Hemangioma, Benjolan Merah pada Kulit Bayi, Berbahayakah?

Oleh dr. Devia Irine Putri pada 22 Sep 2019, 15:30 WIB
Benjolan merah pada kulit bayi atau hemangioma tentu tampak mengkhawatirkan. Lalu, apakah kondisi ini berbahaya bagi bayi?
Hemangioma, Benjolan Merah pada Kulit Bayi, Berbahayakah? (komokvm/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Hemangioma adalah benjolan berwarna merah pada permukaan kulit bayi. Benjolan ini tersusun atas sekumpulan pembuluh darah di bawah kulit bayi dan dapat dijumpai pada 4-5% dari populasi bayi. Lantas, apakah hemangioma perlu dikhawatirkan?

Karena berbentuk benjolan, tak jarang hemangioma disebut dengan tumor. Namun, hemangioma adalah tumor jinak pembuluh darah dan bukanlah suatu keganasan. Keadaan ini mulai tampak pada sesaat setelah kelahiran hingga bayi berusia beberapa minggu.

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya hemangioma. Namun, benjolan ini banyak terjadi pada bayi ras Kaukasia yang lahir secara prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, serta pada bayi kembar.

2 jenis hemangioma

Secara umum, hemangioma terbagi menjadi dua jenis, yaitu hemangioma kongenital dan hemangioma infantil. Apa perbedaan keduanya? Berikut penjelasannya.

  • Hemangioma kongenital

Hemangioma kongenital lebih jarang terjadi dibandingkan hemangioma infantil. Hemangioma jenis ini biasanya dapat dilihat secara langsung setelah bayi lahir dan dapat terjadi pada bayi laki-laki maupun perempuan dengan perbandingan prevalensi yang sama.

Kebanyakan, hemangioma kongenital memiliki bentuk yang bulat atau oval, meski dapat juga berbentuk lain. Warnanya pun tidak selalu merah, terkadang berwarna merah muda kebiruan hingga berwarna biru keunguan.

Hemangioma kongenital terbagi menjadi dua tipe, yaitu rapidly involuting congenital hemangioma (RICH) dan non-involuting congenital hemangioma (NICH). Pada tipe RICH, hemangioma dapat mengecil dan menghilang pada saat anak usia 12-24 bulan. Adapun tipe NICH hemangioma tidak dapat mengecil atau hilang.

  • Hemangioma infantil

Tipe infantil lebih sering terjadi pada bayi yang terlahir dibandingkan tipe kongenital. Sama dengan hemangioma kongenital, tipe infantil juga terbagi menjadi dua tipe, yaitu hemangioma superfisial dan hemangioma dalam.

Hemangioma superfisial sering disebut hemangioma stroberi karena penampakannya yang menonjol kemerahan di permukaan kulit. Adapun pada tipe hemangioma dalam, benjolan yang terbentuk muncul dari bagian dalam bawah kulit, dan tak jarang warnanya merah kebiruan atau merah keunguan.

Hemangioma infantil dapat membesar secara pesat dalam 3 bulan di awal, lalu menyusut perlahan-lahan. Umumnya, jenis ini akan menyusut perlahan pada saat anak memasuki usia 1 tahun hingga 7 tahun atau lebih.

1 of 2

Adakah komplikasi hemangioma?

Komplikasi dari hemangioma sebenarnya jarang terjadi. Namun, masih tetap ada kemungkinan untuk terjadi komplikasi apabila pertumbuhan hemangioma sangat cepat. Komplikasi yang paling sering adalah terbentuknya ulkus, yakni saat hemangioma sedang mengalami tahapan pertumbuhan.

Ulkus dapat terbentuk karena adanya gesekan yang menimbulkan luka atau perdarahan. Oleh sebab itu, penting bagi orang tua untuk senantiasa memperhatikan kondisi hemangioma yang dimiliki oleh bayi.

Hemangioma yang muncul di sekitar wajah, terutama di dekat mata dapat menyebabkan gangguan penglihatan pada bayi, seperti ambliopia (mata malas), astigmatisme (mata silinder), eksoftalmus (penonjolan bola mata), ptosis (turunnya kelopak mata), maupun strabismus (mata juling). Jika bayi memiliki hemangioma di sekitar mata sebaiknya perlu dilakukan pemeriksaan rutin ke dokter spesialis mata.

Kesulitan bernapas, croup like cough, perubahan suara yang menjadi lebih berat, dan serak  juga menjadi bentuk komplikasi dari hemangioma apabila hemangioma terletak di sekitar tenggorokan.

Perlu diobati?

Anda yang memiliki bayi dengan hemangioma sebaiknya tidak perlu terlampau khawatir. Pasalnya, hemangioma biasanya dapat menyusut dan menghilang sendiri, meski membutuhkan jangka waktu tertentu. Terapi yang dilakukan pun terkadang hanya bersifat memperbaiki penampilan saja.

Beberapa terapi yang menjadi pilihan adalah pemberian obat secara topikal yang berisi beta bloker yang berfungsi mencegah perkembangan hemangioma, penggunaan kortikosteroid, operasi, metode laser, maupun krioterapi.

Meski tergolong tumor jinak, perkembangan hemangioma – yang sering berupa benjolan merah pada kulit bayi – tetap perlu Anda perhatikan. Misalnya, apakah terdapat luka, perdarahan, maupun pembengkakan yang menyebabkan rasa sakit. Kalau Anda menemukan kondisi-kondisi tersebut, jangan ragu untuk mengonsultasikannya dengan dokter anak.

[HNS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓