Antioksidan, Ini Fungsinya untuk Tubuh

Oleh dr. Arina Heidyana pada 24 Sep 2019, 10:00 WIB
Sering diberi tahu untuk memperbanyak konsumsi makanan tinggi antioksidan, tapi Anda tahu tidak apa saja fungsinya? Ini dia!
Antioksidan, Ini Fungsinya untuk Tubuh (Toodtuphoto/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anda sering diberi tahu untuk mengonsumsi makanan tinggi antioksidan seperti blueberry, kale, teh hijau, dan lain-lain. Namun sayangnya, banyak yang tak benar-benar tahu apa saja fungsi antioksidan untuk tubuh.

Ketidaktahuan tersebut tentu rentan membuat siapa saja jadi tidak menyadari pentingnya antioksidan bagi kesehatan. Nah, agar kondisi ini tidak berlarut-larut, Anda perlu untuk mengenali fungsi antioksidan bagi kesehatan tubuh.

Mengenal antioksidan lebih dalam

Antioksidan adalah senyawa yang dapat menghambat terjadinya oksidasi dari senyawa lain. Tubuh manusia secara alami menghasilkan radikal bebas dan antioksidan. Namun pada kenyataannya, radikal bebas yang dihasilkan jauh melebihi jumlah antioksidan alami.

Di dalam tubuh, radikal bebas dihasilkan secara alami saat berolahraga dan ketika tubuh mengubah makanan menjadi energi. Tubuh juga bisa terpapar radikal bebas dari berbagai sumber lingkungan, seperti asap rokok, polusi udara, dan sinar matahari.

Radikal bebas dapat menyebabkan stres oksidatif, yaitu suatu proses dalam tubuh yang dapat memicu kerusakan sel. Stres oksidatif dianggap memainkan peran dalam berbagai penyakit, termasuk kanker, penyakit jantung, diabetes, penyakit Alzheimer, penyakit Parkinson, dan penyakit mata seperti katarak dan degenerasi makula terkait usia.

Untuk mencegah stres oksidatif, dibutuhkan antioksidan yang mampu melawan radikal bebas supaya kerusakan sel tidak terjadi. Tubuh juga menghasilkan antioksidan yang dikenal sebagai antioksidan endogen. Sedangkan yang berasal dari luar tubuh dikenal sebagai antioksidan eksogen.

1 of 2

Deretan fungsi antioksidan untuk tubuh

Deretan fungsi antioksidan untuk tubuh

Sayuran dan buah-buahan dikenal sebagai sumber antioksidan terbaik, karena banyak mengandung vitamin C dan E, selenium, beta-karoten, likopen, lutein, dan zeaksantin. Berbagai antioksidan yang bersumber dari alam tersebut memiliki banyak sekali fungsi berharga untuk tubuh.

  • Jantung dan antioksidan

Antioksidan dalam teh hijau, dikenal sebagai polifenol, dapat membantu mencegah penyakit jantung.

Polifenol berfungsi untuk mencegah oksidasi lemak, sehingga dapat membatasi peradangan internal yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Selain itu, dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh Women’s Health Study, vitamin E (yang didapat dari buah dan sayuran) juga punya manfaat signifikan dalam menurunkan risiko kematian akibat penyakit kardiovaskular.

  • Saraf dan antioksidan 

Semakin banyak penelitian yang menunjukkan bahwa ada hubungan antara radikal bebas dan gangguan suasana hati, seperti kecemasan dan depresi, serta penyakit neurologis seperti Parkinson dan Alzheimer. 

Antioksidan bisa berfungsi untuk memerangi peradangan saraf yang disebabkan oleh kerusakan akibat radikal bebas, yang dianggap sebagai penyebab penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. 

Dengan mengurangi radikal bebas, antioksidan juga dapat memperbaiki gejala yang terkait dengan kecemasan dan depresi.

  • Mata dan antioksidan

Sebuah penelitian “The Are-Related Eye Disease Study” (AREDS), menemukan bahwa kombinasi vitamin C, vitamin E, beta-karoten, dan seng menyediakan beberapa fungsi perlindungan terhadap perkembangan degenerasi makula mata pada orang-orang usia lanjut. 

Lutein—karotenoid alami yang terdapat dalam sayuran berdaun hijau seperti bayam dan kangkung—juga dapat melindungi penglihatan. Ketika dikonsumsi, lutein membentuk vitamin A dalam tubuh. Vitamin A mengatur pigmen yang diproduksi oleh retina (lapisan jaringan peka cahaya di mata), membantu melindungi mata dari kerusakan akibat sinar matahari sembari mempertahankan fungsi penglihatan cahaya dan warna yang rendah.

  • Kulit dan antioksidan 

Ketika kulit terpapar sinar ultraviolet tingkat tinggi, kulit akan mengalami oksidasi yang disebut kerusakan foto-oksidatif. Itulah yang bisa merusak sel, protein, dan DNA kulit, sehingga menyebabkan kerusakan kulit dan penuaan dini.

Astaksantin, diikuti oleh beta-karoten yang dikombinasikan dengan vitamin E, telah terbukti dapat berfungsi menjadi salah satu kombinasi antioksidan yang paling kuat untuk membantu melindungi kulit dari kerusakan foto-oksidatif.

  • Sistem imun dan antioksidan 

Oksigen dengan kandungan energi yang tinggi dapat membahayakan sistem kekebalan tubuh, karena kemampuannya untuk mempercepat produksi radikal bebas.

Astaksantin dan spirulina telah terbukti dapat membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, serta melindungi sel dan DNA sel dari mutasi.

Sebenarnya masih banyak jenis antioksidan lain yang memiliki fungsi penting untuk tubuh. Namun KlikDokter percaya, penjelasan di atas sudah lebih dari cukup untuk membuat Anda menambah asupan makanan yang tinggi akan antioksidan ke dalam menu harian.

(RN/ RVS)

Lanjutkan Membaca ↓