Rahim Terbalik Menyebabkan Sulit Hamil, Benarkah?

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 16 Sep 2019, 14:20 WIB
Tidak sedikit wanita yang memiliki rahim terbalik. Apakah kondisi ini memengaruhi kesuburan dan menyebabkan wanita sulit hamil?
Rahim Terbalik Menyebabkan Sulit Hamil, Benarkah? (healthreflect.com)

Klikdokter.com, Jakarta Impian untuk memiliki keturunan kadang sulit terwujud karena beberapa faktor yang memenuhi kesuburan. Salah satu hal yang dinilai memengaruhi kesuburan wanita adalah rahim terbalik. Benarkah kondisi tersebut bahkan menyebabkan seorang wanita jadi sulit hamil?

Rahim terbalik, apa itu?

Rahim terbalik (retroverted, tilted, atau tipped uterus) adalah kondisi rahim terletak ke belakang, mengarah ke punggung bawah. Secara normal, rahim akan berada pada kondisi yang cukup fleksibel di rongga panggul, dengan posisi agak ke depan. Namun pada rahim terbalik, posisi rahim lurus ke belakang.

Kondisi yang dalam istilah medis juga sering disebut uterus retrofleksi ini disebabkan oleh banyak hal. Bisa merupakan akibat lemahnya otot panggul, misalnya akibat persalinan, pembesaran rahim akibat adanya tumor atau kehamilan, riwayat infeksi panggul, riwayat pembedahan sebelumnya, hingga faktor genetik.

Meski mungkin terdengar asing, nyatanya banyak wanita mengalami kondisi rahim terbalik. Data menyebutkan, satu dari lima wanita memiliki rahim dengan posisi terbalik.

Gejala seorang wanita memiliki rahim terbalik

Biasanya, kondisi ini terdiagnosis saat dokter melakukan pemeriksaan fisik dan dikonfirmasi melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG). Rahim terbalik biasanya tidak menimbulkan gejala apa pun dan sering diketahui secara insidental. Namun, ada beberapa keluhan yang mungkin dialami pasien, di antaranya adalah:

  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Nyeri menstruasi
  • Ketidaknyamanan saat menggunakan tampon
  • Inkontinensia (tidak mampu menahan buang air kecil) minor
  • Nyeri punggung saat berhubungan seksi
  • Infeksi saluran kemih berulang

Punya rahim terbalik, benarkah sulit hamil?

Bagi wanita yang memiliki rahim terbalik, biasanya akan timbul rasa khawatir kondisi tersebut akan memengaruhi kesuburan, terutama yang mendambakan keturunan. Banyak yang menganggap bahwa posisi rahim tersebut akan membuat wanita sulit hamil.

Dulunya, rahim terbalik memang menjadi kambing hitam ketika pasangan suami istri tak kunjung mendapatkan momongan. Namun, hal tersebut ditangkis oleh berbagai penelitian di bidang kedokteran, yang menunjukkan bahwa wanita yang memiliki rahim terbalik tetap bisa hamil.

Posisi rahim terbalik tidak memengaruhi proses pertemuan sel sperma dan sel telur, sehingga wanita dengan kondisi ini tetap berkesempatan untuk memiliki kehamilan yang sehat.

Selain itu, kehamilan juga bisa menjadi penyebab rahim terbalik. Pada kebanyakan kasus, tidak ada dampak buruk atau berbahaya yang muncul pada wanita dengan rahim terbalik saat persalinan.

Rahim terbalik boleh dicurigai sebagai penyebab gangguan kesuburan (infertilitas) apabila penyebab lainnya sudah tidak ditemukan lagi. Penyebab lain dari infertilitas di antaranya adalah:

  • Riwayat konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol dapat mengganggu produksi sel sperma dan kualitasnya. Bagi pria peminum alkohol, sel sperma yang dihasilkan sedikit dan mengalami gangguan gerak.
  • Perokok. Baik pria maupun wanita, merokok dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Rokok mengandung zat berbahaya yang merusak sel telur dan embrio (bila sudah terjadi pembuahan).
  • Obesitas. Wanita yang memiliki indeks massa tubuh (IMT) lebih dari 29 bisa cenderung lebih lama untuk mendapatkan keturunan.
  • Stres psikologis. Perasaan cemas, takut, dan depresi yang berlebihan berhubungan juga dengan infertilitas, meskipun untuk hal ini membutuhkan lebih banyak penelitian.
  • Faktor eksternal lain. Ada beberapa faktor eksternal yang dapat memengaruhi kualitas sperma dan sel telur, seperti kelelahan fisik akibat bekerja, cuaca panas, bekerja di sekitar sinar X (radiografer, dll.,), dan banyak faktor lainnya.

Sebelum menentukan apakah rahim terbalik menyebabkan gangguan kesuburan, pasangan suami istri harus memeriksa faktor-faktor lain yang telah disebutkan di atas. Umumnya, rahim terbalik bukanlah satu-satunya penyebab gangguan kesuburan.

Rahim terbalik atau uterus retrofleksi merupakan kondisi yang cukup sering terjadi pada wanita, dan bukan satu-satunya hal yang bisa menyebabkan sulit hamil. Jika Anda memiliki kondisi rahim terbalik, tak perlu panik, diskusikan dengan dokter kandungan Anda mengenai penanganan yang tepat dan sesuai dengan kondisi.

(RN/ RVS)