Kiat Meredakan Nyeri Sakit Gigi Saat Hamil

Oleh Krisna Octavianus Dwiputra pada 24 Sep 2019, 14:20 WIB
Ibu hamil tak bisa menggunakan sembarang obat untuk meredakan nyeri sakit gigi. Oleh sebab itu, coba redakan dengan kiat berikut ini.
Kiat Meredakan Nyeri Sakit Gigi Saat Hamil (Andrey_Popov/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Sakit gigi bisa dialami siapa saja, termasuk ibu hamil. Tentu ini kondisi yang menyebalkan bagi ibu hamil, apalagi mereka tak bisa meredakannya dengan sembarang obat. Tapi tenang, ada kiat-kiat lain yang bisa diterapkan ibu hamil untuk meredakan nyeri akibat sakit gigi.

Menurut drg. Wienna Manggala Putri dari KlikDokter, ibu hamil memang rentan mengalami peradangan pada gusi dan penyakit gigi lainnya. Tapi perlu diingat bahwa ibu hamil tidak bisa mengonsumsi sembarang obat, termasuk ketika sakit gigi.

Konsumsi obat selama hamil memang bisa memengaruhi kondisi janin yang ada di dalam kandungan. Ibu hamil perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter gigi supaya tak salah langkah.

Kiat meredakan nyeri ketika sakit gigi

Namun, sebenarnya ada cara untuk meredakan nyeri sakit gigi saat hamil yang lebih tradisional, sehingga ibu hamil tak perlu mengonsumsi obat yang membahayakan kandungan. Cara-cara yang dimaksud meliputi:

1. Berkumur air garam

Berkumur air garam sudah dipercaya sejak lama ampuh untuk mengatasi sakit gigi dan ibu hamil pun sangat aman melakukan ini. Menurut drg. Wienna, kandungan yodium pada garam dapat membunuh bakteri serta mengurangi rasa nyeri.

"Larutkan garam menggunakan air hangat dengan takaran garam yang tak perlu terlalu banyak. Setelah garam larut, berkumurlah selama 30 detik. Perlu dicatat, air garam ini hanya untuk dikumur, bukan untuk diminum," kata drg. Wienna.

2. Kompres dengan es batu

Anda bisa mengompres daerah yang bengkak akibat sakit gigi dengan es batu. Caranya, bungkus es batu dengan kain, lalu kompres di daerah yang mengalami pembengkakan dan nyeri, lalu tahan sekitar 5-10 menit.

Cara ini dapat dilakukan berkali-kali sesuai keinginan Anda. Sensasi dingin yang dihasilkan kompres dapat mengurangi bengkak dan nyeri yang Anda rasakan.

3. Minyak cengkeh

Cara ini juga relatif aman untuk ibu hamil dalam mengatasi sakit gigi. Di dalam cengkeh, ada senyawa kimia bernama eugenol yang diketahui memiliki sifat analgesik, antiseptik, dan antibakteri, sehingga dapat membantu melawan infeksi pada gusi dan gigi.

"Teteskan minyak cengkeh dan minyak zaitun pada sebuah kapas. Kemudian tempelkan kapas tersebut selama beberapa menit di bagian gigi dan gusi yang terasa sakit. Usahakan untuk tak mengenai lidah saat prosesnya, sebab minyak cengkeh memiliki rasa yang cukup kuat," jelas dr. Wienna.

4. Mengunyah bawang

Mungkin ini cukup membingungkan dan tentu saja mengunyah bawang rasanya tak enak. Tapi, mengunyah bawang adalah salah satu solusi alami dalam meredakan gusi bengkak dan sakit gigi.

"Hal ini karena bawang memiliki antioksidan, antimikroba, dan antiseptik, sehingga mampu membasmi bakteri di mulut dan mengurangi rasa sakit," ujar drg. Wienna.

Cara mendapatkan manfaat tersebut adalah dengan mengunyah langsung beberapa siung bawang. Namun, memang banyak orang yang tak mampu melakukannya. Jika begitu, Anda dapat meletakkan sepotong bawang di atas gigi atau gusi yang terasa sakit.

"Cara lainnya adalah dengan menumbuk 1 siung bawang yang ditambah dengan 1 sendok teh garam untuk ditempelkan pada area yang sakit," sambung drg. Wienna.

Jika tidak sembuh juga, perlukah obat?

Sekarang pertanyaannya, bagaimana jika rasa nyeri tetap tak reda juga meski sudah melakukan berbagai cara di atas? Jika sudah seperti ini, barulah ibu hamil harus minum obat.

Tapi perlu diingat kembali, seperti sudah disebutkan di atas, ibu hamil tidak diperbolehkan untuk mengobati dirinya sendiri. Sebab, bila tak sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter, bisa berdampak buruk pada janin yang dikandungnya.

"Obat jenis antibiotik yang sebaiknya dihindari ibu hamil, contohnya adalah tetrasiklin seperti doksisiklin dan minosiklin. Kedua obat ini dapat menyebabkan kerusakan sel hati pada ibu hamil dan menyebabkan perubahan warna gigi pada janin," terang drg. Wienna.

Akan tetapi, pada beberapa kasus infeksi, bila tak segera ditangani dapat memengaruhi perkembangan janin. Jadi, menurut drg. Wienna, bila memang diperlukan penanganan dengan antibiotik, harus dikonsumsi sesuai anjuran dokter.

Sejauh ini, penggunaan obat untuk meredakan nyeri sakit gigi pada ibu hamil memang tak disarankan, apalagi jika menggunakan obat yang dijual bebas di pasaran. Ibu hamil bisa mencoba meredakannya dengan kiat-kiat alami seperti telah disebut di atas. Jika tak ampuh, segera ke dokter gigi untuk mendapat penanganan yang aman bagi ibu dan janinnya.

[MS/ RH]