Benarkah Peristiwa 11 September Memicu Kanker?

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 11 Sep 2019, 16:40 WIB
Peristiwa 11 September masih berbekas di benak banyak orang. Benarkah tragedi 9/11 itu memicu kanker?
Benarkah Peristiwa 11 September Memicu Kanker? (Merdeka.com)

Klikdokter.com, Jakarta Masih ingatkah Anda dengan peristiwa 11 September atau sering disebut 9/11? Tragedi itu masih cukup berbekas bagi masyarakat Amerika Serikat (AS) dan juga dunia karena runtuhnya gedung World Trade Center (WTC) di New York, akibat aksi terorisme. Adakah yang sadar bahwa peristiwa 9/11 ternyata bisa memicu penyakit seperti kanker?

Kejadian 18 tahun lalu tersebut terjadi tepat tanggal hari ini. Kala itu, 4 pesawat dibajak sekelompok teroris dan 2 di antaranya diarahkan untuk menabrak gedung WTC di New York. Satu pesawat lagi jatuh di Pentagon, markas Departemen Pertahanan AS, sementara satu pesawat lagi, yang diduga sedang menuju Gedung Putih, jatuh di daerah Pennsylvania. Ribuan orang meninggal akibat kejadian itu dan meninggalkan luka mendalam bagi warga AS.

Lalu bagaimana bisa runtuhnya WTC menyebabkan kanker? Ini yang sebenarnya mungkin tidak banyak disadari oleh orang-orang setelah kejadian itu. Imbasnya memang butuh waktu bertahun-tahun untuk kemudian disadari.

Ternyata, runtuhnya gedung WTC masih meninggalkan masalah yang pelik. Cukup banyak ditemukan kasus kanker paru atau kanker yang berhubungan dengan saluran pernapasan akibat peristiwa 9/11.

Paparan asbestos akibat runtuhnya gedung WTC

Melansir dari asbestos.com, runtuhnya WTC pada 2001 lalu ternyata menghasilkan 400 ton asbestos atau asbes (semacam materi serat atau kristal silika) bubuk dan bahan berbahaya lainnya di kota Manhattan, New York, AS.

Diperkirakan, 410.000 hingga 525.000 orang, termasuk lebih dari 90.000 pekerja, terpapar debu beracun selama upaya penyelamatan, pemulihan, dan pembersihan setelah serangan itu. Debu akibat runtuhnya gedung WTC terdiri dari sekitar:

  • 50 persen bahan konstruksi berserat
  • 40 persen gelas dan serat lainnya
  • 9,2 persen selulosa dari kertas yang hancur
  • 0,8 persen asbes

Menurut World Trade Center Health Program, siapa pun yang berada dalam radius 2,5 kilometer dari gedung WTC berisiko terkena asbes dan karsinogen lainnya seperti timah, merkuri, benzena, dan dioksin.

Pada 2011, dilakukan sebuah studi terhadap para petugas pemadam kebakaran yang terpapar debu gedung WTC. Hasilnya, terbukti bahwa kelompok ini memiliki 19 persen kemungkinan lebih besar terserang kanker dibanding populasi umum.

Selain petugas pemadam kebakaran, kelompok yang paling berisiko lainnya adalah:

  • Tim SAR
  • Pekerja pembersih
  • Para korban (penghuni gedung)
  • Penduduk sekitar

Kondisi tersebut seakan menunjukkan bahwa kanker bisa saja terjadi karena adanya faktor eksternal yang bisa memicu kanker. Contohnya seseorang yang terkena kanker paru padahal ia tidak merokok. Kondisi itu pula yang dialami oleh mendiang Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Badan Informasi dan Humas BNPB.

Menurut dr. Sepriani Timurtini Limbong dari KlikDokter, fakta menunjukkan bahwa kanker paru dapat terjadi pada bukan perokok. Bahkan, di Amerika Serikat, sekitar 20 persen pasien kanker paru mengaku tidak pernah merokok seumur hidupnya.

Ini juga termasuk kanker paru karena paparan materi asbes , seperti yang terjadi akibat runtuhnya gedung WTC. Risiko ini juga sama dengan orang yang bekerja di pertambangan.

"Mereka yang pernah bekerja di pertambangan yang terpapar asbestos akan berisiko mengalami kanker paru. Asbestos memang telah terbukti menyebabkan kanker paru," kata dr. Sepriani.

 

1 of 2

Bisa terkena kanker lainnya

Akan tetapi, ternyata runtuhnya gedung WTC bukan hanya menyebabkan kanker paru. Ada deretan jenis kanker lainnya yang terpantau World Trade Center Health Registry, yakni:

  • Kanker prostat
  • Kanker payudara
  • Kanker tiroid
  • Kanker ginjal
  • Kanker usus besar
  • Kanker kulit nonmelanoma
  • Melanoma
  • Limfoma
  • Leukemia.

Pada 2018, hampir 10.000 orang telah didiagnosis menderita kanker 9/11. Efek kesehatan lain yang dilaporkan World Trade Center Health Registry adalah penyakit paru obstruktif kronik, sleep apnea, sindrom muskuloskeletal, sarkoidosis (penyakit radang), gangguan stres pasca-trauma, kecemasan, dan depresi. Secara keseluruhan, lebih dari 43.000 orang telah didiagnosis dengan kondisi kesehatan terkait  peristiwa 11 September.

Rentan juga terhadap kanker multiple myeloma

Ada juga studi soal kanker multiple myeloma yang coba meneliti petugas pemadam kebakaran. Para peneliti mencoba menguak teka-teki terkait risiko kesehatan apa yang ditimbulkan di antara orang-orang yang terlibat setelah peristiwa 9/11.

Para peneliti mengatakan, debu dari berbagai bahan kimia beracun yang menyelimuti hampir semua orang di lokasi itu, baik selama kejadian maupun berbulan-bulan setelahnya, tampaknya telah memberi dampak sangat besar.

Mereka mempelajari petugas pemadam kebakaran dengan multiple myeloma dan juga menskrining sekelompok petugas pemadam kebakaran yang lebih tua untuk mencari suatu kondisi yang dapat menyebabkan kanker darah.

"Studi kami menunjukkan bahwa paparan runtuhnya gedung WTC mungkin merupakan faktor risiko untuk berkembangnya multiple myeloma dan penyakit pendahulunya," tulis tim peneliti dalam laporan yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Oncology dari American Medical Association seperti dikutip dari NBC.

Menurut dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter, multiple myeloma sebenarnya merupakan salah satu jenis kanker darah yang menyerang bagian plasma sel darah putih. Sel darah putih sendiri memegang peran penting dalam sistem imunitas tubuh.

"Bila sel darah putih ini sudah terganggu, pertahanan tubuh terhadap virus, bakteri, dan beragam ancaman dari luar menjadi taruhannya," ujar dr. Dyan Mega.

Temuan di atas diperkirakan akibat paparan debu dari gedung WTC yang runtuh. Debu tersebut meliputi semen bubuk, gelas serat, asbes, timbal, senyawa penyebab kanker yang disebut hidrokarbon aromatik poliklik atau PAH, bifenil poliklorinasi atau PCB, furan poliklorinasi, dan dioksin.

Berbagai studi terus dilakukan oleh pihak terkait untuk menelisik benarkah peristiwa 11 September atau 9/11 telah memicu munculnya kanker. Sebab, hal tersebut memang ancaman nyata bagi para penghuni gedung yang selamat, pemadam kebakaran, dan para relawan yang berada di sekitar WTC saat peristiwa 9/11 terjadi.

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓