Selain Kehamilan, Kondisi Ini Juga Butuh Pemeriksaan USG

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 23 Sep 2019, 15:00 WIB
Tak selamanya periksa USG diterapkan pada ibu hamil. Pemeriksaan ini juga bisa dilakukan pada orang-orang dengan kondisi ini, lo!
Selain Kehamilan, Kondisi Ini Juga Butuh Pemeriksaan USG (wavebreakmedia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta USG atau ultrasonografi adalah suatu prosedur medis menggunakan alat dengan gelombang suara pada frekuensi tertentu untuk mendapatkan gambar dari dalam tubuh. Bagi wanita yang sebelumnya pernah melalui masa kehamilan, pemeriksaan USG mungkin sudah tidak asing lagi.

Ya, pemeriksaan USG memang utamanya ditujukan untuk memantau kondisi janin di dalam kandungan ibu hamil. Metode ini menjadi andalan karena lebih aman lantaran menggunakan gelombang suara, bukan radiasi seperti CT Scan, MRI, dan sejenisnya.

Walau demikian, pemeriksaan USG sebenarnya bisa digunakan untuk tujuan selain kehamilan. Alat yang digunakan pada prosedur tersebut terbukti mampu membantu mendeteksi adanya kelainan-kelainan pada organ tubuh lain, seperti kantung empedu, kandung kemih, hati, pankreas, limpa, kandung kemih dan lainnya.

Prosedur USG untuk deteksi penyakit

Beda tujuan, beda pula syarat yang harus dipenuhi pasien untuk melakukan pemeriksaan USG. Berikut adalah beberapa contoh kasus USG beserta syarat untuk memenuhinya:

1. Nyeri perut berkepanjangan

Ketika perut terasa nyeri berkepanjangan dan dokter memutuskan untuk melakukan USG di bagian tubuh tersebut, pasien harus terlebih dahulu puasa selama dua belas jam. Hal ini dilakukan untuk membuat perut ”kosong”, karena makanan yang tersisa di sistem pencernaan dapat menghambat gelombang suara sehingga mengganggu proses USG.

2. Kantung empedu dan sekitarnya

Sementara itu, apabila dokter memutuskan untuk melakukan USG di bagian kantung empedu, hati, pankreas atau kelanjar limpa, pasien diminta untuk mengonsumsi makanan tampa lemak di malam sebelum pemeriksaan dan melakukan puasa setelahnya. Ini dilakukan agar organ-organ tersebut terlindung dari lemak jahat, yang nantinya malah mengganggu proses pemeriksaan.

3. Kandung kemih

Untuk pemeriksaan kandung kemih, pasien akan diminta untuk mengonsumsi banyak air putih dan menahan buang air kecil selama beberapa saat. Hal ini akan membantu memperlihatkan gambar kandung kemih dengan lebih baik, sehingga penyakit lebih mudah untuk dideteksi.

1 of 2

Waktu yang tepat untuk USG

Dokter tidak akan sembarang menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan USG. Biasanya, dokter hanya akan meminta pasien melakukan jenis pemeriksaan tersebut untuk kasus-kasus medis, seperti:

  • Masalah pembuluh darah

USG dapat memeriksa aliran darah dan tekanan darah, sehingga jenis pemeriksaan yang satu ini dapat diandalkan untuk memeriksa organ jantung. Salah satu contoh USG jantung adalah ECG (echocardiogram).

Selain itu, USG juga dapat dilakukan untuk memeriksa DVT, aneurisma, bekuan darah atau tumpukan plak pada pembuluh darah dan penyempitan pembuluh darah.

  • Perdarahan berat

Dokter sangat mungkin untuk menyarankan pasien dengan trauma berat, tamponade pericardial, perdarahan pada rongga perut dan kasus emergensi serupa untuk menjalani USG guna memastikan penyebab dan menentukan pengobatan yang paling sesuai.

  • Masalah pada rongga perut

Perut terasa melilit secara berulang tanpa sebab yang jelas? Berobatlah ke dokter agar dapat sekaligus mengikuti terapi USG guna mendeteksi masalah yang mendasari rasa perut melilit.

Biasanya, organ-organ yang akan diperiksa menggunakan USG meliputi kelenjar limpa, ginjal, kandung empedu, hati, aorta, inferior vena cava, pankreas, ovarium dan sekitarnya. Kasus usus buntu juga bisa dikonfirmasi dengan menggunakan pemeriksaan USG.

Kesulitan berkemihSaat Anda sulit berkemih – atau ada darah dalam urine - periksakan diri Anda ke dokter, agar bisa sekaligus mengikuti pemeriksaan USG. Jenis pemeriksaan tersebut dapat secara efektif mendeteksi penyebab pasti dari gangguan berkemih yang Anda alami.

  • Kasus pada bayi baru lahir

Bayi baru lahir yang mengalami kecacatan, seperti hidrosefalus alias penumpukan cairan di dalam otak mungkin perlu mengikuti pemeriksaan USG guna membantu mengendalikan kondisi yang dialami.

Sejatinya, pemeriksaan USG tak melulu ditujukan untuk memeriksa kondisi kandungan pada ibu hamil. Pemeriksaan ini juga bisa dijadikan sebagai metode diagnosis penyakit dalam, yang nantinya bakal menentukan jenis pengobatan paling tepat yang bisa didapatkan pasien untuk mengendalikan kondisinya.

(NB/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓