Haruskah Penderita Diabetes Minum Obat Diabetes Seumur Hidup?

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 14 Sep 2019, 12:00 WIB
Diabetesi tentu tersiksa dengan penyakit yang dideritanya. Tapi, perlukah penderita diabetes minum obat seumur hidup?
Haruskah Penderita Diabetes Minum Obat Diabetes Seumur Hidup? (Sirtravelalot/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Diabetes atau sering disebut dengan penyakit kencing manis masih menjadi penyakit metabolik yang sering terjadi di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Saat ini, banyak sekali orang dewasa muda terserang penyakit ini. Penderita diabetes atau diabetesi bahkan disebut-sebut harus makan obat diabetes seumur hidup.

Dua faktor yang berperan penting dalam terjadinya kondisi tersebut, antara lain adalah faktor genetik dan  pola hidup yang tidak sehat.

Menurut International Diabetes Federation (IDF), pada tahun 2035 jumlah penderita kencing manis di dunia diperkirakan akan semakin meningkat, yaitu sekitar 529 juta orang, dimana hampir 175 jutanya terlambat terdiagnosis.  Sedangkan di Indonesia, penyakit kencing manis menjadi penyebab kematian untuk 1,5 juta orang sejak tahun 2013.

Tanda dan gejala diabetes mellitus

Seseorang dapat terdiagnosis memiliki penyakit diabetes apabila memiliki gejala klasik seperti sering BAK (poliuria). Penderita juga haus berlebihan (polidipsia), sering merasa lapar (polifagia) dan adanya penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas. 

Keluhan lain yang dapat muncul selain gejala klasik antara lain terasa lemah seluruh badan serta kulit terasa gatal. Keluhan lainnya adalah pandangan kabur, bahkan gangguan seksual seperti disfungsi ereksi pada laki-laki.

Selain melihat dari gejala yang muncul, penyakit diabetes dapat dideteksi dengan mudah melalui pemeriksaan kadar gula darah dalam tubuh. Dikatakan positif menderita diabetes apabila kadar gula darah puasa ≥ 126 mg/dl atau kadar gula darah  ≥ 200 mg/dl. 

Bisakah penyakit diabetes sembuh?

Penyakit diabetes terjadi karena ketidakmampuan organ pankreas menghasilkan insulin, kelainan kerja insulin (resistensi insulin) maupun kombinasi keduanya. Karena proses ini berlangsung secara kronik dan terus berlangsung, maka penanganan harus dimulai secara dini.

Jika Anda memiliki gejala-gejala klasik dari penyakit diabetes dan kadar gula darah yang tinggi, maka sangat penting untuk memulai pengobatan dan perubahan pola gaya hidup.

Penyakit kencing manis ini tidak dapat sembuh 100 persen, mengingat organ pankreas pada tubuh mengalami kelainan. Tetapi, penyakit ini dapat dikontrol dengan menggunakan obat–obatan.

Tujuan dari pemberian obat-obatan pada penderita diabetes bukan bersifat untuk menyembuhkan, tetapi mencegah dan menghambat komplikasi yang akan terjadi di kemudian hari. 

1 of 2

Dampak konsumsi obat diabetes yang tidak teratur

Ada 2 kelompok komplikasi penyakit diabetes apabila tidak terkontrol dengan baik, yang dibagi berdasarkan waktunya yaitu :

  1. Akut

Terdapat 2 komplikasi akut dari penyakit kencing manis yaitu keadaan hipoglikemia (menurunnya kadar gula darah < 70mg/dl secara tiba – tiba) dan krisis hiperglikemia (berupa diabetik ketoasidosis dan hiperglikemi hiperosmolar, di mana kadar gula darah dalam tubuh dapat mencapai > 600mg/dl). 

Dua kondisi tersebut memerlukan perawatan di rumah sakit. Sebab apabila tidak ditangani dan tidak diawasi, perburukan kondisi pasien dapat terjadi sewaktu-waktu dan dapat menyebabkan kematian. 

  1. Kronik

Komplikasi berikutnya adalah komplikasi yang bersifat kronik atau berlangsung menahun. Terbagi menjadi 2 kelompok komplikasi, yaitu makroangiopati (menyerang pembuluh darah besar dari tubuh) dan mikroangiopati (menyerang pembuluh darah kecil dari tubuh).

Pada kelompok makroangiopati, penyakit ini sering menyebabkan komplikasi pada pembuluh darah jantung (penyakit jantung koroner) dan pembuluh darah otak (stroke perdarahan maupun penyumbatan). Sedangkan pada mikroangiopati, sering terjadi komplikasi berupa nefropati (penurunan fungsi ginjal yang dapat berakhir dengan gagal ginjal), retinopati diabetik, dan neuropati (hilangnya sensasi di bagian ujung-ujung kaki dan tangan, sering kesemutan, rasa terbakar). 

Jadi, obat diabetes harus dikonsumsi selamanya?

Ya. Semua penderita diabetes wajib mengonsumsi obat-obatan secara rutin seumur hidupnya untuk mengontrol kadar gula darah.

Selain itu, penderita diabetes juga disarankan untuk melakukan pengontrolan berat badan, tekanan darah, dan kadar lemak tubuh dengan menerapkan hidup sehat, seperti mengatur pola makan dan olahraga secara rutin. 

Meski kadar gula darah sudah mencapai target, bukan berarti penderita diabetes sembuh dan dapat lepas dari obat-obatan. Ingat, progresivitas dari komplikasi penyakit ini setiap hari selalu berjalan terus.

Hanya saja dengan pengobatan dan pola hidup yang baik, komplikasi diabetes tersebut dapat dicegah dan dihambat. 

Konsumsi obat diabetes memang harus dilakukan secara rutin apabila ingin terhindar dari berbagai macam komplikasi. Kontrol kadar gula darah yang baik adalah kunci dari penanganan penyakit ini. Bagi Anda penderita diabetes, jangan lupa juga untuk melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter untuk mengevaluasi kadar gula darah setiap bulannya. 

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓