Bahaya Mengidap Toksoplasma bagi Ibu Hamil

Oleh dr. Karin Wiradarma pada 24 Sep 2019, 08:00 WIB
Toksoplasma dikenal sebagai momok yang menakutkan bagi ibu hamil. Sebenarnya, apa sih bahaya toksoplasma bagi ibu hamil?
Bahaya Mengidap Toksoplasma bagi Ibu Hamil (Stockfour/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Selama kehamilan, ada beberapa penyakit yang mengintai dan membahayakan kesehatan janin di dalam kandungan. Salah satunya adalah toksoplasma. Sebenarnya, apa sih bahaya toksoplasma – atau toksoplasmosis – yang disebut-sebut ditularkan melalui kontak dengan feses kucing ini?

Sebabkan infeksi ringan

Penyakit toksoplasma disebabkan oleh parasit yang bernama Toxoplasma gondii yang biasanya terdapat pada feses kucing dan daging yang mentah atau tidak dimasak dengan matang. Apabila tertelan oleh manusia, parasit ini dapat membentuk kista di berbagai organ tubuh, seperti otak, otot, dan jantung. 

Terlepas dari kemampuannya membentuk kista, toksoplasma sebenarnya digolongkan ke dalam infeksi yang ringan. Apabila daya tahan tubuh seseorang baik, toksoplasma pada umumnya tidak memberikan gejala yang berarti. 

Saking ringannya, sering kali gejala toksoplasma tidak disadari oleh orang yang terinfeksi. Penyakit ini juga bisa tidak disadari oleh penderita karena gejalanya yang mirip dengan infeksi flu, seperti sakit kepala, pegal-pegal badan, demam, dan juga kelelahan. 

Mereka yang terancam toksoplasma

Meski demikian, toksoplasma dapat menyebabkan infeksi berat pada mereka yang memiliki masalah pada sistem kekebalan tubuh. Antara lain, penderita HIV, kanker, atau mengonsumsi obat pasca transplantasi organ. 

Pada orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, toksoplasma dapat membentuk kista di otak dan menyebabkan kejang dan penurunan kesadaran, bahkan kematian. Nah, janin di dalam kandungan pun masuk dalam golongan “lemah” ini sehingga rentan terhadap infeksi toksoplasma. 

Ibu hamil yang terinfeksi toksoplasma sangat mungkin menularkan toksoplasma kepada janinnya. Bahkan, bayi berisiko keguguran atau meninggal di dalam kandungan apabila sang ibu terinfeksi toksoplasma saat hamil. Kalaupun si janin dapat bertahan hingga lahir, dia berisiko mengalami cacat bawaan.

Bagaimana jika terinfeksi?

Kemungkinan ibu hamil tertular toksoplasma selama kehamilan sebenarnya relatif kecil. Apabila terinfeksi pun, ibu hamil dapat mencegah atau meminimalkan risiko janin terpapar toksoplasma dengan menjalankan terapi yang diberikan oleh dokter. 

Apabila ibu hamil terpapar toksoplasma di awal kehamilan, maka risiko penularan ke janin lebih kecil. Namun apabila benar terinfeksi, janin lebih berisiko untuk mengalami lahir prematur, lahir dengan berat badan rendah, demam, kuning, kelainan pada retina mata, retardasi mental, bentuk kepala yang abnormal, kejang, pengapuran pada otak, keguguran, atau meninggal dalam kandungan. 

Sebaliknya, apabila ibu hamil terpapar toksoplasma pada akhir kehamilan, maka risiko penularan ke janin lebih besar. Namun apabila tertular, akibatnya pada bayi akan lebih ringan. 

Karena gejalanya kurang spesifik dan sulit dikenali, ada baiknya bagi ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah terinfeksi toksoplasma atau tidak. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan pemeriksaan TORCH, yakni toksoplasma, rubella, cytomegalovirus, dan herpes. 

Apabila Anda benar terinfeksi toksoplasma saat kehamilan, jangan khawatir. Dokter biasanya akan memberikan terapi untuk meminimalkan risiko bayi tertular toksoplasma.

Karena ada bahaya toksoplasma yang cukup serius pada bayi dan janin, seorang ibu hamil disarankan untuk menjaga daya tahan tubuhnya dengan baik. Ibu hamil juga dilarang konsumsi makanan mentah untuk mencegah dirinya terinfeksi toksoplasma. Untuk mencegah penularan dari hewan peliharaan, Anda harus selalu menjaga kebersihan dan kesehatannya.

[HNS/ RVS]