Benarkah Mengidap Penyakit Parah Picu Keinginan Bunuh Diri?

Oleh Ayu Maharani pada 09 Sep 2019, 16:30 WIB
Mengidap penyakit parah selama bertahun-tahun bisa memicu rasa putus asa. Tapi benarkah juga bisa memicu keinginan bunuh diri?
Benarkah Mengidap Penyakit Parah Picu Keinginan Bunuh Diri? (Canon-Boy/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Seorang penderita penyakit berat yang tidak kunjung sembuh sering kali merasa putus asa dengan penyakit yang diidapnya. Penyakit parah yang ditambah dengan keterbatasan biaya, hingga perasaan menjadi beban keluarga, bisa memunculkan rasa putus asa dan memicu keinginan untuk bunuh diri.

Jika benar demikian, bagaimana mengenali gejalanya dan mencegah tindakan tersebut?

Penelitian tentang penyakit kronis, depresi, dan risiko bunuh diri

Dilansir dari laman Tempo.co, terdapat penelitian yang melaporkan bahwa sebanyak 1 dari 10 kematian akibat bunuh diri di Amerika Serikat terjadi pada orang-orang yang menderita penyakit kronis. Dalam penelitian tersebut, penyakit kronis dianggap menjadi faktor yang paling memungkinkan untuk mendorong seseorang melakukan bunuh diri.

Seorang Epidemiologis Amerika dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), Dr. Emiko Petrosky, mengatakan bahwa penderita penyakit kronis rentan mengalami depresi. Diperkirakan, ada sekitar 25 juta orang dewasa di Amerika Serikat yang memiliki penyakit tersebut. Lalu, sebanyak 10,5 juta di antaranya, selalu merasa menderita setiap hari.

“Oleh karena itu, pemberi pelayanan kesehatan untuk pasien penyakit kronis harus menyadari adanya risiko bunuh diri. Sebab, penyakit kronis adalah masalah besar di masyarakat. Sangat esensial bila dokter dan rumah sakit mengimprovisasi pengobatan dengan cara menyediakan pelayanan kesehatan mental. Jadi, bukan cuma memberi obat-obatan fisik saja,” jelas Petrosky.

Perlu diketahui, penelitian yang dilakukan oleh Petrosky terjadi pada tahun 2003 hingga 2014. Di periode itu, angka bunuh diri yang dilakukan penderita penyakit kronis meningkat dari 7,4 persen menjadi 10,2 persen.

Namun, tim penelitinya juga menggarisbawahi bahwa orang-orang yang bertarung melawan penyakit kronis di periode tersebut juga meningkat.

Tentu Anda penasaran dengan penyakit kronis apa saja yang kerap memicu penderitanya untuk bunuh diri, bukan? Penyakit-penyakit tersebut antara lain adalah arthritis, sakit tulang belakang, dan kanker.

Ditemukan banyak kasus di mana mereka yang merasakan sakit bertahun-tahun mengakhiri hidupnya dengan mengonsumsi opioid dalam jumlah berlebih (overdosis). Opioid sendiri merupakan obat antidepresi.

1 of 2

Tanda-tanda ingin bunuh diri dari orang depresi

Dengan demikian, benar adanya bahwa penyakit kronis dapat memicu keinginan seseorang untuk bunuh diri. Akan tetapi, bukan berarti orang-orang di sekitar penderita penyakit kronis tidak bisa membaca gejala-gejalanya.

Sebab, menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, setidaknya ada 8 gejala yang bisa diperhatikan dari orang yang memiliki keinginan bunuh diri, yaitu:

  • Menarik diri dari komunitas

Ia tidak lagi menyukai kegiatan bersama orang lain. Ia akan lebih banyak menghabiskan waktu sendiri.

  • Tidak mampu melakukan hobi

Mereka yang depresi tidak mau lagi melakukan hal yang disenangi. Bahkan, mereka bisa benar-benar meninggalkan hobi yang sebelumnya sangat digandrunginya.

  • Selalu tampak murung atau ceria secara berlebih

Sebagian orang depresi, ada yang selalu menampilkan wajah murung dan intonasi datar. Tapi, ada juga yang mampu menampilkan image ceria atau humoris tanpa mengenal waktu.

  • Punya gangguan tidur

Umumnya, mereka yang depresi punya masalah insomnia.

  • Gangguan memori dan sulit konsentrasi

Depresi akan membuat seseorang sulit fokus dan mengingat hal-hal penting. Sebab, pikirannya sudah diselimuti hal “gelap” dan rasa ingin bunuh diri saja.

  • Tidak nafsu makan

Nafsu makan dipengaruhi suasana hati. Oleh karena itu, orang yang depresi cenderung malas makan dan berat badannya juga kian menurun.

  • Sering merasa tidak berguna

Kondisi ini kerap dilontarkan beberapa kali. Jadi, hati-hatilah jika ucapan tersebut terlontar dari seseorang yang menderita penyakit kronis.

  • Menyakiti dirinya sendiri

“Saat ide bunuh diri sudah muncul, orang yang depresi akan mencoba melakukan tindakan-tindakan yang membahayakan diri, seperti minum alkohol dalam jumlah banyak, pakai obat-obatan terlarang, mencoba menyayat pergelangan tangan, dan lain-lain,” tutur dr. Sepri.

Penyakit parah yang sukar disembuhkan memang bisa menghadirkan rasa putus asa, dan sebagian kasus justru memicu keinginan bunuh diri. Namun, rasa putus asa itu tidak akan memuncak jika orang-orang di sekitarnya tetap memberikan dukungan. Menyambut Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, berikan dukungan kepada mereka yang mengidap penyakit kronis. Jangan biarkan mereka berjuang sendirian. Dukungan dari orang-orang terkasih di sekitarnya juga bisa membangkitkan pikiran positif yang bisa meningkatkan kualitas kesehatannya.

[MS/ RVS] 

Lanjutkan Membaca ↓