Apakah Dada Kiri Sakit Selalu Gejala Penyakit Jantung?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 11 Sep 2019, 15:20 WIB
Penyakit jantung punya ciri khas. Tapi apakah gejala sakit di dada sebelah kiri selalu menandakan penyakit jantung?
Apakah Dada Kiri Sakit Selalu Gejala Penyakit Jantung? (Rapeepat-Pornsipak/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sakit di dada sebelah kiri selalu saja dihubungkan dengan gejala penyakit jantung. Kekhawatiran itu tak selalu benar, karena nyeri dada sebelah kiri juga bisa diakibatkan oleh banyak kondisi.

Wajar penyakit jantung begitu ditakuti. Secara global, 85 persen dari semua kematian di dunia terjadi akibat penyakit kardiovaskular seperti serangan jantung dan stroke. Di Indonesia, berdasarkan data dari Riskesdas 2018, penyakit jantung juga menjadi penyebab kematian tertinggi, yakni mencapai 1,5 persen.

Penyakit jantung adalah istilah umum dari semua penyakit yang menyerang jantung. Jenisnya ada banyak, tetapi yang paling sering ditemui adalah:

  • Penyakit jantung koroner: yaitu yang terjadi akibat penyempitan pembuluh darah di jantung.
  • Penyakit jantung bawaan: yaitu masalah jantung yang ditemukan sejak bayi. Permasalahan yang paling sering adalah kebocoran katup jantung.
  • Aritmia: gangguan irama jantung, terlalu cepat atau terlalu lambat.
  • Gagal jantung: kegagalan otot jantung untuk memompa darah secara memadai ke seluruh tubuh.
  • Infeksi jantung (endokarditis): infeksi pada lapisan dalam jantung.

Tanda dan gejala penyakit jantung bisa berbeda-beda antara satu penderita dengan penderita yang lain, tergantung jenis penyakitnya. Meski demikian, ada beberapa gejala khas, salah satunya adalah sakit di dada.

Sakit dada di sebelah kiri, pertanda penyakit jantung?

Faktanya, nyeri dada di sebelah kiri belum tentu gejala penyakit jantung. Keluhan tersebut bisa disebabkan oleh berbagai hal, antara lain:

1. Masalah otot dan tulang

Berdasarkan penjelasan dari dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, cedera pada otot dan tulang di sekitar dada juga sering menyebabkan nyeri dada. Menurutnya, kondisi ini cukup sering terjadi pada usia muda atau pekerja berat.

“Karakteristiknya adalah nyeri yang dipengaruhi posisi tubuh tertentu. Misalnya, nyeri dada hanya akan dirasakan saat tubuh dimiringkan ke kiri,” jelasnya.

2. Penyakit lambung

Penyakit lambung, khususnya yang kronis, juga bisa melahirkan keluhan nyeri dada. Kasus ini biasanya terjadi pada penyakit refluks asam lambung alias GERD.

“Pada penyakit ini, asam lambung akan naik ke kerongkongan hingga terkadang mencapai rongga mulut. Kondisi ini menyebabkan rasa pahit dan asam di pangkal lidah, serta iritasi kerongkongan yang menimbulkan nyeri dada,” dr. Reza menjelaskan.

3. Penyakit paru

Karena berada di dalam rongga dada, masalah pada organ paru juga bisa menimbulkan sakit di dada.

“Biasanya kondisi ini berkaitan dengan tarikan napas dan disertai keluhan lain seperti demam, batuk, atau sesak,” kata dr. Resthie Rachmanta Putri, M.Epid dari KlikDokter.

 

4. Masalah psikologis

Kadang, orang-orang yang memiliki gangguan kecemasan juga bisa merasakan nyeri di dada, meski sebetulnya tidak ada masalah pada organ-organ di sekitar dadanya.

Nyeri muncul akibat kecemasan berlebih dan tidak ada karakteristik khas nyeri dada akibat kecemasan. “Tapi penyebab ini baru menjadi pertimbangan bila kemungkinan penyebab lain, misalnya pada jantung, lambung, otot, serta tulang di sekitar dada sudah disingkirkan,” dr. Resthie berujar.

1 of 2

Nyeri khas penyakit jantung

Gejala sakit yang khas untuk keluhan penyakit jantung adalah sakit di dada kiri yang digambarkan seperti tertimpa benda berat, ditekan, atau diremas, sakit berlangsung 2-5 menit, menjalar ke bahu kiri dan kedua lengan, terutama pada permukaan tangan dan lengan bawah. Selain itu, sakit juga bisa menembus ke punggung, dasar leher, rahang, gigi, dan ulu hati.

Gejala yang disebutkan di atas dikenal sebagai angina.

Dikatakan oleh dr. Resthie, gejala tersebut umumnya dipicu aktivitas fisik (olahraga, seksual, atau aktivitas lainnya), emosi, dan bisa diatasi dengan istirahat atau kombinasi istirahat dan nitrogliserin sublingual.

Jika Anda mendapati gejala-gejala khas penyakit jantung seperti yang disebut sebelumnya, serta disertai gejala lainnya seperti pusing dan keringat dingin, Anda harus (ekstra) waspada.

Menurut dr. Andika Widyatama dari KlikDokter, perasaan pusing seperti kliyengan diakibatkan jantung tak mampu memompa darah yang kaya akan oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh, termasuk ke otak.

"Jika ini terjadi, maka dapat menimbulkan perasaan pusing ataupun kliyengan, terutama saat beraktivitas," kata dr. Andika. Selain pusing, waspadai juga keringat dingin.

“Saat jantung kekurangan oksigen, bisa terjadi kondisi iskemia (tidak cukupnya suplai oksigen ke organ jantung). Akibatnya, penderita akan mengeluarkan keringat berlebih dan mengalami penyempitan pembuluh darah. Iskemia juga bisa menimbulkan gejala mual dan muntah.” Demikian kata dr. Andika.

Sakit di dada sebelah kiri tidak selalu merupakan gejala penyakit jantung. Walaupun begitu, gejala tetap tak boleh disepelekan. Faktanya, penyebabnya nyeri dada kiri beragam dan bisa jadi penyebabnya diakibatkan kondisi medis lainnya yang tak kalah serius.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓
hbasri274.gmail_1566302413232hbasri274.gmail_1566302413232

terima kasih..semoga Alloh membalas kebaikan anda