Meningkatkan Kesehatan Reproduksi dengan Kontrasepsi

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 25 Sep 2019, 10:00 WIB
Alat kontrasepsi selain untuk mencegah terjadinya kehamilan, juga dapat meningkatkan kesehatan reproduksi.
Meningkatkan Kesehatan Reproduksi dengan Kontrasepsi (Africa Studio/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Alat kontrasepsi alias KB sudah lama dikenal untuk mencegah atau menunda terjadinya kehamilan. Akan tetapi, sedikit yang tahu bahwa kontrasepsi juga dapat meningkatkan kesehatan reproduksi wanita.

Cegah kehamilan dengan kontrasepsi

Kontrasepsi adalah metode untuk mencegah terjadinya fertilisasi atau implantasi. Proses fertilisasi adalah proses pembuahan sel telur oleh sperma. 

Adapun proses implantasi adalah proses menempelnya zigot (sel telur yang sudah dibuahi) ke dinding rahim. Karena itulah, pada dasarnya kontrasepsi bermanfaat untuk mencegah terjadinya kehamilan.

Meski demikian, tidak ada kontrasepsi yang dapat 100% efektif mencegah kehamilan. Efektivitas KB juga tergantung pada kebenaran cara penggunanya. Jika digunakan secara salah, KB tersebut sangat mungkin menjadi gagal. 

Selain itu, Anda juga harus mempertimbangkan jenis KB yang digunakan sesuai dengan kebutuhan. Berdiskusi dengan dokter dapat Anda dan pasangan lakukan terkait hal ini.

Jenis kontrasepsi

Nah, kontrasepsi sendiri terdiri dari beragam jenis, mulai dari metode kalender, hormonal, hingga alat medis spiral. Berikut adalah beberapa contoh jenis kontrasepsi:

  1. Metode kalender

Metode kalender adalah cara yang paling alamiah. Pasangan yang melakukan metode ini akan menghindari berhubungan intim saat tanggal masa subur. Metode ini dapat dilakukan jika siklus menstruasi sang wanita teratur. Masa subur wanita pun dapat mudah ditentukan.

  1. Kondom

Metode kontrasepsi ini bisa dikatakan paling sering digunakan dan paling mudah dilakukan. Kondom ada dua jenis, yaitu kondom pria dan kondom wanita.

Kondom pria berbentuk semacam kantong yang akan menampung sperma. Kondom juga dapat mencegah penularan penyakit menular seksual. Kondom wanita berbentuk semacam cincin yang juga akan mencegah sperma masuk ke dalam organ reproduksi wanita.

  1. Kontrasepsi Hormonal terdiri dari pil, suntik, dan implan

Kontrasepsi hormonal adalah metode yang terdiri dari hormon progesteron saja atau progresteron dan estergoen. Tipe hormonal ini sangat tergantung pada kepatuhan penggunanya. 

Pil merupakan kombinasi kedua hormon. Pil digunakan setiap hari, jika terlewat satu hari saja dapat membuat metode ini gagal. Metode suntik mengandung progesteron dan dapat bertahan tiga bulan. Pengulangan suntik harus sesuai jadwal. Jika terlambat dapat terjadi kehamilan. 

Sementara itu, metode implan mengandung progesteron yang dimasukkan di bawah kulit tangan wanita. Hormon ini akan dilepaskan secara perlahan dan bertahan hingga 4 tahun.

  1. Spiral

Terdapat dua macam spiral yang mengandung seng atau yang mengandung hormon. Spiral dapat bertahan dari 3, 5, atau 10 tahun tergantung dari jenisnya. Spiral termasuk metode KB yang efektivitasnya hingga 99%.

1 of 2

Bermanfaat untuk kesehatan reproduksi wanita

Penggunaan KB tak hanya bermanfaat untuk merencanakan dan mencegah terjadinya kehamilan saja. Nyatanya, KB juga bermanfaat untuk kesehatan reproduksi wanita, yaitu:

  1. Melindungi wanita dari komplikasi kehamilan

Beberapa kasus kehamilan tidak direncanakan seperti kehamilan pada usia yang sangat muda atau sangat tua, serta jarak kehamilan yang terlalu dekat. Kasus tersebut dapat meningkatkan komplikasi dalam kehamilan seperti kelahiran prematur dan preeklampsia

Preeklampsia menyebabkan kenaikan tekanan darah dalam kehamilan yang dapat membahayakan baik bagi sang calon ibu dan bayi.

  1. Menurunkan risiko kanker

Penggunaan KB hormonal dapat menurunkan risiko kanker ovarium dan kanker endometrium. Studi dari JAMA Oncology menunjukkan bahwa penggunaan KB oral dalam jangka panjang (lebih dari 10 tahun) menurunkan risiko kanker ovarium pada wanita. 

Adapun, untuk kanker endometrium terlihat bahwa penurunan risiko kanker terjadi pada wanita dengan risiko penyakit kronis. Misalnya, merokok, obesitas, dan yang jarang olahraga.

  1. Menurunkan risiko radang panggul

Penggunaan alat KB juga dapat menurunkan risiko infeksi atau radang panggul. KB suntik menyebabkan lendir rahim lebih kental sehingga mempersulit terjadinya infeksi.

Alat kontrasepsi tidak sekadar mencegah dan merencanakan kehamilan. Lebih dari itu, wanita bisa meningkatkan kesehatan reproduksi dengan pemakaian KB yang sesuai dan tepat. Yuk, bersama-sama menggunakan KB untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan wanita Indonesia.

[HNS/RH]

Lanjutkan Membaca ↓