Jamur Kulit Hanya Bisa Diatasi dengan Sabun Antiseptik?

Oleh Ayu Maharani pada 23 Sep 2019, 15:30 WIB
Sabun antiseptik disebut ampuh mengatasi jamur kulit. Namun, apakah ini satu-satunya cara?
Jamur Kulit Hanya Bisa Diatasi dengan Sabun Antiseptik? (Punyhong/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Rasa gatal akibat jamur kulit memang bikin gemas. Pasalnya, makin digaruk, rasa gatal justru makin menjadi. Tapi kalau tak digaruk, Anda juga tak bisa tenang! Kemudian, ada beberapa orang yang mengatakan jika sabun antiseptik bisa digunakan untuk mengatasi jamur sesegera mungkin. Namun, benarkah demikian?

Sabun antiseptik atau sabun biasa?

Kabar baiknya, informasi yang menyarankan Anda untuk menggunakan sabun antiseptik saat ada jamur di kulit tersebut dibenarkan oleh dr. Valda Garcia dari KlikDokter.

“Saat kulit sedang berjamur, memang akan lebih baik menggunakan sabun antiseptik ketimbang sabun biasa. Sebab, sabun antiseptik dapat melindungi kulit dari perkembangan kuman maupun jamur,” jelasnya. 

Anda mungkin enggan mandi dengan sabun antiseptik karena sabun tersebut biasanya membuat kulit jadi kering. Namun kesampingkan jauh-jauh rasa enggan tersebut.  Pasalnya, saat ada jamur di kulit, menyembuhkannya harus jadi prioritas utama Anda.

Ketika jamur sudah sembuh, kondisi kulit yang kering dapat diatasi dengan mudah menggunakan sabun yang kaya akan moisturizer serta losion pelembap. Selain itu, untuk meminimalkan kekeringan pada kulit pasca pengobatan jamur, lebih baik mandi dengan air dingin ketimbang air hangat. 

Sabun antiseptik mencegah infeksi sekunder

Sebenarnya, sabun antiseptik tak bisa benar-benar menyembuhkan atau menghilangkan jamur di kulit. Pada dasarnya, sabun antiseptik hanya melindungi kulit dari infeksi sekunder, yaitu infeksi yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti bakteri.

Infeksi sekunder umumnya muncul akibat menggaruk luka atau infeksi yang sebelumnya sudah ada. Sebab, jika itu dilakukan, maka risiko untuk mengalami komplikasi masalah kulit – seperti munculnya nanah, bengkak, sensasi panas, hingga kulit sulit digerakkan – akan lebih tinggi.

Oleh sebab itu, saat Anda terinfeksi jamur dan merasa gatal, cobalah untuk tak menggaruknya dan segera obati dengan benar. 

1 of 2

Pengobatan jamur di kulit

Menurut dr. Melyarna Putri dari KlikDokter, terdapat dua cara untuk mengatasi jamur di kulit. Pertama adalah penanganan menggunakan obat, sementara yang kedua adalah penanganan dengan tak menggunakan obat. 

Beberapa kelainan yang timbul akibat infeksi jamur di kulit dapat diobati dengan menggunakan obat oles atau krim anti jamur. Namun pada beberapa kondisi lain, infeksi jamur di kulit akan membutuhkan obat minum. 

Untuk obat krim, dokter biasanya akan memberikan obat penghilang infeksi jamur, seperti clotrimazol, ketoconazol, dan itraconazol yang pemakaiannya harus sesuai dengan dosis dan anjuran dari dokter.

Pada beberapa kondisi, pemakaian obat antijamur juga memerlukan dosis dan cara pemakaian khusus. Misalnya pada tinea unguium atau jamur pada kuku, pengobatannya bisa membutuhkan waktu lama, bahkan hingga berbulan-bulan dan obatnya pun tidak umum. 

Oleh karena itu, sebelum menggunakan obat antijamur, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut.

Mencegah infeksi jamur di kulit kembali lagi 

Ketika infeksi jamur sudah berhasil dihilangkan dengan dioleskan obat dan mandi menggunakan sabun antiseptik, Anda dapat melakukan beberapa hal untuk mencegah infeksi jamur kembali muncul. Adapun cara-cara yang dimaksud, antara lain:

  • Jaga kondisi kaki agar tetap kering dan hindari hal-hal yang membuat kaki menjadi lembap, misalnya terus-menerus menggunakan celana basah, kaus kaki basah, dan lain sebagainya.
  • Tingkatkan imunitas tubuh dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Usahakan untuk tidak bertukar barang pribadi dengan orang lain, seperti handuk, pakaian, dan pakaian dalam.
  • Jaga kebersihan diri secara keseluruhan dengan baik, misalnya mandi dengan sabun minimal dua kali sehari.

Mengatasi jamur kulit memang butuh kesabaran ekstra. Pertama, Anda harus sabar agar obat oles dan sabun antiseptik bekerja maksimal. Kedua, Anda juga harus sabar untuk tak menggaruknya! Saat gatal akibat jamur muncul, cobalah untuk mengalihkan perhatian ke hal lain agar tangan tak menyentuh area yang berjamur atau kompres dengan handuk dingin.

[MS/ RVS]

Lanjutkan Membaca ↓