Mengenal Penyebab PCOS dan Cara Mengatasinya

Oleh dr. Fiona Amelia MPH pada 30 Sep 2019, 08:45 WIB
PCOS adalah salah satu penyebab paling sering gangguan haid pada wanita. Berikut ini adalah cara mengatasinya.
Mengenal Penyebab PCOS dan Cara Mengatasinya (Rumruay/Shutterstock)

Klikdokter.com, Jakarta Haid sering tidak teratur atau jarang-jarang? Waspadalah, mungkin Anda mengalami polycystic ovary syndrome (PCOS) atau sindrom ovarium polikistik. 

Sesungguhnya PCOS termasuk kelainan hormonal yang umum ditemukan pada wanita usia subur (15-44 tahun). Wanita dengan kondisi ini kerap mengalami gangguan haid berupa siklus haid yang tidak teratur atau bahkan memanjang. 

Kondisi ini dialami oleh 5 sampai 10 dari 100 wanita. Sayangnya, hanya sekitar 30 persen wanita dengan PCOS yang mencari pengobatan. Padahal dalam jangka panjang, PCOS dapat mempengaruhi kesuburan dan membuat penderitanya sulit hamil.

Wanita dengan PCOS rata-rata memiliki ukuran ovarium (indung telur) yang lebih besar dari wanita normal. Ini karena ovariumnya banyak mengandung folikel sel telur yang tampak sebagai kista-kista kecil dengan diameter antara 4-9 mm—dan karena itu, disebut dengan polycystic ovary syndrome.

Tetapi, folikel-folikel ini tidak pernah membesar, matang, dan memicu ovulasi atau pelepasan sel telur. 

Apa penyebabnya?

Hingga kini, penyebab PCOS masih belum diketahui dengan jelas. Namun diduga, ada beberapa faktor yang berperan, yakni:

  • Kelebihan hormon insulin

Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas untuk mengelola gula darah. Bila sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin, maka kadar gula darah akan meningkat, dan tubuh akan menghasilkan lebih banyak insulin. 

Kelebihan insulin ini dapat memicu produksi hormon androgen (hormon pria), yang membuat wanita sulit mengalami ovulasi.

  • Peradangan derajat rendah

Istilah ini digunakan untuk menjelaskan sel darah putih yang memproduksi zat-zat untuk melawan infeksi.

Studi telah menunjukkan bahwa wanita dengan PCOS memiliki peradangan derajat rendah yang memicu ovarium untuk memproduksi hormon androgen, yang dapat memicu masalah pada jantung dan pembuluh darah. 

  • Faktor genetik atau keturunan

Studi menyebutkan bahwa beberapa gen mungkin berhubungan dengan kejadian PCOS. 

  • Kelebihan androgen

Ovarium wanita dengan PCOS memproduksi kadar androgen yang tinggi, sehingga muncul pertumbuhan rambut di lokasi yang normalnya ditemukan pada pria dan jerawat.

Perubahan-perubahan hormon di atas akan tampak sebagai gejala khas pada PCOS. Gejalanya antara lain haid yang tidak teratur atau jarang, pertumbuhan rambut di wajah (berkumis), pertumbuhan rambut lengan dan tungkai bawah yang berlebihan, kebotakan rambut seperti pada pria, serta jerawat.

Gejala-gejala ini biasanya mulai muncul saat pubertas, meski sebagian wanita baru tidak mengalaminya di akhir masa remaja atau awal masa dewasa. 

Akibat tingginya kadar insulin, sebagian besar wanita dengan PCOS—namun tidak semua—pun memiliki berat badan berlebih atau cenderung obesitas.

Bila tidak terdiagnosis dan tidak terobati, dalam jangka panjang PCOS dapat menimbulkan berbagai komplikasi. Mulai dari sulit hamil, hipertensi, diabetes, penyakit jantung, stroke, sleep apnea (henti napas saat tidur), kanker endometrium (dinding rahim), hingga gangguan jiwa seperti depresi, gangguan cemas dan gangguan makan.

Cara mengatasi PCOS

Walaupun PCOS tak sepenuhnya bisa dikoreksi, pengobatan dapat mengendalikan gejala dan memperbaiki kesuburan penderita. Dengan demikian, sebagian besar wanita dengan PCOS tetap bisa memiliki hidup yang normal tanpa komplikasi yang bermakna.

Pengobatan PCOS biasanya diawali dengan perubahan gaya hidup, yang meliputi penurunan berat badan melalui pola diet rendah kalori dan rutin berolahraga. 

Penurunan berat badan sebanyak 5-10 persen saja sudah bisa membuat siklus haid menjadi lebih teratur, menurunkan kadar insulin, dan gejala lainnya. Alhasil, kesuburan akan membaik dan risiko komplikasi pun dapat dikurangi. 

Selain itu, dokter juga biasanya memberikan obat-obatan yang bertujuan untuk membuat siklus haid lebih teratur, membantu ovulasi, mengurangi pertumbuhan rambut di wajah yang berlebihan serta jerawat. Obat-obat ini bersifat terapi hormonal yang dapat berupa pil KB kombinasi, pil progestin, klomifen, dan gonadotropin. 

Oleh karena kondisi metabolisme wanita dengan PCOS mirip dengan penderita diabetes, maka dokter juga akan memberikan obat anti-diabetes. Obat yang digunakan yakni metformin, yang berefek memperbaiki resistensi insulin dan menurunkan kadarnya.

Penggunaan obat ini juga akan menurunkan risiko diabetes di kemudian hari dan membantu menurunkan berat badan.

Pertumbuhan rambut yang berlebihan di wajah maupun bagian tubuh lainnya dapat dihilangkan dengan mencukur atau menggunakan obat perontok (depilatories), elektrolisis atau terapi laser. Tak perlu khawatir, perawatan ini tidak akan membuat rambut tumbuh lebih cepat setelahnya.

Jadi, bila Anda kerap mengalami siklus haid yang tidak teratur, jangan menunda untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan. Bisa jadi, Anda mengalami PCOS. Prinsipnya, semakin cepat didiagnosis dan diobati, maka gangguan kesuburan dan berbagai komplikasi PCOS bisa diminimalkan atau bahkan dihindari. 

[NP/ RH]

meeyagustin21.gmail_1569813573122meeyagustin21.gmail_1569813573122

hallo dok,mau tanya dong dok saya wanita usia 22 tahun, kenapa ya kalo lagi dapet haid suka berkepanjangan paling lama 2minggu, sekarang saya sudah menikah lagi program hamil pengen cepet punya anak, haid selama 10hari lalu 2hari berenti besok nya ada lagi 1hari tapi jeluar dikit,besok nya lagi ga ada. apa itu penyakit dok?