10 Makanan yang Tak Boleh Dimasak dengan Microwave

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 21 Sep 2019, 09:00 WIB
Microwave memang praktis, tapi tak semua makanan boleh dimasak dengan microwave. Ini daftarnya!
10 Makanan yang Tak Boleh Dimasak dengan Microwave (Siambizkit/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kemampuan microwave untuk memasak atau menghangatkan makanan dan minuman dalam waktu singkat sangat membantu urusan dapur. Namun, ternyata tak semua makanan boleh dimasak dengan microwave.

Ada beberapa makanan atau bahan makanan yang dilarang masuk – alias dimasak dengan - microwave. Beberapa alasannya adalah karena makanan tersebut bisa meletus, menimbulkan asap, mengeluarkan zat berbahaya, atau kandungan gizinya bisa berkurang. Apa saja?

  1. Telur mentah

Jangan pernah memasak telur mentah dengan microwave karena sangat berbahaya. Suhu yang tinggi di dalam microwave akan membentuk uap di dalam telur. Dengan demikian, akan terbentuk tekanan sehingga telur bisa meletus. 

Letusan bisa terjadi saat telur masih dipanaskan, setelah pemanasan, atau saat Anda melakukan gigitan pertama. Ini pun berlaku saat Anda menghangatkan telur setengah matang atau sudah matang, baik dengan maupun tanpa cangkangnya.

Cara paling aman memasak telur adalah di atas kompor. Bila ingin tetap menggunakan microwave, potong telur menjadi empat bagian agar tidak meletus, ketika Anda hendak memanaskan telur rebus.

  1. Air di dalam gelas atau cangkir

Memanaskan secangkir air dengan microwave untuk membuat teh atau kopi memang sangat praktis, ketimbang harus mendidihkan air di atas kompor. Namun, air yang dipanaskan di dalam microwave bisa menjadi sangat panas tanpa tampak mendidih. 

Nah, ketika kantong teh, apalagi bubuk kopi dimasukkan ke dalam cairan panas tersebut, air dengan cepat berbuih dan tampak mendidih sehingga akan tumpah. Tak jarang, ini pun bisa memicu letusan. Kalau sampai tumpah atau terciprat ke kulit, akan timbul luka bakar.

  1. Air susu ibu (ASI)

Ibu menyusui kerap memompa dan membekukan ASI-nya agar bisa disimpan dan dicairkan saat dibutuhkan. Namun, mencairkan atau menghangatkan ASI tidak disarankan menggunakan microwave.

Microwave tidak dapat memanaskan ASI secara merata, sehingga dapat menciptakan titik-titik panas yang dapat membuat langit-langit mulut bayi melepuh. Sebaiknya, hangatkan botol ASI dengan pemanas botol susu (bottle warmer) atau masukkan ke dalam baskom berisi air panas.

1 of 3

Selanjutnya

  1. Daging olahan

Daging Olahan (Onemorebox/Shutterstock)
Daging Olahan (Onemorebox/Shutterstock)

Memanaskan daging olahan seperti hotdog, sosis, dan daging asap di dalam microwave ternyata tidak sehat. Daging olahan umumnya penuh dengan bahan pengawet dan zat tambahan lainnya, sehingga pemanasan dengan microwave akan memicu pembentukan produk oksidasi kolesterol (COP). Senyawa tersebut diketahui dapat memicu penyakit jantung koroner. Akan lebih aman bila daging olahan dipanaskan di atas kompor.

  1. Daging beku

Microwave kerap menjadi cara instan untuk melunakkan daging beku yang baru saja dikeluarkan dari freezer. Namun, pemanasan yang tidak merata akan membuat sebagian daging menjadi sangat matang, sedangkan yang lain tetap beku atau mentah. Akibatnya, bisa tumbuh bakteri yang berbahaya. 

Untuk menghindarinya, cairkan terlebih dulu daging beku selama semalaman di kulkas bawah. Setelah melunak, baru diolah atau dimasak sesuai selera.

  1. Cabai

Memanaskan atau memasak cabai di dalam microwave tak hanya menimbulkan asap, tetapi juga membakarnya. Selain itu, kapsaisin, yang membuat cabai terasa pedas, akan terlepas ke udara. Alhasil, saat Anda membuka microwave, bisa jadi mata dan tenggorokan akan tersengat, bahkan terbakar.

2 of 3

Selanjutnya(2)

  1. Brokoli

Brokoli (Brent Hofacker/Shutterstock)
Brokoli (Brent Hofacker/Shutterstock)

Memanaskan atau mematangkan brokoli dengan microwave tidak dianjurkan karena banyak zat gizi yang akan hancur dan hilang. Sebaliknya, metode mengukus adalah yang terbaik untuk brokoli karena zat gizinya akan tetap utuh.

  1. Beras

Tak biasa memang, tetapi ada saja orang yang memasak beras dengan microwave. Beras dapat menampung spora bakteri yang berpotensi berbahaya, dan memasaknya dengan microwave tak akan cukup untuk mematikan spora bakteri tersebut. Akibatnya, Anda terancam mengalami muntah dan diare akibat keracunan makanan.

  1. Roti

Roti mengandung gluten, pati, dan gula, yang bila dipanaskan akan menimbulkan reaksi tertentu. Saat dikeluarkan dan menjadi dingin kembali, roti akan menjadi keras dan sulit digigit. Karena itu, lebih baik panaskan roti dengan toaster, oven pemanggang, atau secara manual dengan menggunakan penggorengan di atas kompor.

  1. Makanan apa pun yang sudah dipanaskan berkali-kali

Makanan sisa umumya bisa bertahan di kulkas hingga empat hari lamanya. Namun, setiap kali Anda memanaskan dan mendinginkannya, kualitas makanan akan makin menurun. Utamanya adalah saus krim dan yang berbahan dasar susu atau makanan yang mengandung daging.

Daftar di atas adalah sebagian kecil makanan yang tak boleh dimasak dengan microwave. Bila Anda ragu tentang keamanan makanan yang akan Anda masukkan ke microwave, cari informasi dulu dari sumber terpercaya. Dengan demikian, efek samping pemanasan microwave yang merugikan kesehatan atau bahkan membahayakan bisa dihindari.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓