Tips agar Telinga Tetap Sehat Meski Sering Pakai Headset

Oleh Ayu Maharani pada 23 Sep 2019, 16:40 WIB
Anda sering pakai headset? Lakukan tips berikut untuk menjaga agar telinga tetap sehat meski sering pakai headset.
Tips agar Telinga Tetap Sehat Meski Sering Pakai Headset (Bodnar-Taras/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Bagi sebagaian orang headset maupun earphone kini jadi benda yang penting karena berfungsi untuk mendengarkan musik atau menerima panggilan telepon. Meski demikian, benda ini rupanya bisa menimbulkan efek samping merugikan bagi telinga lantaran dapat merusak fungsi pendengaran, apalagi bila digunakan secara tidak tepat. Nah, Anda perlu melakukan tips di bawah ini untuk menjaga kesehatan telinga Anda.

Dikatakan oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi, BMedSc Hons dari KlikDokter, ambang batas suara yang dapat menimbulkan kerusakan pendengaran dalam jangka panjang adalah 80 dB. Sementara itu, kerusakan dalam jangka pendek atau segera adalah 130 dB.

Beberapa smartphone mampu memutar musik dengan intensitas suara hingga 120 dB. Jika mendengarkan satu album musik pada volume tersebut, risiko Anda untuk mengalami gangguan pendengaran sangatlah tinggi.

Berdasarkan data yang dirilis Badan Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2015, lebih dari satu miliar remaja dan orang dewasa di dunia berisiko kehilangan pendengaran alias tuli akibat penggunaan perangkat audio di luar batas aman. Karena kekhawatiran ini, WHO menyarankan untuk membatasi penggunaan headset, yaitu kurang dari 1 jam.

Tak cukup dengan itu, Anda juga perlu merawat telinga dengan cara ini agar penggunaan headset tidak berujung pada gangguan pendengaran:

1. Bersihkan telinga secara rutin

Lubang telinga yang tersumbat oleh kotoran bisa saja didalangi oleh penggunaan headset. Jika kotoran sampai menumpuk di dalam liang telinga, risiko untuk mengalami infeksi menjadi sangat tinggi. Oleh karena itu, bagi Anda yang sering pakai headset namun tak ingin mengalami gangguan fungsi pendengaran, bersihkanlah telinga secara berkala.

Cara membersihkan telinga yang baik adalah dengan menyeka bagian luar telinga menggunakan cotton bud. Hindari mengorek kotoran yang ada di dalam liang telinga menggunakan cotton bud, karena dapat mendorongnya semakin ke dalam.

Untuk melunakkan kotoran bagian dalam telinga, lebih baik gunakan obat tetes khusus yang dijual bebas di apotek. Setelah dua atau tiga hari, miringkan kepala dan teteskan air hangat ke dalam saluran telinga yang sebelumnya telah diteteskan obat. Jangan lupa untuk miringkan kembali kepala ke arah berlawanan, dan biarkan kotoran telinga keluar dengan sendirinya. Sesudah kotoran telinga keluar, keringkan saluran telinga dengan handuk bersih secara perlahan.

2. Bersihkan juga headset seminggu sekali 

Tak cuma telinga yang perlu dirawat, Anda pun harus membersihkan headset yang sering digunakan secara berkala. Tujuannya adalah untuk mencegah perkembangan bakteri pada headset kesayangan Anda.

Cara membersihkan headset sebenarnya mudah. Anda hanya perlu menyiapkan air hangat yang telah ditetesi sabun cair, sikat gigi baru yang belum dipakai, serta lap kering. 

Jika Anda menggunakan headset dengan silikon, lepaskan silikon terlebih dulu. Rendam silikon dalam air sabun selama beberapa menit, lalu angkat dan keringkan dengan lap bersih. Anda dapat menggunakan sikat gigi kering untuk membersihkan bagian headset yang tidak boleh terkena air. 

3. Konsumsi omega-3, vitamin D, asam folat, magnesium dan zink

Kadar omega-3 dan vitamin D pada salmon, tuna, atau sarden dapat membantu mencegah terjadinya gangguan pendengaran. Menurut studi, makan ikan dua kali seminggu akan menurunkan risiko gangguan pendengaran terkait usia  yang semakin tua.

Lalu, asam folat yang ditemukan pada bayam, asparagus, kacang polong, brokoli, telur, atau kacang-kacangan juga dapat menurunkan risiko kehilangan pendengaran hingga 20 persen. 

Magnesium yang ditemukan pada pisang, kentang, atau brokoli pun telah terbukti dapat memberikan perlindungan tambahan pada terjadinya gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan.

Sedangkan zink yang terkandung pada dark chocolate atau tiram dapat meningkatkan daya tahan telinga terhadap risiko gangguan pendengaran yang disebabkan oleh pertambahan usia.

Headset dapat menjadi penolong di kala bosan. Namun, jika tidak digunakan secara bijak, benda tersebut dapat menyebabkan terjadinya masalah telinga yang salah satu komplikasinya adalah gangguan pendengaran. Rawat selalu kondisi telinga Anda dengan saksama, dan jangan sungkan untuk segera berobat ke dokter jika mengalami gejala-gejala yang mengarah pada gangguan pendengaran.

(NB/ RVS)