Hemangioma, Bisakah Disembuhkan?

Oleh dr. Theresia Rina Yunita pada 23 Sep 2019, 14:20 WIB
Hemangioma kerap dialami bayi sehingga memunculkan rasa khawatir dari orang tua. Apa solusinya agar penyakit ini bisa disembuhkan?
Hemangioma, Bisakah Disembuhkan? (Hilman-Kamaruzzaman/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Hemangioma merupakan tumor jinak pembuluh darah yang bisa muncul sejak bayi. Organ kulit merupakan bagian yang  paling sering terserang dibandingkan organ lain seperti hati, lambung, usus, atau otak.

Kondisi ini biasanya mulai muncul sesaat setelah kelahiran hingga bayi berusia beberapa minggu. Apa penyebab hemangioma sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti. Namun, benjolan ini banyak terjadi pada bayi ras Kaukasia yang lahir secara prematur, bayi dengan berat badan lahir rendah, serta pada bayi kembar.

Kenali gejala hemangioma

Hemangioma ditandai dengan munculnya benjolan atau bercak kemerahan yang berisikan pembuluh darah. Lokasi paling sering terpapar hemangioma yaitu pada wajah, kulit kepala, dada dan punggung.

Benjolan ini pada beberapa kasus mudah mengalami perdarahan atau terasa nyeri. Akibatnya jika si Kecil mengalami kondisi ini, orang tua seketika menjadi khawatir, selain karena alasan kosmetik (penampilan).

Penyakit ini umumnya akan membesar dalam tahun pertama, kemudian menetap. Pada sebagian kasus, hemangioma dapat pula mengecil dan menghilang tanpa penanganan medis apa pun.

Sekitar 50 persen hemangioma akan mengecil ketika anak berusia 5 tahun dan menghilang setelah usia 10 tahun. Sehingga, setiap anak yang memiliki keluhan bercak atau benjolan perlu diperiksakan ke dokter anak untuk memastikan jenis dari benjolan tersebut.

Tidak ada pemeriksaan medis khusus untuk memastikan hemangioma. Biasanya dokter cukup melihat jenis benjolan dan langsung dapat menegakkan diagnosis tumor jinak ini. Pada beberapa kasus mungkin diperlukan pemeriksan tambahan seperti USG dan CT SCAN.

 

1 of 2

Penyebab hemangioma dan jenisnya

Hingga saat ini, belum diketahui penyebab pasti hemangioma. Namun, di bawah ini adalah beberapa faktor risiko terjadinya hemangioma:

  • Bayi berjenis kelamin perempuan
  • Lahir prematur
  • Memiliki berat badan lahir rendah
  • Mengalami gangguan perkembangan selama dalam kandungan
  • Memiliki kelainan genetik yang diturunkan dalam keluarga

Berdasarkan letaknya, hemangioma terdiri dari dua jenis, yaitu:

  • Hemangioma dangkal (hemangioma stroberi)

Letak tumor pembuluh darah ini ada di permukaan kulit, sehingga tampak gambaran pembuluh darah berwarna merah.

  • Hemangioma dalam

Pada hemangioma tipe ini pembuluh darah bisa tampak kebiruan, tergantung seberapa banyak pembuluh darah yang mengalami proliferasi atau seberapa dekat dengan permukaan kulit.

Sedangkan berdasarkan jenis pembuluh darah, hemangioma dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Hemangioma kapiler

Tipe ini paling banyak dialami. Kapiler atau pembuluh darah kecil mengalami proliferasi dan berkumpul menjadi satu. Tipe ini tampak menonjol dan berwarna merah cerah.

  • Hemangioma kavernosa

Pada tipe kavernosa, pembuluh darah yang terlibat berukuran lebih besar dibandingkan pembuluh darah kapiler. Benjolan atau bercak tampak kebiruan lebam.

  • Hemangioma campuran

Tipe ini merupakan campuran dari tipe kapiler dan kavernosa.

  • Hemangioma kapiler lobular (granuloma piogenik)

Tipe hemangioma ini berupa benjolan-benjolan berukuran kecil dan berwarna merah. Pada tipe ini hemangioma lebih mudah berdarah dibanding tipe lainnya.

Pengobatan hemangioma

Beberapa alasan penanganan hemangioma adalah atas alasan kosmetik. Selain itu juga karena adanya keluhan sering berdarah ataupun nyeri. Untuk itu beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk kondisi ini adalah:

  • Pemberian kortikosteroid

Kortikosteroid dapat menghentikan pertumbuhan pembuluh darah yang abnormal dan mengurangi peradangan.

  • Beta blocker

Krim beta blocker dapat digunakan pada hemangioma yang mudah berdarah.

  • Laser atau operasi

Operasi dapat mengangkat seluruh hemangioma, sedangkan laser dapat menghentikan aliran pada pembuluh darah hemangioma, sehingga lama-kelamaan memudar.

Sayangnya walaupun hemangioma dapat memudar dengan sendirinya, pada beberapa kasus ditemukan bekas yang tidak dapat hilang 100 persen. Hal ini disebabkan pada area tertentu kulit memiliki elastisitas rendah, seperti pada hidung, bibir, dahi, dan telinga.

Hingga saat ini belum ditemukan cara pencegahan terjadinya hemangioma.  Namun umumnya hemangioma tidak berbahaya dikarenakan sifatnya yang jinak.

Hemangioma sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya tanpa memerlukan penanganan medis khusus. Namun jika Anda mendapati anak mengeluhkan kondisi hemangioma yang dialaminya, segera periksakan anak ke dokter agar segera mendapatka penanganan yang tepat.

[NP/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓