Memakai Koyo Saat Hamil, Bolehkah?

Koyo bisa meredakan pegal dan nyeri sekaligus memberikan efek panas dan pedas. Tapi memakai koyo saat hamil, boleh atau tidak, sih?
Memakai Koyo Saat Hamil, Bolehkah? (Buritora/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Salah satu keluhan yang paling sering dialami ibu hamil adalah sakit pinggang dan pegal-pegal. Tidak heran, koyo kerap digunakan untuk meredakan keluhan itu. Namun, memakai koyo saat hamil sebenarnya aman-aman saja atau justru bisa berefek buruk, ya?

Koyo si pereda nyeri

Menguto keterangan yang pernah diberikan dr. Rio Aditya kepada KlikDokter, koyo antara lain mengandung mentol dan metil salisilat. Kedua bahan ini akan diserap secara perlahan oleh kulit, dan langsung bekerja pada otot atau sendi yang berada di bawahnya.

Baca Juga

Bahan aktif mentol memberikan sensasi dingin, sehingga dapat mengurangi nyeri. Adapun metil salisilat memiliki efek antiinflamasi serta efek antinyeri.

“Ketika pertama kali ditempelkan ke area yang nyeri, koyo akan memberikan rasa panas dan sedikit terbakar. Efek tersebut bertujuan untuk memberikan sinyal pada otak, sehingga persepsi nyeri akibat sakit punggung menjadi terkecoh,” kata dr. Rio.

Tak lama kemudian, rasa nyeri akan berkurang perlahan-lahan. Setelah semua proses tersebut selesai, mentol dan metil salisilat dalam koyo mulai merasuk ke dalam kulit dan bekerja. Lantas, amankah bahan-bahan ini digunakan ibu hamil?

Ibu hamil pakai koyo, aman atau tidak?

Menjawab hal itu, dr. Dyan Mega Inderawati dari KlikDokter mengatakan, penggunaan koyo saat hamil memang diperbolehkan. Bahkan menurutnya, tidak ada aturan yang menuliskan ibu hamil tidak boleh menggunakan koyo selama hamil.

“Koyo itu kan pengobatan tradisional, selama penggunaan koyo tidak menimbulkan keluhan apa-apa terhadap ibu, misalnya menimbulkan ruam, kulit gatal atau kontraksi setelah penggunaan, koyo aman untuk digunakan,” ucap dr. Dyan Mega.

Akan tetapi, dr. Dyan Mega melanjutkan, jika setelah – atau saat – penggunaan koyo timbul keluhan-keluhan di atas, sebaiknya Anda sudahi penggunaan koyo.

“Jika kulit ibu sensitif, sebaiknya hindari penggunaan koyo dengan level panas yang tinggi. Bila perlu, gunakan saja baby oil untuk memijat-mijat pinggang yang sakit. Kulit ibu yang sensitif, mungkin bisa menjadi gatal, iritasi atau bahkan lecet setelah penggunaan koyo,” tutur dr. Dyan Mega.

Jadi, sebelum menggunakan koyo, ada baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu jenis kulit tubuh Anda selama hamil, ya.

1 dari 2

Cara meredakan sakit pinggang saat hamil

loading

Selain menggunakan koyo, dr. Dyan Mega juga memberikan beberapa tips yang bisa diikuti oleh ibu hamil saat hendak meredakan sakit pinggang yang dirasakan. Apa saja yang bisa dilakukan?

1. Olahraga

Hamil bukan menjadi alasan Anda tidak berolahraga selama 9 bulan penuh. Olahraga saat hamil justru sangat dianjurkan karena olahraga mampu meningkatkan kesehatan ibu selama hamil, termasuk meredakan sakit pinggang.

“Ketimbang Anda mengonsumsi obat antinyeri, lebih baik Anda lakukan kegiatan yang lebih alami dan menyehatkan seperti olahraga. Beberapa olahraga telah terbukti mampu mengurangi keluhan sakit pinggang saat hamil. Anda bisa mencoba yoga, jalan santai, dan berenang sebanyak tiga kali dalam seminggu, dan lihat sendiri hasilnya,” kata dr. Dyan Mega.

2. Kompres air hangat

Tak hanya olahraga, mengompres pinggang yang sakit dengan kain hangat juga bisa meredakan rasa sakit yang dialami. Anda bisa menyiapkan satu baskom air hangat (suhu suam-suam kuku) lalu celupkan kain kemudian peras, dan kompres bagian yang sakit. Air hangat bisa merilekskan otot-otot yang tegang selama hamil, termasuk otot yang ada di bagian pinggang.

3. Gunakan sepatu yang nyaman

Meski terdengar sepele, pemilihan alas kaki bisa berpengaruh pada sakit pinggang yang Anda alami. Pilihlah alas kaki dengan alas yang datar agar memudahkan ibu hamil saat berjalan.

Hindari penggunaan sepatu hak tinggi yang cenderung membuat posisi tubuh ibu jadi membungkuk ke depan. Ini bisa mengakibatkan keluhan sakit pinggang semakin intens. Selain itu, sepatu dengan hak tinggi juga lebih berisiko menyebabkan ibu tergelincir dan cedera.

Memang, tidak ada larangan untuk memakai koyo saat hamil. Namun, jika setelah penggunaan koyo Anda merasakan timbulnya ruam, kemerahan, atau kontraksi, segera hentikan pemakaiannya. Lebih baik gunakan cara lain untuk meredakan pegal dan sakit pinggang. Anda bisa berkonsultasi kepada dokter kandungan bila alami masalah akibat koyo.

[HNS/ RVS]

Live Chat 24 Jam

Ingin konsultasi mengenai artikel di atas?

Masuk

REAKSI ANDA

ARTIKEL TERKAIT

Suami Ikut Hamil Saat Istri Sedang Mengandung, Benarkah?

Info Sehat
07 Sep

Bolehkah Waxing Vagina Sebelum Melahirkan?

Info Sehat
03 Sep

Adakah Risiko Keguguran Bila Naik Ojek Saat Hamil Muda

Info Sehat
03 Sep

5 Cara Mengatasi Payudara Kendur setelah Melahirkan

Info Sehat
30 Agt

Cara Mengatasi Turun Berok pada Ibu Hamil

Info Sehat
29 Agt

0 KOMENTAR

Tulis Komentar Anda

Masuk KlikDokter untuk
meninggalkan komentar

Masuk