna, sehingga peningkatan asam lambung juga tidak akan terjadi. Supaya lebih nikmat, tambahkan bubur yang Anda konsumsi saat sarapan dengan telur rebus, ayam, atau kecap.

2. Daging tanpa lemak

Daging panggang atau rebus adalah menu nikmat, yang sangat sesuai untuk disantap sebagai sarapan. Selain bisa memasok energi untuk menunjang aktivitas selanjutnya, daging panggang atau rebus juga tidak meningkatkan risiko terjadinya mag.

Agar manfaatnya lebih pasti, pastikan Anda hanya mengonsumsi daging yang matang sepenuhnya. Hindari menambahkan sambal atau saus. Batasi juga porsinya agar tidak berlebihan.

3. Gandum

Gandum kaya akan kandungan serat, yang dapat menyerap asam di lambung. Bagi Anda yang sudah punya penyakit lambung, gandum tidak akan membuat gejala kambuh. Beberapa contoh makanan yang terbuat dari gandum, yaitu serealia, oatmeal, atau roti.

4. Kentang rebus

Kentang rebus merupakan sumber karbohidrat dan bersifat alkali, yang mampu menetralkan asam di lambung. Sangat baik untuk dijadikan sebagai menu sarapan pagi, bukan?

5. Brokoli rebus

Brokoli mengandung sulfur dan kalium, yang mampu “menenangkan” kondisi saluran cerna. Bagi Anda yang sudah punya penyakit mag, konsumsi brokoli rebus saat sarapan dapat membantu mencegah kekambuhan gejala.

6. Buah-buahan

Pepaya, pisang, dan melon adalah beberapa jenis buah yang dapat membantu menyeimbangkan kadar asam di dalam lambung. Dengan mengonsumsinya sebagai menu sarapan, kondisi saluran cerna Anda akan lebih “tenang” sehingga penyakit mag bisa dihindari.

Selain memilih menu sarapan yang tepat, perhatikan juga jumlah porsi yang Anda konsumsi. Pastikan secukupnya saja alias tidak berlebihan. Di samping itu, perhatikan pula kecukupan cairan tubuh. Anda disarankan untuk minum 6–8 gelas air putih dalam satu hari.

Jika selama ini Anda jarang sarapan, waspadalah karena kebiasaan ini bisa memicu mag. Sarapan dengan menu dan porsi yang tepat membuat Anda siap untuk menghadapi segala aktivitas di hari tersebut. Selain itu, Anda juga bisa terhindar dari risiko sakit mag dan gangguan saluran cerna lainnya. Jadi, jangan lagi lupa untuk sarapan dengan menu dan porsi yang tepat, ya!

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓