Mengungkap Efek NDMA, Pencemar pada Obat Asam Lambung Ranitidin

Oleh dr. Sepriani Timurtini Limbong pada 23 Sep 2019, 16:10 WIB
Ditemukan kandungan NDMA pada obat asam lambung ranitidin. Zat tersebut bisa menyebabkan sejumlah efek bagi kesehatan tubuh Anda.
Mengungkap Efek NDMA, Pencemar pada Obat Asam Lambung Ranitidin (New-Africa/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Baru-baru ini Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyampaikan informasi mengejutkan terkait obat asam lambung ranitidin. Pesan yang ditujukan untuk para tenaga kesehatan ini menyatakan bahwa terdapat senyawa pencemar n-Nitrosodimethylamine (NDMA) pada obat tersebut. Cemaran yang diturunkan dari zat nitrosamin itu juga ditemukan oleh the European Medicines Agency (EMA) dan the US Food and Drug Administration (FDA).

Adanya temuan tersebut jelas membuat resah. Pasalnya, ranitidin adalah salah satu obat bebas (over-the-counter/OTC) yang sering dikonsumsi untuk mengatasi keluhan pencernaan akibat asam lambung. Obat ini termasuk golongan penghambat reseptor H-2 (H2 antagonis), sehingga berfungsi menurunkan produksi asam dalam lambung.

Ranitidin itu sendiri sebenarnya tak hanya membantu mengendalikan asam lambung, tapi juga dapat mengatasi keluhan akibat GERD dan luka pada dinding lambung atau usus (ulkus peptikum).

Adanya temuan tersebut membuat bertanya-tanya, adakah efek NDMA pada kesehatan terutama bagi mereka yang mengonsumsi obat ranitidin dalam jangka panjang?

Efek NDMA pada ranitidin

NDMA alias N-nitrosodimethylamine dikenal sebagai kontaminan dalam lingkungan. Senyawa ini juga sering ditemukan dalam produk daging, keju, ikan panggang, bir, bahkan air.

Lembaga kesehatan EMA maupun FDA mengategorikan NDMA sebagai zat yang mungkin dapat menyebabkan kanker (probable human carcinogen). Hal ini berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium terhadap beberapa jenis hewan. NDMA diketahui dapat memicu kanker hati, lidah, esofagus (kerongkongan), paru, pankreas, ginjal, dan kandung kemih.

Tidak sekadar itu, NDMA juga dapat menyebabkan beberapa gangguan kesehatan lain. Diketahui bahwa paparan NDMA pada manusia dapat menyebabkan gejala mual, muntah, sakit kepala, dan badan lemas. Gejala-gejala tersebut terjadi secara akut atau dalam waktu segera.

Bila terpapar dalam jangka waktu lama (kronik), NDMA dapat menimbulkan kerusakan hati. Tanda dan gejala gangguan hati adalah kulit dan bagian putih pada mata tampak kuning (jaundice), kaki bengkak, perut membesar, dan kelainan darah seperti penurunan keping darah (trombosit) yang menyebabkan gangguan perdarahan.

Tidak perlu sepenuhnya dihindari

Lalu bila memang ranitidin terkontaminasi NDMA, apakah artinya obat ini tidak boleh dikonsumsi lagi? FDA dari Amerika dan BPOM dari Indonesia tidak menganjurkan untuk sama sekali berhenti menggunakan obat tersebut. Sebab, efek yang ditimbulkan NDMA pada tubuh hanya akan terjadi apabila terpapar zat tersebut dalam jumlah berlebih, memiliki sensitivitas yang tinggi terhadap zat tersebut, atau memang sudah mengalami gangguan hati sebelumnya.

Lagi pula, apabila manfaat yang didapat pasien lebih besar, ranitidin tetap boleh dikonsumsi sesuai dengan anjuran yang diberikan oleh dokter. Namun, Anda harus tetap waspada dan berhati-hati. Apabila Anda mengonsumsi obat ranitidin kemudian terjadi gejala efek samping, seperti mual, muntah, dan sakit kepala hebat, sebaiknya hentikan konsumsi obat terkait dan segera laporkan ke dokter atau tenaga kesehatan terdekat. Nantinya, dokter akan melaporkan kasus tersebut ke BPOM.

Ditemukannya zat NDMA pada obat ranitidin membuat para dokter dan pasien harus lebih waspada. Apabila Anda memiliki gangguan pencernaan akibat kadar asam lambung yang tinggi dan harus mengonsumsi obat ranitidin secara berkelanjutan, berkonsultasilah terlebih dahulu pada dokter. Kemudian, kenali juga tanda dan gejala yang mungkin terjadi akibat paparan NDMA berlebih. Jika memang Anda mengalami gejala tersebut, segera laporkan ke fasilitas kesehatan terdekat. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter mengenai kemungkinan mengganti obat asam lambung golongan yang lain yang lebih aman.

(NB/ RVS)