5 Penyebab Bayi Muntah yang Perlu Anda Tahu

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 18 Sep 2019, 16:20 WIB
Dalam beberapa kondisi, bayi muntah tak perlu terlalu dikhawatirkan. Meski demikian Anda perlu mengetahui apa penyebab bayi muntah.
5 Penyebab Bayi Muntah yang Perlu Anda Tahu (newkidscenter.com)

Klikdokter.com, Jakarta Muntah yang dialami oleh bayi dan balita biasanya umum terjadi. Namun tidak jarang orang tua khawatir ada yang salah dengan si Kecil. Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, bayi muntah ada yang masih dalam batas normal, namun ada yang disebabkan oleh kondisi tidak normal. Agar Anda tidak terlalu panik, Anda perlu mengenali beragam penyebab bayi muntah. Dengan demikian Anda bisa melakukan tindakan yang tepat untuk buah hati Anda.

Membedakan muntah dan gumoh

Bayi memang terkadang mengeluarkan sesuatu dari mulutnya. Meski demikian jangan buru-buru menganggap bahwa bayi Anda muntah ketika ada sesuatu dari mulutnya. Mungkin yang dimuntahkannya adalah gumoh. Oleh karenanya Anda harus bisa membedakan antara muntah dan gumoh.

Menurut dr. Sara Elise Wijono, MRes dari KlikDokter, antara bayi muntah dan gumoh sering kali sulit dibedakan. Bahkan banyak orang tua tidak paham. Akibatnya, orang tua akan menggunakan istilah muntah untuk menggambarkan kondisi keluarnya susu setelah ditelan bayi, baik dalam keadaan muntah maupun gumoh.

"Pada bayi, umum terjadi gumoh karena ukuran lambungnya yang kecil, sehingga mudah penuh. Oleh karena itu, volume susu yang banyak serta menelan udara saat menyusu dapat menyebabkan refluks," lanjutnya.

Selain itu, sfingter esofagus bayi bisa jadi belum bekerja dengan sempurna. Setelah bayi lebih besar, ukuran lambungnya pun membesar. Kerja sfingter esofagus pun menjadi baik sehingga keluhan refluks dapat menghilang dengan sendirinya.

Beragam penyebab bayi muntah

Nah ketika Anda sudah mampu membedakan antara bayi muntah dan gumoh, Anda juga harus mengenali beragam penyebab mengapa bayi muntah. Dengan mengenali beragam penyebab bayi muntah, Anda bisa memutuskan apakah si Kecil bisa ditangani sendiri di rumah atau perlu dibawa ke dokter untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

Berikut beberapa penyebab bayi muntah yang perlu Anda tahu:

1. Refluks

Bayi mengalami muntah dari waktu, ke waktu, terutama setelah makan atau menyusui. Menurut dr. Reza Fahlevi dari KlikDokter, muntah pada bayi bisa terjadi akibat peningkatan refleks pada sistem saluran cerna, sehingga makanan yang masuk ke lambung naik lagi ke kerongkongan, lalu dimuntahkan.

Cara mengatasinya adalah dengan mengubah posisi bayi, seperti:

  • Memberi makan bayi dalam posisi tegak.
  • Angkat bayi setelah makan atau menyusui.
  • Baringkan bayi bertumpu pada sisi kiri tubuhnya.
  • Hindari menggendong sambil menggoyangkan bayi setelah menyusui atau memberinya makan.

Jangan khawatir, biasanya muntah akibat refluks akan membaik atau hilang saat bayi sudah bisa berjalan.

1 of 3

Selanjutnya

2. Alergi makanan

Kadang, muntah adalah salah satu tanda anak punya alergi terhadap apa yang ia konsumsi. Muntah bisa jadi satu-satunya gejala, tetapi bisa juga disertai gejala seperti sulit bernapas, gatal-gatal, batuk berulang, mengi, atau kesulitan saat menelan.

Sembilan dari sepuluh reaksi alergi berhubungan dengan makanan seperti kacang-kacangan, ikan, makanan laut bercangkang seperti udang, telur, susu, gandum, dan kedelai.

Bayi yang mencoba susu, kedelai, biji-bijian tertentu, dan beberapa makanan solid lain pertama kalinya berisiko mengalami apa yang dinamakan “food protein-induced eterocolitis syndrome” atau FPIES. Biasanya, gejala akan muncul dalam rentang waktu 2-6 jam setelah bayi makanan dan membuat mereka muntah berkali-kali. Bayi juga bisa mengalami diare yang bercampur darah. Apabila bayi Anda mengalaminya, segera bawa ia ke dokter.

3. Teething

Sebagaimana tertulis dalam jurnal medis “Pediatrics in Review”, teething membuat bayi lebih rentan terhadap penyakit. Dikatakan oleh dr. Nadia Octavia dari KlikDokter, kekebalan pasif bayi mulai menurun, sehingga lebih rentan mengalami muntah akibat adanya infeksi bakteri, virus, atau alergi.

“Untungnya, sebagian besar kasus muntah pada bayi saat teething bisa sembuh dengan sendirinya, asal memastikan bayi mendapatkan asupan cairan yang memadai, cukup istirahat, dan selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang,” jelas dr. Nadia.

2 of 3

Selanjutnya

4. Sakit atau infeksi

Penyebab lain bayi muntah juga bisa akibat infeksi. Pada tahun-tahun awal kehidupannya, sistem kekebalan tubuh bayi masih berkembang, sehingga ia jadi rentan mengalami infeksi. Setiap kali ia sakit, daya tahan tubuhnya akan menyerang penyakit dan menguat.

Hampir semua bayi pernah mengalami gastroenteritis sebelum berusia 5 tahun. Selain muntah, gejala lainnya adalah diare.

Apabila bayi kurang dari usia 6 bulan mengalaminya, sebaiknya bawa ia ke dokter. Selain itu, upayakan agar bayi cukup minum sehingga tak mengalami dehidrasi.

Infeksi serius seperti meningitis juga bisa bikin bayi muntah meski jarang terjadi. Infeksi lain penyebab bayi muntah antara lain infeksi saluran kemih dan infeksi telinga. Keduanya butuh penanganan oleh dokter.

5. Stenosis pilorus (pyloric stenosis)

Ini merupakan kondisi langka penyebab bayi muntah-muntah. Kondisi ini terjadi ketika klep otot antara lambung dan usus halus menebal dan membesar, sehingga makanan yang dimakan dan sudah diproses di lambung tidak bisa masuk ke dalam usus halus.

Penyakit ini biasanya diketahui dari bulan pertama kelahiran. Awalnya, bayi akan memuntahkan sedikit ASI setelah menyusu. Kondisi tersebut akan makin parah dan dia mulai mengalami muntah proyektil (menyembur dalam jumlah banyak). ASI yang dimuntahkan mungkin kental dan berwarna kuning.

Bayi muntah, kapan harus membawanya ke dokter?

Karena ketidakmampuan bayi mengomunikasikan keluhan yang dialaminya, Anda sebagai orang tua sangat disarankan untuk membawanya segera ke dokter jika mendapati gejala-gejala di bawah ini:

  • Bayi muntah berulang kali dan tak mampu menahan cairan.
  • Anda curiga bayi dehidrasi (gejalanya mulut kering, menangis tapi tidak keluar air mata, buang air kecil berkurang, popoknya tidak sebasah biasanya saat pipis, dan mengantuk.
  • Muntahnya berwarna hijau dan terdapat darah.
  • Muntah-muntah sudah berlangsing lebih dari 2 hari.

Itulah beberapa penyebab bayi muntah yang perlu Anda tahu—bisa normal, tapi bisa juga menandakan kondisi atau penyakit tertentu. Jika bayi muntah-muntah cukup parah, muntah berwarna dan bercampur darah, atau disertai gejala tak biasanya lainnya, sebaiknya segera bawa bayi ke dokter agar bisa ditangani secepatnya.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓