Waspada Limfoma, Ini yang Perlu Anda Perhatikan

Oleh dr. Arina Heidyana pada 15 Sep 2019, 10:00 WIB
Hal-hal berikut ini perlu diperhatikan agar Anda lebih waspada dengan penyakit limfoma atau kanker kelenjar getah bening yang kerap tak terdeteksi gejalanya.
Waspada Limfoma, Ini yang Perlu Anda Perhatikan (Artemida-psy/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Limfoma adalah salah satu kanker terganas yang banyak merenggut nyawa menurut National Cancer Institute. Di Indonesia, limfoma lebih dikenal dengan sebutan kanker kelenjar getah bening. Penyakit ini menyerang sistem limfatik tubuh yang merupakan bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh manusia.

Tubuh manusia penuh dengan jaringan limfatik yang terdiri dari saluran getah bening dan kelenjar getah bening, di mana limfosit diedarkan ke seluruh organ dan jaringan dalam tubuh untuk melawan infeksi.

Namun, ketika tumor ganas berkembang pada sel-sel getah bening, sel-sel tersebut akan berkembang dan berkumpul di kelenjar getah bening, membentuk tumor, hingga menyebar ke sumsum tulang, hati, dan organ tubuh lainnya. Bentuk kanker yang berasal dari sistem limfatik ini disebut sebagai limfoma.

Menyambut Hari Peduli Limfoma Sedunia, Anda perlu lebih mengenali penyakit ini, dengan mengenali sejumlah gejalanya.

Mengenal limfoma lebih jauh

Limfoma sendiri terbagi menjadi 2 jenis, yaitu limfoma Hodgkin dan non Hodgkin. Limfoma Hodgkin lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

Berbeda dengan limfoma Hodgkin, limfoma non Hodgkin lima kali lipat lebih sering terjadi dan menempati urutan ke-7 dari seluruh kasus penyakit kanker di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri menempati posisi ke-6 dan angka kejadian penyakit ini terus meningkat.

Gejala limfoma sendiri tidak dapat dikenali dengan mudah, bahkan gejala awalnya pun dapat berupa benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening yang tanpa rasa sakit. Untuk itu, Anda perlu waspada terhadap benjolan apapun yang muncul di tubuh.

Tanda limfoma yang perlu diwaspadai

Meskipun sampai sekarang penyebab limfoma belum diketahui dengan pasti, namun ada hal-hal yang diduga dapat meningkatkan risiko terkena limfoma, yaitu:

  • Usia di bawah 55

Berdasarkan penelitian, limfoma lebih sering didapatkan pada usia kurang dari 55 tahun. Namun, ada juga penelitian yang mengatakan untuk limfoma non-Hodgkin akan meningkat seiring usia, khususnya lansia berusia di atas 60 tahun.

  • Pernah terpapar virus Epstein-Barr atau EBV

Virus ini menyebabkan demam kelenjar. Orang yang pernah mengalami demam kelenjar memiliki risiko tinggi terkena limfoma.

  • Sistem kekebalan tubuh yang lemah

Sistem limfatik tubuh merupakan bagian penting dalam sistem kekebalan tubuh. Oleh karena itu, jika sistem kekebalan tubuh sudah lemah karena suatu penyakit, misalnya karena menderita HIV/AIDS atau menggunakan obat imunosupresan, maka akan lebih berisiko tinggi terkena limfoma.

  • Adanya riwayat kanker dalam keluarga inti

Risiko seseorang untuk terkena limfoma akan meningkat jika memiliki anggota keluarga, terutama keluarga inti (ayah, ibu, atau saudara kandung) yang menderita jenis kanker yang sama.

  • Mengalami obesitas

Menurut penelitian, risiko keganasan dapat meningkat dipengaruhi oleh distribusi lemak tubuh dan peningkatan berat badan yang menyebabkan transfer lipid dari sel lemak di dalam tubuh ke tumor.

Berikut adalah hal-hal yang dapat diperhatikan tentang gejala-gejala limfoma:

  • Benjolan di daerah leher, ketiak, selangkangan
  • Demam
  • Keringat berlebihan, terutama pada malam hari
  • Berat badan menurun
  • Kehilangan nafsu makan
  • Kelelahan
  • Kulit gatal secara terus-menerus
  • Perdarahan
  • Mudah terkena infeksi.

Walaupun demikian, gejala-gejala tersebut diatas juga bisa terjadi pada penderita penyakit lain yang mungkin tidak disebabkan oleh limfoma. Penyakit lain seperti tonsilitis maupun tuberkulosis paru juga dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening pada daerah leher.

Oleh karena itu, jika terjadi pembengkakan secara terus-menerus pada kelenjar getah bening atau ada salah satu dari gejala di atas yang terus berulang, lakukan pemeriksaan kesehatan ke dokter sesegera mungkin.

[NP/ RVS]