Waspadai Tanda-tanda Toksoplasma pada Ibu Hamil

Oleh dr. Alberta Jesslyn Gunardi. BMedSc Hons pada 26 Sep 2019, 14:00 WIB
Pada ibu hamil, infeksi tokoplasma dapat membahayakan kondisi janin. Itulah kenapa tanda-tandanya mesti diwaspadai.
Waspadai Tanda-tanda Toksoplasma pada Ibu Hamil (wavebreakmedia/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Infeksi toksoplasma pada ibu hamil bisa membahayakan kondisi janin atau bayi yang dilahirkan. Karenanya, khususnya pada ibu hamil yang kucing peliharaan, tanda-tanda toksoplasma harus diwaspadai.

Kesehatan saat kehamilan harus betul-betul dijaga karena berdampak pada ibu hamil maupun janin di dalam kandungan. Adanya infeksi saat kehamilan juga bisa memengaruhi keduanya. Salah satu infeksi yang berbahaya adalah infeksi toksoplasma atau toksoplasmosis.

Toksoplasmosis adalah infeksi yang disebabkan oleh parasit Toxoplasma gondii. Infeksi toksoplasma bisa berbahaya jika penderita memiliki sistem kekebalan tubuh yang rendah. Infeksi dapat menyebabkan kista pada otak dan otot termasuk jantung.

Toksoplasmosis yang terjadi pada masa kehamilan juga bisa berbahaya. Infeksinya bisa terjadi beberapa bulan sebelum hamil atau saat sedang hamil.

Faktor risiko infeksi toksoplasma

Khususnya untuk wanita hamil atau yang berencana untuk hamil, Anda perlu mengenali berbagai faktor risiko infeksi toksoplasma di bawah ini.

  • Mengonsumsi makanan mentah atau yang terkontaminasi, terutama babi, kambing, dan kerang-kerangan.
  • Minum air yang terkontaminasi tokosoplasma.
  • Menggunakan alat makan yang terkontaminasi.
  • Memelihara kucing yang terinfeksi toksoplasma. Penularan dapat terjadi akibat menghirup atau menelan kista toksoplasma.
  • Lahir dari ibu yang terinfeksi toksoplasma ketika hamil atau beberapa bulan sebelum hamil.
  • Mendapatkan donor organ atau transfusi darah yang terinfeksi toksoplasma.

Mewaspadai bahaya toksoplasma pada ibu hamil

Toksoplasma pada ibu hamil dapat menyebabkan komplikasi pada kehamilan seperti keguguran, lahir mati, atau cacat lahir. Risiko ini jarang sekali terjadi pada kehamilan pertama. Bahkan jika infeksi toksoplasma terjadi pertama kali, jarang sekali infeksi akan menyebar ke janin.

Apabila infeksi terjadi pertama kali saat hamil, risiko janin terinfeksi berdasarkan:

  • Infeksi pada awal kehamilan jarang menyebar pada bayi (15-20 persen), tetapi masalah kesehatan yang dapat terjadi akan lebih serius.
  • Infeksi pada akhir kehamilan lebih sering menyebar pada bayi (60 persen), tetapi masalah kesehatan yang dapat terjadi akan lebih ringan.

Kongenital toksoplasma adalah istilah medis infeksi toksoplasma yang terjadi pada sang janin yang ditularkan oleh sang ibu. Selain keguguran dan kematian janin, kongenital toksoplasma juga dapat menyebabkan cacat lahir.

Infeksi yang parah juga akan memberikan gejala pada enam bulan pertama kehidupan seperti:

  • Kelahiran prematur
  • Berat badan lahir rendah
  • Kerusakan pada mata
  • Kuning
  • Diare
  • Muntah
  • Anemia
  • Kesulitan makan
  • Bengkak pada kelenjar getah bening
  • Organ hati dan limpa yang membesar
  • Kelainan ukuran kepala yaitu makrosefali dan mikrosefali
  • Gangguan penglihatan
  • Gangguan pendengaran
  • Gangguan motorik
  • Gangguan perkembangan
  • Hidrosefalus
  • Kejang
  • Retardasi mental
1 of 2

Tanda-tanda infeksi toksoplasma yang harus diwaspadai

Terlepas dari kemampuannya membentuk kista, toksoplasma sebenarnya merupakan infeksi yang ringan. Jika didukung daya tahan tubuh yang baik, toksoplasma pada umumnya tidak akan memberikan gejala yang berarti.

Saking ‘tak berarti’, tanda dan gejalanya sering tidak disadari penderita karena mirip dengan gejala flu yang meliputi.

Gejalanya seperti sakit kepala, sakit di seluruh otot, demam, mudah lelah, serta nyeri di kelenjar getah bening. Karena kemiripan gejala inilah, sering kali infeksi toksoplasma tidak terdeteksi terutama pada orang-orang yang sehat.

Diagnosis toksoplasma ditegakkan dari tes darah untuk mencari tahu adakah imunoglobulin terhadap toksoplasma. Imunoglobulin adalah tanda sel imun yang terjadi akibat infeksi.

Imunoglobulin M adalah pertanda jika infeksi sedang terjadi, sedangkan immunoglobulin G adalah pertanda jika infeksi sudah lama terjadi.

Biasanya, pada awal kehamilan dokter kandungan akan menyarankan ibu hamil untuk melakukan pemeriksaan tersebut. Apabila infeksi toksoplasma terdeteksi, ibu hamil akan diberikan obat untuk mencegah penyebaran infeksi ke janin.

Jika ingat sebelum hamil atau saat hamil Anda mengalami gejala-gejala mirip flu yang disebutkan di atas, tak ada salahnya untuk melakukan tes infeksi toksoplasma. Langkah ini sangat krusial demi mencegah penyebaran infeksi pada janin.

(RN/ RH)

Lanjutkan Membaca ↓