Radioterapi untuk Kanker seperti Ria Irawan, Ada Pantangannya?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 11 Sep 2019, 13:00 WIB
Ria Irawan memilih perawatan jenis radioterapi untuk kanker yang dia alami. Adakah pantangan selama menjalani terapi itu?
Radioterapi untuk Kanker seperti Ria Irawan, Ada Pantangannya? (Foto: @riairawan/Instagram)

Klikdokter.com, Jakarta Aktris Ria Irawan masih menjalani perawatan di Gedung A Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, karena penyakit kanker. Wanita bernama lengkap Chandra Ariati Dewi Irawan itu memilih menjalani radioterapi untuk menangani sel kankernya. Lantas, adakah pantangan tertentu yang harus dipatuhi selama menjalani radioterapi?

Mengenal radioterapi

Terapi untuk kanker sendiri sebenarnya cukup beragam. Salah satunya adalah radioterapi. Radioterapi berasal dari Sinar-X yang ditemukan oleh Profesor Wilhelm Röntgen, seorang ahli fisika dari Jerman. Penemuannya ini merupakan sebuah revolusi dalam dunia ilmiah.

Beberapa minggu setelah itu, Emil Grubbe, seorang mahasiswa kedokteran di Chicago menggunakan radiasi sinar-X untuk mengobati kanker. Tiga tahun kemudian, dua orang dokter Swedia menggunakan radiasi sinar-X tersebut untuk menyembuhkan beberapa kasus kanker di daerah kepala dan leher.

Pada akhirnya, penggunaan sinar-X untuk mengatasi kanker disebut dengan radioterapi. Dalam radioterapi, radiasi berenergi tinggi akan memicu kematian sel kanker. Jaringan sekitar yang sehat juga akan mengalami kerusakan sel. Namun, sel-sel ini nantinya akan dapat memperbaiki dirinya sendiri dan berfungsi normal kembali.

Dikutip dari salah satu artikel dr. Fiona Amelia, MPH dari KlikDokter, radioterapi dapat diberikan dengan tujuan kuratif, yaitu untuk menyembuhkan pasien. Atau dapat juga untuk tujuan paliatif, yaitu memperbaiki kualitas hidup dengan mengurangi rasa nyeri atau perdarahan.

Berikut adalah beberapa jenis radioterapi berdasarkan cara pemberiannya:

  • Radiasi eksternal, yaitu bila sumber radiasi berada di luar tubuh dan memiliki jarak tertentu dengan kanker/penyakit yang akan diterapi. Cara ini paling sering dilakukan pada pasien kanker.
  • Stereotactic radiosurgery, yaitu radioterapi dalam sekali pemberian dengan dosis dan tingkat akurasi yang tinggi, sehingga menyerupai pembedahan.
  • Brakiterapi, yaitu bila sumber radiasi didekatkan ke lokasi kanker/ penyakit.
  • Radiasi internal, yaitu pemberian radiasi ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.

Pasien yang menjalani radioterapi dapat mengalami beberapa efek samping. Antara lain dapat berupa nyeri, perdarahan, pusing, mual, muntah, hilang nafsu makan, kering pada kulit dan mulut, hingga kerontokan rambut.

Menurut dr. Fiona, pada tahap ini, pasien tetap harus memiliki asupan gizi dan cairan yang cukup agar dapat menjalani penyinaran hingga tuntas. Dokter pun akan memberikan obat-obatan untuk mengurangi keluhan-keluhan yang mengganggu pasien.

Bila penyinaran dilakukan di area panggul dan kelamin—dalam kasus yang jarang—radioterapi dapat mengganggu kesuburan secara permanen.

Pantangan saat menjalani radioterapi

Pasien yang sedang menjalani radioterapi harus melakukan pola hidup sehat dengan cara "CERDIK". Yang dimaksud “CERDIK” adalah cek rutin kesehatan, enyahkan asap rokok, rajin olahraga, diet seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres. 

Dalam formula "CERDIK" itu yang menjadi pantangan adalah merokok, makan sembarangan, dan stres berlebihan. Selain itu, ditambahkan dr. Astrid Wulan Kusumoastuti dari KlikDokter, Anda yang sedang menjalani radioterapi juga harus makan seimbang.

"Seimbang artinya semua harus ada komposisi gizinya, tidak boleh ada satu yang lebih. Misalnya, jangan hanya konsumsi protein saja yang tinggi atau karbohidrat saja yang tinggi. Semuanya harus dalam takaran yang seimbang," kata dr. Astrid.

Selain itu, hindari juga bahan-bahan atau paparan yang dapat memicu kambuhnya penyakit. Dengan menghindari hal-hal tersebut, pemulihan dengan radioterapi bisa berjalan lancar.

Bila beberapa pantangan tersebut bisa dipatuhi, manfaat radioterapi untuk kanker akan makin bisa dirasakan pasien, seperti Ria Irawan. Sebisa mungkin, Anda juga harus rutin memeriksakan diri ke dokter. Ikuti juga anjuran dokter Anda sebelum, selama, dan setelah radioterapi dilakukan.

[HNS/ RVS]