Ciri-ciri Hamil Anggur yang Perlu Diwaspadai

Oleh dr. Jessica Florencia pada 24 Sep 2019, 15:20 WIB
Hamil anggur bisa menjadi bahaya bila tak segera diatasi. Ketahui ciri-cirinya dari hal-hal berikut ini.
Ciri-ciri Hamil Anggur yang Perlu Diwaspadai (Uzhursky/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Anda mengalami mual muntah dan memang sedang menantikan buah hati? Ketahui bagaimana harus menghadapi ciri-ciri kehamilan dengan bijaksana, termasuk hamil anggur.

Mengenal hamil anggur

Hamil anggur pada dasarnya merupakan suatu kondisi ketika tubuh seorang wanita seperti sedang hamil. Namun sebenarnya yang bertumbuh di dalam rahim bukanlah janin yang sehat, melainkan jaringan seperti anggur yang abnormal.

Istilah medis dari hamil anggur adalah mola hidatidosa atau penyakit trofoblastik gestasional. Hamil anggur dapat terjadi dalam dua jenis, yakni hamil anggur komplit ketika tidak ditemukan sama sekali pertumbuhan janin yang sehat dan ketika keseluruhan jaringan pada rahim merupakan jaringan yang mengalami kelainan.

Sedangkan pada jenis hamil anggur yang inkomplit atau parsial, masih dapat ditemukan adanya pertumbuhan janin. Namun, biasanya janin mengalami kelainan pertumbuhan yang berat, sehingga tidak dapat bertahan hidup dan sering kali mengalami keguguran pada saat awal-awal kehamilan.

Ciri dan tanda yang harus diwaspadai

Kecurigaan adanya hamil anggur pada seorang wanita biasanya muncul ketika adanya tanda dan ciri kehamilan yang berlebihan.  Adanya mual dan muntah yang berlebihan, hormon kehamilan yang tinggi, atau adanya perut yang membesar lebih besar daripada usia kehamilan sebenarnya.

Perut dapat membesar karena ukuran rahim terus bertambah besar. Proses ini terjadi sangat cepat dibandingkan dengan pembesaran perut pada umumnya yang terjadi di trimester pertama.

Tanda dan ciri-ciri dari hamil anggur ini juga pada awal kehamilan. Mulai dari adanya perdarahan atau flek, sangat mirip dengan seorang wanita yang mengalami keguguran, sehingga sering kali dikira sebagai keguguran. Perdarahan dapat muncul keluar atau terjadi di dalam rongga perut saja.

Jika perdarahan terjadi di dalam rongga perut, maka dapat terjadi nyeri berat pada daerah perut.

Selain itu juga dapat terjadi kram dan nyeri pada daerah panggul. Dapat muncul cairan dari vagina yang kental atau cair dan dapat berwarna kecokelatan karena bercampur dengan darah. Pada perdarahan yang berat, dapat terjadi anemia.

Tanda dan ciri ini sangat mungkin terjadi pada kondisi kehamilan normal atau pada terjadinya keguguran. Hal ini membuat kondisi hamil anggur tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan gejala yang dialami, namun memerlukan pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan USG.

Hal yang perlu diwaspadai adalah pada saat penentuan jenis hamil anggur. Ketika hamil anggur yang terjadi tergolong ganas, maka dapat ditemukan gejala sesak napas, batuk atau batuk berdarah yang terjadi karena sel ganas telah menyebar ke paru-paru dan menyebabkan gangguan pada paru-paru.

Menyikapi hamil anggur

Penanganan hamil anggur dilakukan dengan mengangkat jaringan yang abnormal pada dasarnya bukan seperti pengangkatan janin yang sehat pada kondisi keguguran. Namun secara emosional, peristiwa ini tetap merupakan momen kehilangan yang berdampak tidak ringan pada sang ibu.

Untuk itu, berilah waktu bagi sang ibu untuk memulihkan kondisinya. Berikan dukungan agar proses pemulihan dapat berjalan baik.

Pada akhirnya, mengenali ciri-ciri hamil anggur dapat membantu menghindarkan sang ibu dari kondisi yang berbahaya. Bila segera dikenali, penanganan dapat segera dilakukan dengan tepat.

[NP/RH]