Rutin Konsumsi Minuman Protein, Bermanfaat atau Berbahaya?

Oleh dr. Reza Fahlevi pada 12 Sep 2019, 16:20 WIB
Mungkin Anda pernah melihat orang mengonsumsi minuman protein usai olahraga. Ketahui dampak konsumsi minuman ini bagi kesehatan.
Rutin Konsumsi Minuman Protein, Bermanfaat atau Berbahaya? (Africa-Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Produk minuman protein kian hari kian banyak jenisnya dan makin banyak beredar di pasaran. Minuman protein ini biasanya dikonsumsi oleh orang-orang yang sedang menjalankan diet atau sedang membentuk tubuh. Lantas apakah rutin konsumsi minuman protein membawa manfaat atau malah berbahaya bagi tubuh?

Minuman protein biasanya dijual dalam bentuk bubuk protein yang kemudian dilarutkan dengan air menjadi minuman protein. Namun, ada juga minuman protein yang dijual sudah dalam bentuk kemasan siap minum.

Produsen minuman protein biasanya mempromosikan produk mereka sebagai alternatif mudah mendapatkan ekstra protein untuk meningkatkan kesehatan. Suplemen ini dipasarkan kepada siapa saja mulai dari ibu rumah tangga hingga bodybuilder.

Produk minuman protein bermanfaat pada kondisi-kondisi tertentu. Mereka yang kurang asupan protein – baik dari makanan atau dalam masa penyembuhan luka – biasanya membutuhkan asupan tinggi protein. Hal ini juga berlaku untuk para bodybuilder yang membutuhkan asupan protein untuk membentuk otot.

Dampak negatif minuman protein

Pada kondisi normal saat Anda sudah mendapatkan cukup asupan protein dari makanan sehari-hari, menambah asupan dari minuman protein ternyata bisa berefek negatif bagi kesehatan.

Berikut beberapa dampak negatif mengonsumsi minuman protein secara berlebihan:

1. Meningkatkan pembuangan kalsium tubuh

Mengonsumsi protein secara berlebihan ternyata memiliki dampak negatif terhadap kadar kalsium dalam tubuh. Konsumsi protein berlebihan dapat membuat kadar kalsium tubuh rendah akibat pembuangan kalsium dari urine meningkat.

Sebuah penelitian menunjukkan semakin tinggi konsumsi protein maka semakin banyak kalsium yang dibuang melalui urine. Padahal, kalsium sangat berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang.

2. Mengganggu fungsi ginjal

Ginjal berfungsi untuk membuang produk-produk sisa metabolisme serta racun dari dalam tubuh. Secara umum, meningkatkan asupan protein akan meningkatkan beban ginjal untuk membuang produk-produk sisa metabolisme protein.

Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, asupan protein berlebihan seperti dari minuman protein dapat menurunkan fungsi ginjal. Selain itu juga meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal.

3. Kontaminasi logam berat

Walaupun tidak dapat digeneralisir, beberapa produk minuman protein di Amerika ditemukan mengandung kadar logam berat yang melebihi batas normal dari kadar logam berat yang aman. Beberapa jenis logam berat yang dapat ditemukan dalam minuman protein antara lain arsen, cadmium, timbal, dan merkuri.

Namun demikian, sekali lagi, tidak semua jenis minuman berprotein mengandung logam berat yang berlebihan ini. Untuk itu, jika Anda ingin mengonsumsi minuman berprotein, sebaiknya periksa dahulu kandungan produk yang akan Anda konsumsi.

4. Komposisi nutrien yang tidak seimbang

Secara normal, kebutuhan energi tubuh berasal dari 50-60 persen kalori, 20-30 persen lemak, dan 15-20 persen protein. Karbohidrat dan lemak berfungsi sebagai penghasil energi utama untuk aktivitas, sementara protein lebih ditujukan untuk menggantikan sel-sel tubuh yang rusak.

Namun, jika proporsi dibalik, dengan persentase protein yang lebih banyak maka protein akan digunakan sebagai bahan bakar energi.

Kekurangannya adalah metabolisme protein menghasilkan produk metabolit yang lebih berat, sehingga dapat membebani ginjal. Itulah mengapa sebaiknya proporsi protein tetap dikonsumsi sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan.

Nah, kini Anda telah mengetahui apa kelebihan dan kekurangan minuman protein. Bila memang ingin mengonsumsinya, akan lebih baik konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Sehingga, dosis dan aturan konsumsinya bisa disesuaikan dengan tujuan serta kondisi tubuh.

[NP/ RVS]