Anak Terlalu Pendiam? Waspadai Gangguan Pendengaran

Oleh dr. M. Dejandra Rasnaya pada 30 Sep 2019, 08:30 WIB
Jika anak Anda terlalu pendiam, jangan anggap sepele. Waspadai adanya gangguan pendengaran yang mungkin menyerang buah hati Anda.
Anak Terlalu Pendiam? Waspadai Gangguan Pendengaran (Daniel Jedzura/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Gangguan pendengaran pada anak-anak sering kali tidak terdeteksi karena tidak selalu ada gejala pada telinganya, apalagi pada anak yang lebih kecil atau bayi. Padahal, pendengaran merupakan salah satu indra yang penting untuk komunikasi antar manusia.

Jika pada masa bayi masalah pendengaran tidak terdeteksi, dapat menyebabkan gangguan bicara juga. Bahkan, keadaan tuli dan bisu tersebut bisa menjadi keadaan yang permanen jika tidak diantisipasi. 

Proses mendengar sudah terjadi pada saat anak masih di dalam kandungan. Pertumbuhan organ pendengaran yaitu telinga berkembang pesat pada sekitar usia kehamilan 24 minggu. 

Namun, pada usia 18 hingga 20 minggu diketahui janin dalam rahim sudah mulai bisa mendengar suara nada rendah dan dapat merespons. Kemudian pada usia kehamilan 35 minggu, janin sudah bisa merespons terhadap suara bernada rendah dan tinggi.

Penyebab gangguan pendengaran pada anak

Jika proses perkembangan organ pendengaran terganggu selama masa kehamilan, tentunya pada saat lahir nanti dapat menimbulkan masalah pendengaran seperti tuli. Gangguan pendengaran pada bayi dapat disebabkan karena:

  • Adanya kelainan genetik 
  • Riwayat penyakit ibu saat masa kehamilan seperti preeklamsia dan diabetes 
  • Adanya konsumsi antibiotik saat kehamilan (khususnya trimester pertama) seperti streptomisin yang dapat merusak organ pendengaran janin
  • Infeksi TORCHS (toxoplasma, rubella, cytomegalovirus, herpes, dan sifilis) saat kehamilan 
  • Kandungan bilirubin yang terlalu tinggi setelah bayi lahir
  • Bayi lahir prematur 
  • Adanya keadaan gawat pada bayi, sehingga membutuhkan perawatan intensif menggunakan alat bantu napas
  • Infeksi pada masa anak-anak seperti meningitis, ensefalitis, cacar dan campak
  • Infeksi telinga tengah (otitis media) karena saluran yang menghubungkan telinga dan hidung belum terbentuk sempurna, sehingga menyebabkan penumpukan lendir di rongga telinga tengah yang meningkatkan risiko infeksi.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, gejala pada gangguan pendengaran anak sering diabaikan karena tidak memunculkan gejala yang mengganggu pada telinganya.

Normalnya, anak usia 2 bulan saja sudah bisa sadar akan adanya suara dan pada usia 4 bulan anak akan menoleh jika ada suara.

Dampak anak yang terkena gangguan pendengaran

Jika gangguan pendengaran berlangsung terus, maka kemampuan bicara anak juga akan terhambat karena tidak mengenali apa itu suara.

Akibatnya, anak akan terlihat pendiam dan tidak banyak bersuara. Jika Anda merasa si Kecil adalah anak yang terlalu pendiam dan tidak responsif pada usia di bawah 2 tahun, maka Anda perlu waspada akan adanya gangguan pendengaran.

Jangan anggap anak yang terlalu pendiam merupakan anak yang pintar karena menurut dan tidak rewel. Deteksi dini gangguan pendengaran pada usia di bawah 2 tahun penting untuk dilakukan karena masih termasuk dalam masa 1000 hari pertama kehidupan.

Pada masa itu, otak si Kecil sedang pesat-pesatnya berkembang. Sehingga, jika gangguan pendengaran dapat dideteksi dan dikoreksi, maka diharapkan mendapat hasil yang maksimal, yaitu tidak terganggunya kemampuan bicara.

Lakukan ini untuk mendeteksi gangguan pendengaran pada anak

Ada beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendeteksi gangguan pendengaran pada bayi. Di antaranya OAE (otoacoustic emissions), AABR/BERA (automated auditory brainstem response), ASSR (auditory steady state response), dan timpanometri.

Untuk deteksi awal pada bayi yang baru lahir bisa menggunakan OAE untuk usia 0-28 hari. Lalu jika pemeriksaan tersebut lolos, pemeriksaan lainnya dapat dilakukan pada usia 3 bulan untuk memastikan tidak adanya gangguan pendengaran.

Jika anak Anda terlalu pendiam, jangan langsung menganggap bahwa ia anak yang baik karena tidak rewel. Sebab, bisa saja hal tersebut terjadi karena adanya gangguan pendengaran.

Selain gangguan bicara, nantinya kemampuan emosional, sosial, dan kecerdasan anak juga dapat bermasalah karena gangguan pendengaran. 

Maka dari itu, sebagai orang tua, sudah sebaiknya Anda memperhatikan setiap hal kecil pada buah hati agar bisa mengantisipasi jika ada masalah. Dengan demikian, pertumbuhan dan perkembangan anak bisa berjalan dengan baik.

[NP/RH]