4 Tips Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi Pria

Oleh dr. Resthie Rachmanta Putri. M.Epid pada 29 Sep 2019, 13:00 WIB
Agar organ reproduksi pria terlindungi dengan baik, lakukan hal-hal tips untuk menjaga kesehatannya berikut ini.
4 Tips Menjaga Kesehatan Organ Reproduksi Pria (Life-science/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Kesehatan reproduksi merupakan salah satu sisi kesehatan yang patut diperhatikan. Bukan hanya oleh wanita, melainkan juga kaum pria. Organ reproduksi pria memiliki banyak peran, di antaranya adalah menentukan kesuburan, berperan dalam proses berkemih, dan ejakulasi. Untuk menjaganya, ada beberapa hal yang mesti dilakukan.

Kenali organ reproduksi pria

Perlu Anda ketahui, ada beberapa organ yang berperan dalam reproduksi pria. Berikut ini penjelasannya:

  • Penis dan uretra

Penis memiliki pembuluh darah dan saluran uretra. Untuk dapat terjadi ereksi, darah harus mengisi penuh pembuluh darah penis. Sementara itu, uretra merupakan saluran tempat mengalirnya air seni saat buang air kecil atau air mani saat ejakulasi.

  • Buah zakar

Organ ini tersimpan di dalam kantung zakar yang terletak di bawah penis. Normalnya, seorang pria memiliki dua buah zakar yang berfungsi memproduksi sperma dan hormon testosteron.

  • Epididimis

Saluran berliku yang melekat di belakang buah zakar ini berfungsi untuk mematangkan sperma. Pada awalnya, sperma muda diproduksi oleh buah zakar, lalu dimatangkan di epididimis, sehingga terbentuk sperma dewasa dengan kemampuan ”berenang” yang cepat.

  • Kelenjar prostat

Prostat menghasilkan cairan yang berfungsi memberikan nutrisi bagi sperma.

Semua organ reproduksi di atas saling membutuhkan satu sama lain. Jika terdapat gangguan pada salah satu organ, keseluruhan fungsi reproduksi bisa terganggu.

Gangguan reproduksi pria yang sering terjadi

Gangguan pada reproduksi pria sangat beragam jenisnya. Apa saja?

  • Infertilitas

Ada beberapa kondisi yang sering terjadi atau sering menjadi keluhan kaum pria, salah satunya adalah infertilitas atau ketidaksuburan.

Meski infertilitas lebih sering diidentikkan dengan masalah kesuburan wanita, sebenarnya data menunjukkan bahwa lebih dari 30 persen kasus infertilitas disebabkan oleh masalah kesuburan pada pria.

Untuk mengetahui ada atau tidaknya infertilitas pada seorang pria, pemeriksaan analisis sperma di laboratorium perlu dilakukan.

Seorang pria dianggap mengalami infertilitas jika jumlah spermanya kurang dari 15 juta per mililiter (ml), atau jika jumlah sperma yang bergerak kurang dari 40 persen, atau jika jumlah sperma yang bentuknya normal kurang dari 4 persen.

  • Gangguan pada prostat

Masalah lain yang sering dikeluhkan oleh kaum pria adalah gangguan pada prostat, bisa berupa pembesaran prostat atau kanker prostat. Kedua jenis penyakit ini lebih sering dijumpai pada pria berusia 50 tahun ke atas.

Gejala yang sering dikeluhkan oleh pria dengan gangguan prostat adalah sering buang air kecil, buang air kecil terasa tidak tuntas, sulit menahan buang air kecil, atau buang air kecil menetes.

  • Ejakulasi dini dan disfungsi ereksi

Keluhan lain adalah ejakulasi dini dan disfungsi ereksi. Kedua kondisi ini memiliki banyak kemungkinan penyebab, salah satunya adalah faktor psikologis seperti stres, gangguan cemas, atau depresi. Selain itu, penyakit kronis seperti diabetes juga bisa memicu disfungsi ereksi.

1 of 2

Tips menjaga kesehatan reproduksi pria

Agar dapat terhindar dari berbagai penyakit yang mengganggu reproduksi pria, lakukan langkah-langkah di bawah ini.

1. Berhenti merokok dan hindari asap rokok

Zat-zat yang terkandung di dalam rokok dan asap rokok berisiko menyebabkan gangguan kesuburan pada pria. Studi membuktikan bahwa paparan asap rokok menyebabkan produksi sperma menurun dan kualitas sperma yang dihasilkan pun lebih buruk.

Selain itu, rokok merusak pembuluh darah dan menyebabkan aliran darah terganggu. Secara jangka panjang, terpapar asap rokok terus-menerus dapat meningkatkan risiko terjadinya disfungsi ereksi.

2. Hindari kebiasaan menggunakan celana yang ketat

Kurangilah pemakaian celana ketat seperti celana dalam ketat atau skinny jeans. Agar sperma bisa diproduksi dengan kualitas yang baik, suhu di dalam kantung zakar sebaiknya sedikit lebih rendah dari suhu tubuh.

Jika pria memiliki kebiasaan menggunakan celana yang ketat, suhu di dalam kantung zakar dapat cenderung meningkat, sehingga bisa memengaruhi kualitas dan jumlah sperma.

3. Cegah infeksi menular seksual (IMS)

Infeksi menular seksual, terutama pada epididimis, dapat menyebabkan infertilitas permanen. Oleh sebab itu, sebisa mungkin lakukan tindakan untuk mencegah infeksi menular seksual (IMS).

Cara yang paling efektif untuk mencegah IMS adalah dengan menghindari hubungan seks yang tidak aman. Selain itu, berhubungan seks hanya dengan satu pasangan juga merupakan cara untuk meminimalkan risiko IMS.

Cara lain untuk mencegah IMS adalah dengan menggunakan kondom setiap berhubungan seks. Kondom bukan hanya mencegah kehamilan, lapisan lateksnya dapat mencegah penularan infeksi di organ reproduksi.

4. Lakukan skrining kanker prostat

Salah satu metode skrining kanker prostat adalah dengan pemeriksaan prostate specific antigen (PSA). Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara mengambil sampel darah dan memeriksanya di laboratorium.

Pemeriksaan PSA sebagai skrining kanker prostat direkomendasikan, terutama untuk pria berusia 55-69 tahun. Pemeriksaan ini sebaiknya diulangi secara berkala setiap tahun.

Selain tips di atas, menjaga pola hidup sehat seperti mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang dan berolahraga secara teratur juga sangat baik untuk menjaga kesehatan organ reproduksi pria.

[NP/RN]

Lanjutkan Membaca ↓